submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Sabtu, 22 November 2008

TUJUAN KEKAL TUHAN DAN JANJI ROH

Oleh LONNIE FORD

PENDAHULUAN

Rantai yang tidak terputus dari Wahyu sehubungan dengan tujuan perjanjian Tuhan adalah satu bukti terbesar dari inspirasi Ilahi Alkitab.Meskipun manusia jatuh dari hubungan mulia dengan Tuhan, Tuhan tidak meninggalkan mahakaryaNya. Ia telah merencanakan dan berjanji untuk menebus manusia, memulihkannya kepada posisi sebelum manusia jatuh. Rencana ini telah dengan hati-hati diuraikan dan semakin dibukakan dalam berbagai macam perjanjian yang Tuhan buat dengan manusia. Perjanjian ini secara mulia dan selaras membahas tujuan murah hati Tuhan. Tuhan memilih untuk bekerja melalui orang-orang setia yang Ia panggil untuk masuk ke dalam hubungan perjanjian yang khusus dengan diriNYA. Bejana-bejana pilihan ini diberikan berkat dari hadirat Tuhan di antara mereka supaya mereka menjadi terang kemuliaan kepada dunia yang terhilang dan sekarat.

Perjanjian Eden Tuhan mulai membuat janjiNya dan tujuan kekal-Nya dibukakan di dalam Taman Eden sebelum kejatuhan. Manusia masa kini menyebutnya "Perjanjian Eden" (Kej 1:28-31). Di dalam perjanjian Tuhan menyatakan manusia untuk berkuasa, di bawah tuntunan Tuhan, atas semua makhluk hidup.
Ibrani 2:7 "Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,

Tetapi manusia jatuh dari martabat kekuasaan ini. Manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan yang telah Tuhan rancangkan padanya.
Ibrani 2:8 "segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.

Dosa dan pemberontakan pada bagian manusia tidak akan menyebabkan Tuhan untuk mengubah pikiran ataupun tujuanNya. Adam pertama gagal. (Roma 5:12)
"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Tetapi Tuhan membangkitkan Adam kedua. (I Korintus 15:45-47) yang akan menjamin apa yang Adam pertama ataupun keturunannya tidak dapat hasilkan. Dalam Ibrani 2:9, kita memiliki pernyataan agung tentang apa yang Tuhan akan lakukan melalui anakNya, Yesus.
Ibrani 2:9 " Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Tuhan Ia mengalami maut bagi semua manusia.

Perjanjian Adam Adam kedua, Yesus, akan menebus semua yang tersesat/terhilang dalam kejatuhan manusia dan Ia akan memulihkan ciptaan dan umat manusia kepada kemurnian dan kesucian Eden, dan Dia akan melakukan semua ini tanpa mengganggu kehendak bebas manusia. Setelah kejatuhan, penyediaan dan pewahyuan lain tentang tujuan Tuhan dibukakan dalam apa yang kita sebut, "Perjanjian Adam" (ditemukan dalam Kej 3:14-19). Di sini, prinsip kekuasaan manusia masih diakui, walaupun pada saat itu kutuk telah masuk karena dosa. Kemenangan Anugerah Ilahi terlihat, bahwa penebus tersebut berasal dari “keturunan perempuan”, yang akan meremukkan kepala ular, menghancurkan dia selamanya. Di dalam perjanjian ini, penebusan, Juru Selamat, telah dinubuatkan dan Dia ada di dalam manusia Mesias Yesus.

Perjanjian Nuh Masih kemudian, Tuhan berbicara kepada Nuh yang setia menyampaikan wahyu ini di dalam apa yang kita sebut "Perjanjian Nuh". (Kejadian 6:18-22; Kejadian 9:2-6,9-11) Perjanjian ini menyediakan pemeliharaan ‘manusia’ melalui bahtera yang dibuat oleh Nuh yang setia. Perjanjian ini menyatakan Yesus sebagai bahtera keselamatan untuk semua yang percaya pada keselamatan jiwanya. Perjanjian ini menyatakan Yesus sebagai bahtera keselamatan bagi semua yang percaya atas keselamatan jiwa mereka.

