submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Sabtu, 24 Januari 2009

COVENANT APPROACH TO SCRIPTURE) VERSUS UNIVERSALISM

“Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Tuhanmu dan Tuhan keturunanmu. – Kejadian 17:7

PENDAHULUAN

Ada banyak cara untuk menafsirkankan Alkitab. Ulasan ini mencari perbedaan antara dua pandangan dan percabangan dari ajaran tersebut. Model tersebut adalah Model Perjanjian (Covenant Model) dan Model Gereja universal tidak tampak (Universal Invisible Church Model/Universalism). Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang beberapa ungkapan dan istilah yang digunakan.

“Yang diselamatkan” berarti sekumpulan orang; entah di masa lampau, masa kini atau mendatang yang telah memanggil Yesus Kristus dalam ketulusan dan menerima anugrah keselamatan jiwa mereka dariNYA dan karena anugrahNYA, mereka tidak perlu lagi takut menghadapi penyiksaan kekal di Hades, diselamatkan dari neraka. Untuk “diselamatkan” dari neraka, hal yang diperlukan adalah:

•... pengakuan dosa pribadi yang memisahkan kita dengan Tuhan, Pencipta kita yang kudus dan benar.

• ... pengakuan bahwa Korban yang berkenan untuk penghapusan dosa adalah Yesus Kristus, Juru Selamat yang mati dan bangkit, mengalahkan dosa dan maut
• ... pengakuan bahwa perbuatan baik kita tidak dapat menggantikan pengorbanan yang Kristus telah buat di atas kayu salib.

• secara pribadi …bertobat di hadapan Tuhan atas dosa kita dan oleh iman menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi
Catatan: Baptisan atau keanggotaan gereja tidak dapat menyelamatkan seseorang dari neraka. (Kisah Para Rasul 20:21)

”Umat perjanjian” merujuk kepada mereka yang berada dalam hubungan perjanjian dengan Tuhan dan berarti kelompok yang lebih kecil DI TENGAH kelompok yang lebih besar dari umat yang diselamatkan seperti yang digambarkan di atas. Mereka telah memasuki hubungan khusus dengan Tuhan (di luar roh keselamatan) dengan cara mengikuti semua perintah Tuhan secara sukarela. Di dalam masa (gereja) ini, syarat baptisan (dibenamkan di dalam air) oleh gereja Perjanjian Baru Yesus Kristus yang diotorisasi, diikuti dengan iman kekal (percaya) yang hidup, bertumbuh dan menghasilkan buah untuk kemuliaan Kristus.

Gereja universal (“the universal church”) adalah ajaran sesat yang dimulai oleh gereja Katolik Roma (universal). Adalah kaum protestan, Martin Luther yang akhirnya memodifikasi ajaran sesat ini menjadi teori sesat "gereja universal tidak tampak (the universal invisible church) atau universalism" yang disebarkan dan dipercaya oleh mayoritas "umat yang diselamatkan" masa kini. Ajaran ini berkata bahwa semua yang diselamatkan membentuk sebuah tubuh Kristus tidak tampak yang besar, mendunia, yang dikenal dengan nama GEREJA tanpa menghiraukan ajaran bertentangan, cara baptisan yang bermacam-macam ... rencana keselamatan, dll.

Anda akan menyadari bagaimana seseorang menjawab beberapa pertanyaan berikut akan menyingkapkan pendekatan-nya (model untuk penafsiran Alkitab) demikian juga pelaksanaan-nya atas lingkup Alkitab

• ”Apakah Alkitab itu?”

• “Kepada siapa Alkitab ditulis?”

• "Dapatkah semua yang diselamatkan mengambil Alkitab dan mengaplikasikan tiap janji dan berkat-Nya kepada mereka dan denominasi mereka tanpa memandang bulu?”

• "Apakah tema atau pesan keseluruhan Alkitab? Apakah sekedar untuk menyelamatkan manusia dari neraka? Atau adakah ada tema dan tujuan yang lebih spesifik?"

• “Jika Alkitab ditulis dengan ‘semua yang diselamatkan’ dalam pemikiran kita, bagaimanakah sebuah kelompok di dalam komunitas yang diselamatkan (misalnya anggota gereja Perjanjian Baru) meng-klaim berkat dan janji tersebut hanya dikhususkan untuk mereka saja?”

• “Dengan tanda yang sama, jika tanda dan berkat Alkitab ditujukan untuk orang-orang tertentu di dalam jumlah yang diselamatkan, bagaimanakah mereka yang diselamatkan yang tidak termasuk bagian dari kelompok tertentu tersebut meng-klaim berkat dan janji yang sama?”

