submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Kamis, 30 Oktober 2008

"TRIAL OF BLOOD" Bag. 2

PENDAHULUAN

Oleh CLARENCE WALKER

Dr. J.M. Carroll, penulis buku ini, dilahirkan di negara bagian Arkansas, pada tanggal 8 Januari 1858 dan wafat pada tanggal 10 Januari 1931. Ayahnya, seorang pendeta Baptis, pindah ke Texas saat Carrol berusia 6 tahun. Disanalah dia berpindah agama, dibaptis dan ditahbiskan untuk pelayanan pekabaran Injil. Dr. Carroll tidak hanya menjadi seorang pemimpin diantara Texas Baptis, melainkan juga seorang tokoh Baptis Selatan dan dunia yang terkemuka.

Bertahun tahun yang lalu beliau datang ke gereja kami dan membawa pesan pesan yang ada dalam buku ini. Pada saat itulah saya menjadi sangat tertarik pada pelajaran pelajaran Brother Carroll. Saya, juga telah membuat penelitian khusus atas sejarah Gereja, mengenai gereja Tertua yang menyerupai Gereja pada zaman Perjanjian Baru.

Dr.J.W.Porter mengikuti pembahasan-pembahasan. Dia sangat terkesan sehingga mengatakan kepada Brother Carroll jika beliau berniat menuliskan pesan-pesan tersebut, dia akan menerbitkannya menjadi sebuah buku. Dr. Carroll menuliskan pembahasan-pembahasan tersebut dan memberikan hak untuk menerbitkannya kepada Dr. Porter besama dengan peta yang mengilustrasikan sejarah secara gamblang.

Namun, Dr. Carroll wafat sebelum buku itu sampai kepada media,tetapi Dr.Porter menempatkan buku-buku tersebut dihadapkan khalayak dan seluruh edisi terjual habis.Sekarang, dengan rahmat Tuhan, kami dapat mempersembahkan edisi ke-66 sebanyak dua puluh ribu buku. Saya meminta kepada para pembaca dan yang mempelajari buku ini untuk bergabung dalam doa dan usaha agar terjadi peningkatan yang signifikan. ”Dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerinath dan penguasa-penguasa di sorga...bagi Dialah segala kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.”(Ef 3:9-10,21)


II

Sangat menarik mendengarkan Dr. Carroll menceritakan bagaimana beliau tertarik dalam sejarah denominasi-denominasi yang berbeda—KHUSUSNYA TENTANG ASAL MULA DENOMINASI. Beliau menulis buku tersebut setelah berusia 70 tahun, tetapi beliau berkata,”Saya bertobat ketika saya masih kecil. Saya melihat banyak denominasi dan berpikir yang mana Gereja yang didirikan Tuhan Yesus.”

Bahkan pada masa mudanya beliau merasakan dalam penelitian Firman Tuhan dan sejarah,beliau dapat menemukan gereja yang tertua dan mempunyai kemiripan dengan gereja-gereja yang digambarkan dalam Perjanjian Baru.

Penelitian akan kebenaran tersebut membawa beliau ke banyak tempat dan memungkinkannya untuk menghimpun salah satu perpustakaan terbesar dalam sejarah gereja. Perpustakaan ini diberikan kepada Seminari Baptis Southwestern, Fort Worth, Texas saat beliau wafat.

Beliau menemukan banyak sejarah gereja—kebanyakan tentang penganut Katolik dan Protestan. Sejarah penganut Baptis, yang ditemukannya ditulis dengan darah. Mereka adalah orang yang dibenci pada Zaman Kegelapan. Para pendeta dan penganut Baptis dipenjarakan dan banyak yang dibunuh. Dunia tidak pernah melihat hal yang dapat dibandingkan dengan penderitaan, penganiayaan-penganiayaan,yang ditumpahkan atas para penganut Baptis oleh Hirarki Katolik selama Zaman Kegelapan. Paus adalah diktator dunia. Inilah sebabnya para penganut Ana-Baptis, sebelum reformasi, menyebut Paus-Si Anti Kristus.

Sejarah para penganut Baptis ditulis dalam dokumen-dokumen resmi dan surat-surat pada zaman tersebut. Melalui catatan-catatan inilah ”TRAIL OF BLOOD” sampai kepada Anda sebagaimana Anda menemukan pernyataan-pernyataan –

”Di Zurich, setelah banyak perselisihan antara penganut Zuingliu dan Ana Baptis, Senat mengesahkan Undang-Undang, jika ada dugaan membaptis lagi orang yang sebelumnya telah dibaptis (contohnya bayi-bayi), orang tersebut harus ditenggelamkan. Di Wina banyak penganut Ana-Baptis diikat bersama dengan rantai sehingga yang satu akan menarik yang lain ke dalam air, dimana mereka semua mati lemas (tenggelam).” (Vida Supra, hal.61)

”Pada tahun Tuhan kami 1539 dua penganut Ana Baptis dibakar di luar Southwark, dan sebelum mereka lima orang Belanda penganut Ana Baptis dibakar di Smithfield,” (Fuller, Church History.)