Perjanjian Abraham Kemudian datanglah beberapa perkataan kepada Abraham, yakni "Perjanjian Abraham ".(Kej . 12:1-3; 18:18; 17:1-8). Di sini Abraham menjadi alat pilihan yang melaluinya “keturunan” khusus dijanjikan. Dijanjikan bahwa, melalui keturunannya, semua bangsa di bumi akan diberkati. Dalam perjanjian ini dijanjikan tanah, bangsa dan raja demikian juga upah yang besar; (Kej 15:1) upah yang akan mencakup sifat sesungguhnya dan kemuliaan Tuhan melalui kepenuhan Roh. Kemudian, janji yang sama juga dikonfirmasi-kan dengan Ishak dan Yakub. Melalui Abraham dan keturunan-nya, sebuah bangsa besar (tunggal) dan bangsa-bangsa (jamak) akan lahirseperti yang Tuhan janjikan. Bangsa besar ini adalah Israel, yang kepada-nya Tuhan berikan hukum-hukumNya dan adopsi dan kemuliaan. Dengarkan Paulus dalam Roma 9:4-5,
"Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. 5. Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Tuhan yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

Perjanjian Musa Tuhan mengkonfirmasi ulang tujuanNya di dalam "Perjanjian Musa " (Kel .19,20.) Perjanjian ini juga diberikan secara bertahap. Apa yang disebut manusia sebagai "Perjanjian Palestina " (Ul . 29-30) adalah perjanjian yang sama dibuat melalui Musa dengan sebuah bangsa, bangsa perjanjian, Israel. Ketetapan di dalam perjanjian ini sangatlah panjang. Saya hanya akan merujuk kepada dua yang paling jelas, yang adalah ketetapan untuk tipikal kerajaan di Kanaan dan persiapan moral untuk umat kerajaan. Hukum ini diberikan untuk membuat tata tertib dan membawa hati mereka kepada kekudusan yang penting untuk hadirat Tuhan di tengah-tengah mereka. Hukum ini penting supaya umat pilihan dapat sadar akan dosa mereka dan memalingkan hati mereka kepada Tuhan. Hukum ini adalah “guru laki-laki” yang dirancang untuk menunjuk kan kepada manusia akan "keturunan", Kristus, yang melaluiNya segala bangsa akan diberkati. Gal. 3:13-29.

Perjanjian Imamat Kemudian ada “Perjanjian Imamat " (Bil 25:12-13) Di sini Tuhan memilih suku Lewi untuk menjadi imam. Mereka telah terpilih sebagai anak sulung dari keluarga Tuhan untuk memberikan pelayanan rohani kepada Tuhan. Perjanjian ini juga memiliki aspek kekal, mencapai puncak-nya pada Keimaman kekal Kristus. Yesus diurapi sebagai Imam Besar umat Perjanjian Baru ketika Roh turun ke atasNya pada baptisanNya. Jadi Yesus dinubuatkan juga di dalam perjanjian Imamat.

Perjanjian Daud Kemudian ada Perjanjian Daud yang membuat penyediaan khusus untuk Raja kebenaran dan kesinambungan tahtanya. (I Taw. 17:4-15) Tuhan telah memilih "rumah Daud” untuk melahirkan Raja Besar yang ditentukan untuk memerintah bumi dalam kebenaran. Ini juga menunjuk kepada Kristus, keturunan perempuan, keturunan Abraham, keturunan Daud yang akan duduk di atas tahta Daud dalam kedatangan sesungguhnya Kerajaan Tuhan di bumi. Lukas 1:68-79.

Perjanjian Baru Dan akhirnya kita tiba ke “Perjanjian Baru” yang dibuat dengan kaum Israel dan Yehuda. Perjanjian ini, disegel dengan darah Anak, adalah penegasan dari semua yang Tuhan janjikan dan rancangkan di dalam perjanjian sebelumnya. Oleh sebab itu, perjanjian ini dimungkinkan kepada semua umat manusia, dan menjamin kepada mereka yang "di dalam Kristus " semua janji yang dibahas di dalam setiap perjanjian. Baca Ibr 2:9-18
"Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Tuhan Ia mengalami maut bagi semua manusia. 10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Tuhan--yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--,yaitu Tuhan yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. 11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, 12 kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat," 13 dan lagi: "Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya," dan lagi: "Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Tuhan kepada-Ku." 14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. 16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani. 17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Tuhan untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. 18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Semua yang tertutup di dalam Perjanjian Lama dibukakan di dalam Perjanjian Baru. Semua jenis dan bayangan memberikan jalan kepada kenyataan Yesus, Anak Tuhan. Sekarang, dengan gambaran tujuan kekal Tuhan dalam benak anda, marilah kita kembali kepada berita yang Tuhan buat dengan Abraham, untuk menjadikannya “bangsa yang besar”. Tuhan menjanjikan Abraham bahwa keturunannya akan menjadi "seperti pasir di pantai"dan "seperti bintang di langit". Tuhan juga menjanjikan bahwa bangsa yang besar ini, akan melahirkan "keturunan" (tunggal) di mana sema bangsa akan diberkati. Sekarang berkat perjanjian ini berlaku hanya kepada keturunan Abraham (yakni. berkat perjanjian hanya untuk umat perjanjian). Umat ini tidak mencakup keturunan jasmani-nya, melainkan hanya kepada mereka yang dari "iman Abraham" (Roma 4:16). Banyak dari keturunan jasmani-nya akan membentuk bangsa yang diselamatkan di bumi yang baru Wahyu 21:24