Pendekatan awal seseorang entah dari sudut "A" atau sudut "B" akan menentukan pendekatan dan penafsiran-nya, yaitu, model-nya, untuk menafsirkankan dan memahami Alkitab. Mereka yang percaya bahwa Alkitab ditulis kepada dan untuk gereja mistis universal tidak tampak (mystical, universal invisible church) [dari semua yang diselamatkan], akan menafsirkankan Alkitab dari sudut UNIVERSALISM.

Perjanjian Baru, khususnya akan dilihat sebagai ‘yang diselamatkan’ dalam pikiran, dan sebagai penerima janji dan berkat. Sebaliknya, mereka yang melihat Alkitab sebagai DITULIS OLEH orang yang di dalam perjanjian dengan Tuhan Abraham, Ishak dan Yakub ...; DITULIS KEPADA orang di dalam perjanjian dengan Tuhan...; dan DITULIS BAGI umat perjanjian yang sama, menggunakan pendekatan Perjanjian terhadap Alkitab (COVENANT APPROACH TO THE SCRIPTURE) sebagai model penafsiran mereka untuk memahami pesan Alkitab. Dengan pendekatan Perjanjian (the Covenant Approach), Alkitab dimengerti sebagaimana yang diharapkan – sebagai unit harmonis perintah diberikan kepada komunitas umat perjanjian dimana mereka mungkin [melalui terikatnya dengan syarat perjanjian] mempersiapkan diri mereka untuk menerima warisan terbaik untuk kekekalan. Tuhan menawarkan kepada umatnya masa kini keselamatan seutuh-Nya [keselamatan dalam kemuliaan kekal, yaitu warisan kerajaan 2Timotius 2:10]. Warisan seperti itu tidak hanya meliputi terlepas dari neraka, tetapi juga “hak untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu kerajaan Kristus" ~ 2 Petrus 1:10,11.

Alkitab tidak hanya mendukung bahwa karunia keselamatan Tuhan kepada umat manusia hanya berarti lepas dari api neraka. Menerima warisan seutuhnya adalah apa yang Tuhan inginkan untuk umat manusia. Ini adalah “Injil Kerajaan” yang pertama kali diajarkan Yohanes Pembaptis, Yesus Kristus sendiri dan rasul-rasul -> [Mat 3:1,2; 4:17,23; 6:33; 9:35; 24:14; Kis 1:3; 8:12; 14:22; 19:8; 20:25; 28:23,31; 1Kor 6:9,10; 15:50,51; Gal 5:16-21; Ef 5:5; Kol 4:11; 1Tes 2:12; 2Tes 1:5; 2Tim 4:1,18; Ibr 1:8; 12:28; Yak 2:5; 2 Pet 1:11; Why 1:9; 12:10]. Injil Kerajaan adalah pesan dari keselamatan penuh dan sempurna yang Tuhan inginkan agar umatnya alami. Injl yang dilemahkan masa kini hanyalah keselamatan yang terlepas dari api neraka.

Pendekatan Perjanjian terhadap Alkitab (The Covenant Approach to Scripture) berpegang bahwa orang perlu memasuki hubungan perjanjian dengan Tuhan melalui gereja Perjanjian Baru Kristus yang sesungguhnya [yang adalah umat Perjanjian Baru masa ini, Israel rohani Tuhan– Gal 3:26-29; 6:15,16; 2Kor 3:5-11; Fil 3:3], jika mereka akan diberikan hak akan warisan penuh yang Tuhan ingin berikan kepada mereka. Institusi Perjanjian Baru Tuhan, gereja lokal Kristus yang dibangun secara Alkitabiah di bumi telah ditahbiskan untuk mempersiapkan yang lainnya untuk menerima berkat ini (Mat 28:18-20; Kis 1:8). Yesus sendiri berkata kepada wanita Samaria bahwa "keselamatan datang dari bangsa Yahudi” (Yoh 4:22). Pernyataan tersebut tetap benar baik dulu maupun sekarang. Ini adalah bagaimana "keselamatan (masih) datang dari bangsa Yahudi" karena melalui Israel rohani-lah [gereja Tuhan, umat Perjanjian Baru], seseorang mengambil bagian dalam "hidup berkelimpahan” di dalam hubungan perjanjian “DI DALAM KRISTUS” (Gal 3:26-29) dan berada di dalam posisi untuk menerima “hak untuk memasuki” ke dalam kerajaan kekal Yesus Kristus.