”Tahun 1160 sekelompok pengikut Paulus( Baptis) memasuki Oxford. Henry II memerintahkan agar mereka dicap pada dahi dengan besi panas, mencambuk mereka didepan umum melewati jalan-jalan di kota, memotong pakaian mereka sampai ke batas pinggang dan menyerahkan ke padang belantara. Para penduduk desa tidak diperbolehkan untuk memberikan tempat perlindungan atau makanan dan mereka mati menderita kedinginan dan kelaparan.” (Moore, Earlier and Later in Oxford, hal.12.)

Stowe, penulis tua sejarah, 1533 M, menceritakan:
”Tanggal 25 Mei - di Gereja Santo Paulus, London—diperiksa sembilan belas orang pria dan enam orang wanita. Empat belas orang dari mereka dihukum; seorang pria dan wanita dibakar di Smithfield, dua belas orang lainnya dikirim ke kota-kota disana untuk dibakar.”

Froude, Sejarahwan Inggris, mengatakan ini tentang para martir penganut Ana Baptis—
”Tidak ada detail-detail,nama-nama mereka lenyap. Hampir tidak ada fakta-fakta yang patut dikatakan. Bagi mereka tidak ada Eropa yang tenang, tidak ada ruang sidang yang diperintahkan untuk berkabung, tidak ada hati yang bergetar karena kemarahan. Pada kematian mereka dunia tampak puas, acuh tak acuh atau bersuka ria.Tetapi disini, dari dua puluh lima orang pria dan wanita miskin ditemukan empat belas orang, yang tanpa kengerian atau siksaan dapat tergoda mengatakan mereka mempercayai apa yang tidak mereka percaya. Sejarah tidak mencatat adanya pujian untuk mereka, namun mereka, juga, tidak memberikan nyawa mereka sia-sia. Hidup mereka mungkin saja sama tidak bergunanya dengan hidup sebagian besar dari kita. Dalam kematian mereka, mereka membantu membayar kebebasan Inggris.”

Demikian juga, dalam tulisan-tulisan tentang lawan-lawan juga teman-teman mereka, Dr. Carroll menemukan, sejarah mereka dan bahwa perjalanan mereka melewati waktu memang penuh dengan darah yang tertumpah:

Kardinal Hosius(Katolik, 1524) Presiden dari Dewan Trent:
”Jikalau bukan karena para penganut Baptis disiksa secara menyedihkan dan ditumpas selama seribu dua ratus tahun terakhir, jumlah mereka akan melebihi dari semua penganut Reformasi.” (Hosius, Letters, Apud Opera, hal. 112,113.)
”Seribu dua ratus tahun” itu adalah tahun-tahun berkelanjutan Reformasi dimana Roma menganiaya para penganut Baptis dengan penganiayaan terkejam yang dapat dipikirkan.

Sir Isaac Newton:
”Para penganut Baptis adalah satu-satunya kelompok pengikut Kristus yang tidak pernah disimbolisasikan dengan Roma.”

Mosheim (Lutheran) :
”Sebelum kebangkitan Luther dan Calvin, hampir diseluruh pelosok negara-negara Eropa terdapat orang-orang yang menganut dengan taat terhadap prinsip-prinsip dari penganut Baptis Belanda moderen.”

Edinburg Cyclopedia (Presbyterian):
”Pastinya telah terpikir oleh para pembaca kami, bahwa para penganut Baptis adalah sama dengan sekte pengikut Kristus yang sebelumnya digambarkan sebagai para penganut Ana-Baptis. Memang hal tersebut tampaknya telah menjadi dasar penting dari masa Tertullian sampai sekarang ini.”
Tertullian lahir tepat lima puluh tahun setelah kematian Rasul Yohanes.

III

Para penganut Baptis tidak percaya akan suksesi kerasulan. Jabatan kerasulan berhenti bersamaan dengan kematian para Rasul. Kepada GerejaNya-lah Tuhan berjanji akan keberadaan yang terus menerus sejak Dia mengatur yang pertama selama pelayananNya di bumi sampai kedatanganNya kembali. Dia berjanji –

”Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat. 16:18)

Lalu, ketika Dia memberikan Amanat Agung,yang memberitahukan apa yang harus dilakukan oleh gerejaNya, Dia berjanji—

”Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:20)

Amanat ini-pekerjaan ini-tidak diberikan kepada para Rasul secara individu, tetapi kepada mereka dan orang-orang yang ada dalam kapasitas gereja. Para Rasul dan orang-orang yang mendengarkan Dia memberikan Amanat ini telah tiada—NAMUN , GerejaNya masih ada selama berabad-abad, menjadikan murid-murid (menyelamatkan jiwa-jiwa), membaptis mereka, dan mengajarkan kebenaran—doktrin-doktrin-Tuhan memberikan janji kepada Gereja Yerusalem. Gereja-gereja yang setia ini telah diberkati oleh hadiratNya sebagaimana gereja-gereja tersebut melewati jejak darah-(TRAIL OF BLOOD).

Sejarah ini menunjukkan bagaimana janji Tuhan kepada gereja-gerejaNYa telah digenapi. Dr. Carroll menunjukkan Kesetiaan Tuhan terhadap gereja-gereja yang ditemukan pada setiap masa yang mengajarkan pengajaran-pengajaran tersebut.





MARKS OF THE NEW TESTAMENT CHURCH – to be redone!!!!!
========================================================================