Bangsa besar (tunggal) yang Tuhan janjikan berasal dari Abraham adalah “Rumah Tuhan.” Sebagai rumah Tuhan, Israel adalah umat dimana Tuhan berdiam melalui Roh-Nya di mana kemuliaan Shekinah yang datang atas Tabernakel dan Bait. Di dalam Ibr 3:1-6 kita membaca:
"Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus, 2 yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya. 3 Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. 4 Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Tuhan. 5 Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Tuhan sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, 6 tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Musa tidak memiliki rumahnya sendiri, tetapi setia kepada rumah Tuhan. Lihat Bilangan 12:7 untuk lebih jelasnya:
"Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku."

Sekarang, berapa banyak rumah yang dimiliki Tuhan? Ada tabernakel, bait Tuhan dan gereja. Tetapi sebenarnya hanya ada satu rumah Tuhan. Israel, umat Tuhan yang dengan-nya Tuhan membuat perjanjian kekal (Kej 17:6-8) adalah rumah Tuhan oleh karena adanya Tuhan yang berdiam di antara mereka. Musa adalah pelayan dari rumah tersebut. Hari ini, Gereja Perjanjian Baru adalah rumah Tuhan di bawah Perjanjian Baru. Dengan demikian, gereja perjanjian baru menempati posisi yang sama seperti bangsa Israel di masa lampau. Gereja, dibangun atas dasar para rasul dan nabi dengan Kristus sebagai batu penjuru terdiri dari murid Yesus Kristus yang merupakan sisa-sisa bangsa Israel. Karena ketidakpercayaan Israel, untuk sementara Tuhan telah menolaknya. Cabang asli telah dipotong dari Pohon Zaitun. Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. (Rom. 9:6-8; 11:1-25). Ketika Yesus memulai pelayananNYA di bumi, Ia mengutus para rasul/nabiNya kepada "domba terhilang (tersesat) umat Israel." Walaupun bangsa Israel, secara keseluruhan, menolak Raja mereka, masih ada “sisa” yang setia yang menerima Dia sebagai Mesias. Sedikit yang setia meng-klaim bahwa janji yang “dibuat dengan rumah ini", dan dengan mereka-lah, Tuhan mengadakan Perjanjian Baru. Sisa lain bangsa itu menjadi sunyi dan terpencil. Sisa bangsa yang setia tetap sebagai "rumah Tuhan". Mereka ini adalah "rumah Tuhan" yang adalah "gereja Tuhan" pada masa ini, Jemaat Tuhan yang sesungguhnya.