Sekarang, marilah kita periksa kedua model untuk menafsirkankan Alkitab. Bandingkan nomor paragraf yang sama di dalam tabel berikut untuk mengetahui perbedaan dan percabangan kedua model:

THE COVENANT MODEL

1. Pendekatan Perjanjian terhadap Alkitab (The Covenant Approach to Scripture) adalah model yang mengakui bahwa Perjanjian Baru ditulis oleh manusia yang dibaptis secara Alkitabiah; yang ditulis untuk mereka yang menerima baptisan Alkitabiah, dan ditulis untuk manfaat dan makanan rohani supaya mempersiapkan mereka untuk hubungan mempelai di dalam kerajaan yang akan datang

2. Model Perjanjian (The Covenant Model) mengerti bahwa istilah “orang kudus,” “mempelai,” “Kristen,” “di dalam Kristus,” “imam,” “yang terpilih,” “dijadikan anak,” “domba,” “kawanan domba,” “raja,” “hamba,” “prajurit,” “murid,” “ciptaan baru,” “duta besar,” “perawan,” dll, ditemukan di Perjanjian Baru digunakan sehubungan dengan perkumpulan Perjanjian Baru atau umat khusus Tuhan yang ditandai dengan persekutuan (misalnya 1Kor 1:2; 14:33; Ef 1:1; Kol 1:2; Yoh 3:29; Kis 11:26; 1Pet 2:5,9; Kol 3:12; 1Tes 1:1-4; Gal 3:26-4:7; Kis 20:28; Why 1:6; 2Tim 2:3,4; 2Kor 5:17,20; Gal 6:15,17; 2Kor 11:2; dll)

3. Di bawah Model Perjanjian (The Covenant Model), istilah “di dalam Kristus” digunakan di Perjanjian Baru hanya sehubungan dengan umat yang mendapatkan baptisan Alkitabiah sejak ungkapan yang menunjuk kepada hubungan kedudukan dengan Kristus pada baptisan (Gal 3:27,28; Rom 6:3-5; 12:5; 1Kor 12:13).

4. Model Perjanjian (The Covenant Model), memahami dengan jelas bahwa Yesus berbicara kepada murid-muridNya, anggota gerejaNya, ketika Dia berbicara tentang janji Roh Kudus yang akan datang sebagai Sang Penghibur dan menuntun ke dalam segala Kebenaran, yang tidak hanya BERDIAM DENGAN mereka, tetapi juga BERADA DI DALAM mereka.” (Yohanes 14:17,18).

5. Model Perjanjian (The Covenant Model) dengan jelas mengakui gereja Tuhan sebagai institusi istimewa yang didirikan oleh Yesus Kristus yang twla membeli gerejaNya dengan darahNya sendiri (Yoh 15:13,14; Kis 20:28; Ef 5:25).

6. Model Perjanjian (The Covenant Model) melihat “gadis yang bijaksana” dalam injil Matius melambangkan orang kudus yang setia [umat mempelai] yang karena mereka “siap,” ketika “menyongsong” mempelai laki-laki. “Menyongsong” adalah sama dengan “menyusul” atau “berkumpul bersama” mempelai yang setia untuk mengambil bagian dalam kebangkitan ke dalam kemuliaan; untuk memasuki kerajaan kebenaran yang kekal; untuk menerima warisan untuk memerintah dan bertahta bersama Kristus dalam kerajaanNya (Matius 25:1-13; Why 19:6-9).

7. Dalam model Perjanjian(the Covenant Model), mempelai yang setia akan dipisahkan dari umat biasa yang diselamatkan , dan mereka akan memerintah bersama-sama dengan Kristus atas mereka [bangsa yang diselamatkan] selama masa seribu tahun dan sepanjang masa (1Kor 6:2,3; 2Tim 2:12; Why 2:26,27; 5:10; 20:4-6; 22:3-5).


THE UNIVERSAL INVISIBLE CHURCH MODEL


1. Universalism memegang pandangan bahwa entah semua atau kebanyakan Perjanjian Baru berlaku untuk semua yang diselamatkan meskipun jelas terlihat:
• Di dalam Injil, Yesus melatih gerejaNya

• Di dalam kitab Kisah Para Rasul, gereja yang bertindak Di dalam surat-suratnya, rasul Tuhan yang dibaptis secara Alkitabiah menulis kepada gereja atau individu yang berhubungan dengan gereja Alkitabiah

2. Universalism melihat istilah ini juga berlaku kepada gereja Kristus. Tetapi, dengan pelaksanaan yang tidak konsisten dan longgar akan istilah ini sebagian besar dikarenakan teologi yang terbentuk sebelumnya, entah tahu atau tidak tahu, disengaja atau tidak disengaja, mereka mengambil gereja terdiri dari semua yang diselamatkan, entah dibaptis secara Alkitabiah atau tidak.