Marilah kita lihat sejenak untuk mengulang beberapa poin tersebut dengan cara yang lain:
1) Tuhan menyatakan Janji dan TujuanNya kepada manusia melalui perjanjian yang dibuatNya dengan mereka. Tujuan Kekal Tuhan adalah tanpa syarat. Tuhan akan menggenapi tujuanNya meskipun semua manusia memberontak. Tetapi, pada saat yang sama, partisipasi manusia dan perjanjian di dalam perjanjian juga tanpa syarat (atas iman dan ketaatan yang kekal)
2) Setiap perjanjian adalah pewahyuan bertahap dari tujuan kekal Tuhan. Tujuan ini meliputi penegakan kerajaan seribu tahun di mana, Kristus, (keturunan wanita, keturunan Abraham, keturunan Daud) akan memerintah sebagai Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Pada hari itu segala sesuatu akan diletakkan di bawah kakiNya dan mereka yang berada "di dalam Kristus" (mereka yang menjadi keturunan Abraham, pewaris janji Gal 3:27-29) akan memerintah bersama dengan Dia. Di sini kita lihat manusia dipulihkan ke martabat kekuasaan yang hilang sejak kejatuhan manusia.
3) Semua janji Perjanjian dibuat dengan umat perjanjian. Berkat perjanjian hanya diperuntukkan bagi umat perjanjian. Ada umat yang diselamatkan di luar bangsa Israel. Ada juga penyediaan bagi mereka yang diselamatkan di luar perjanjian. Tetapi "berkat perjanjian " hanya diperuntukkan bagi mereka yang akan memasuki perjanjian dan berjalan menurut syarat yang dibuat (iman dan ketaatan yang kekal).
4) Tuhan menjadikan Abraham, kedua “bangsa-bangsa” dan “sebuah bangsa yang Besar” sebagai dua kelompok yang benar-benar berbeda. Bangsa yang Besar ini adalah Israel. Ini adalah umat perjanjian yang Tuhan pilih untuk dipimpin dengan tiang awan dan tiang api, dan untuk "hadir" bersama mereka di dalam tabernakel dan Bait.
5) Oleh kebajikan “hadirat Tuhan” dengan mereka, Israel menjadi rumah Tuhan, dimana Musa adalah hambaNya yang setia
6) Meskipun Israel telah dipotong, karena pemberontakan mereka kepada syarat perjanjian, sisa bangsa Israel yang ditemukan setia menerima janji Bapa yang dibuat dengan rumah ini. Ini adalah janji Perjanjian Baru dan semua penyediaan mulia Perjanjian Baru. Lihat Yeremia 31:31-34.

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Tuhan mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
(bandingkan Ibrani 8:6-13)

7) Hanya sisa kaum Israel menerima janji Perjanjian Baru melalui iman di dalam Yesus Kristus sebagai Mesias mereka. Mereka adalah kelanjutan dari keluarga Tuhan. Yang dicangkokkan ke sisa ini adalah bangsa non-Yahudi yang percaya pada masa kini - Roma 11:17-22; Efesus 2:1-22; 3:6. Untuk mengkonfirmasi ini, perhatikan kalimat Paulus di dalam Roma 11:17-23
"Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. 19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. 20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! 21 Sebab kalau Tuhan tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Tuhan dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. 23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Tuhan berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.
"(bandingkan Galatia 3:27-29)

Sekarang, keluarga Tuhan ini, tidak hanya terdiri dari bangsa Yahudi, tetapi juga bangsa non-Yahudi yang dicangkokkan pada bangsa Israel, oleh iman. Ini adalah rumah itu, gereja Tuhan, dimana Yesus dikatakan akan menjadi Anak di atasnya, dan kita akan menjadi rumahNya, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan. ". Ibr. 3:6
(Perhatikan sifat bersyarat posisi kita]
Dalam 1 Tim 3:15 kita baca:
"Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Tuhan, yakni jemaat dari Tuhan yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. (Sangatlah jelas bahwa jemaat Tuhan adalah keluarga Tuhan hari ini.)

Sekarang mengenai poin yang kita maksudkan. Tuhan selalu mempunyai umat perjanjian khusus yang kepadanya Tuhan akan memberikan hadiratNya dan melalui-nya Dia menjaga namaNya di antara tiap generasi. Tetapi hadiratNya di antara mereka bersyarat. Mereka harus menguduskan diri mereka sehingga Tuhan yang Kudus dapat berada bersama mereka. Dalam janji Perjanjian Baru ini, dibuat dengan kaum Israel dan Yehuda, terdapat penyediaan untuk pencurahan Roh atas umat Perjanjian Baru ini. Janji ini dibuat di dalam Perjanjian Lama kepada mereka yang berada di dalam Perjanjian Lama. Perhatikan kalimat Yoel 2:28-32.
"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. 30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. 32 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas."
Sebelum kenaikanNya ke Bapa, Yesus berkata kepada murid-muridNya dalam Lukas 24:49.
"Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Bukanlah kebetulan bahwa Roh Kudus disebut “Roh Kudus yang dijanjikan" dalam Ef. 1:13. Ini sebagai rujukan dari nubuatan Perjanjian Lama Yoel, Zakharia, Yesaya dan Yehezkiel di antara lainnya. Pelayanan Roh kepada gereja dan melalui gereja tidak dapat dimengerti di luar dari ulasan mendetil akan apa yang Yesus sebut sebagai “Janji Bapa” dalam Kis 1:4. Penyelidikan mendalam Yohanes 13-17 akan mengakui orang-orang yang berhubungan dengan “Janji Bapa”. Kelompok ini adalah mereka yang dengan-nya Tuhan mengadakan perjamuanNya di ruang atas. Setelah penguburan kematian dan kebangkitan Yesus, dikumpulkan dengan rasul-rasulNya, dan mengajar selama 40 hari, Dia menyuruh mereka untuk menantikan seperti dicatat dalam Kis 1:3-5.
3"Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Tuhan. 4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. 5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Sebelum Roh dapat datang dalam kapasitas berdiamnya Roh, penting bagi Yesus untuk baik “pergi” dan “dimuliakan" (Yoh 16:7; 7:37-39). Kita aman untuk berbicara bahwa janji itu dibuat dengan kaum Tuhan, dan bukan dengan semua orang yang diselamatkan. Ini adalah janji yang dibuat dalam Yer. 31:31-34 dengan kaum Israel dan kaum Yehuda. Janji ini hanya digenapi sebagian pada hari Pentakosta, di atas sisa yang setia dari kaum itu. (Masih ada aspek masa depan dari janji tersebut yang berhubungan dengan kerajaan seribu tahun yang akan datang pada saat kedatangan Kristus)