3. Universalism juga berpegang pada kepercayaan bahwa ungkapan "dalam Kristus" merujuk kepada hubungan gerejawi; kecuali bahwa “gereja” yang mereka maksudkan adalah entah sengaja atau tidak sengaja tubuh Kristus yang mistis, universal, tidak tampak terdiri dari mereka yang hanya diselamatkan.

4. Universalism juga percaya bahwa Roh Kudus datang untuk menghibur, memimpin dan berdiam dalam gereja; tetapi sekali lagi, entah sengaja atau tidak disengaja, semua yang diselamatkan adalah anggota gereja universal tidak tampak (universal, invisible church). Jadi, semua yang diselamatkan “dianggap” menerima Roh Kudus yang menghibur, memimpin dan berdiam pada saat iman pertama (keselamatan dari neraka).

5. Universalism percaya bahwa "gereja" yang untuknya Yesus mati merujuk semua yang diselamatkan, entah menerima baptisan Alkitabiah atau tidak. Ini berarti pada kedatangan Kristus, Dia akan meng-embalikan kebingungan besar kepada kemuliaan dan menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan “tanpa cacat atau kerut atau cela…” (Ef 5:25-27).

6. Universalism secara umum percaya Yesus akan datang kembali untuk mempelaiNya (yang diambil dari mereka yang diselamatkan). Oleh sebab itu, "gadis bijaksana " melambangkan “semua yang diselamatkan” yang akan "pergi menyongsong" mempelai laki-laki. Satu-satunya kualifikasi untuk "siap" maka itu, hanyalah diselamatkan. Teori yang salah ini membuat masalah karena teori ini akan membuat kelima GADIS bodoh yang ditinggalkan di luar dilambangkan sebagai mereka yang tidak diselamatkan. Tetapi, konteks ini menunjukkan dengan jelas sejak awal bahwa kelima gadis bodoh dan kelima gadis bijaksana, dan kesepuluh GADIS membawa pelitanya dan pergi menyongsong bertemu mempelai laki-laki. Jika kelima gadis bodoh tidak diselamatkan sejak awalnya, mengapa mereka memiliki hubungan dengan mempelai laki-laki?

Beberapa kaum universalis menemukan jalan untuk lari dari dilema mereka dengan membuat "gadis bijaksana" hanya berlaku kepada bangsa Yahudi dan oleh karena itu tidak berlaku untuk gereja non-Yahudi masa kini.

7. Universalism melihat semua yang diselamatkan, entah setia kepada Kristus atau tidak, menjadi mempelai Kristus. Kaum universalis dengan santainya menyimpulkan bahwa mereka yang jatuh, tidak pernah "sungguh-sungguh diselamatkan " pada awalnya. Jadi mereka mengakhiri dengan menyatakan bahwa semua yang diselamatkan adalah mempelai dan sisanya adalah mereka yang tidak pernah diselamatkan sejak awal, dan berakhir di neraka. Tetapi, ada sejumlah yang diselamatkan yang tak terhitung yang tidak layak menjadi mempelai Kristus, namun juga tidak layak masuk neraka. Mereka hanya-lah umat YANG DISELAMATKAN NAMUN TIDAK SETIA yang ditinggalkan di luar kerajaan Tuhan (1Kor 5:1-5,11-13; 6:9,10; Gal 5:16-21; Ef 5:1-6; dll).


KESIMPULAN

"Kaum Baptis" yang tahu atau tidak tahu mendukung pandangan Universalism menurunkan diri mereka ke denominasi lain selevel dengan semua kelompok Protestan yang lainnya. Jika demikian, apakah bedanya? Melalui Model Perjanjian (The Covenant Model) kita dapat melihat dengan jelas bahwa Alkitab ditulis untuk umat tertentu (umat perjanjian Tuhan) dan dimaksudkan untuk tuntunan dan latihan khusus mereka, supaya Dia akan memiliki "umat kesayanganNya " untuk namaNya, yang akan berada di dalam hadiratNya sebagai hambaNya dan mempelaiNya. Di bawah model ini, kita juga melihat bahwa kehendak Tuhan, dengan segala kejujuran, memiliki tempat bagi mereka yang tidak termasuk sebagai mempelai ataupun di neraka. Tempat tersebut adalah di antara bangsa-bangsa yang diselamatkan di bumi yang baru (Wahyu 21:23,24). Jika, menurut kaum Universalis, semua yang diselamatkan akan mewarisi kerajaan dan memerintah bersama dengan Kristus, siapa yang tersisa untuk diperintah?

“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. – Kolose 2:8