Menurut Paulus dalam Ef 1:14 kita memiliki “jaminan Roh". Tetapi pada hari penebusan, kebangkitan dan regenerasi, kita akan menerima Roh tanpa tindakan. Secara tidak langsung dinyatakan bahwa kita sekarang menyadari hanya janji akan apa yang akan terjadi pada hari mulia itu. Nabi Perjanjian Lama selalu melihat janji “Roh yang berdiam” dihubungkan dengan pemulihan teokrasi kepada Israel di masa seribu tahun yang akan datang. Bandingkan Yeh 37:26-28. Kesaksian Yesaya sangat selaras dengan ini. Bandingkan Yes 59:19-21. Sangatlah jelas bahwa penggenapan utuh dan akhir “janji Bapa” akan direalisasikan dalam kedatangan kerajaan Tuhan Yesus Kristus.

Ini adalah penyebab untuk bersukacita "bahwa bangsa non-Yahudi adalah sesama ahli waris, berasal dari satu tubuh dan mengambil bagian dari janji dalam Kristus oleh Injil." Ef. 3:6. Tetapi Paulus memperingatkan “agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Tuhan." (Ibr 6:12) Kemudian dalam Ibr. 10:36 Paulus berkata,
Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Tuhan, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Pencangkokan bangsa non-Yahudi ke dalam “Rumah Tuhan "adalah " yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan”, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada rasul-rasul dan nabi-nabi menurut Ef. 3. Menurut Ef. 5 (ayat 30,32), mereka adalah anggota gereja Perjanjian Baru yang Alkitabiah, adalah anggota tubuh (daging dan tulang) Kristus. Kristus adalah “keturunan” Abraham yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, (menurut Ef 2) hanya melalui pengenalan akan Kristus, dalam hubungan tubuh, bahwa bangsa non-Yahudi menjadi “anggota tubuh juga” bersama dengan orang kudus dan anggota keluarga Tuhan. Tidak ada manusia yang dapat mengalami berkat perjanjian terlepas dari hubungan yang intim dengan Yesus, Kristus, keturunan Abraham, dan ahli waris Janji. Dalam Galatia kita baca (pasal. 3:14):
“Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. “
Dengan kematian "keturunan", Yesus, penyediaan ini dibuat supaya "berkat Abraham" juga datang atas bangsa non-Yahudi. Ini dilakukan supaya kita dapat menerima “Roh yang dijanjikan oleh iman” (Gal 3:13,14). Ini adalah ?? “Roh yang dijanjikan “adalah janji kehadirat Tuhan dengan umat Perjanjian Baru-Nya masa kini. Janji ini terbatas untuk umatnya yang taat dan terkasih– janji ini untuk mereka yang mencintai perintah- perintah Tuhan. Yoh. 14:21-23 bandingkan Kis 5:30-32. Pasal 14-17 Injil Yohanes berkisar tentang "janji Bapa" dan akibatnya dalam kehidupan umatNya, gereja Perjanjian Baru-Nya. Hal ini dirangkum dengan baik dalam Yohanes 14:16-17
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu " Rasul Paulus berbicara tentang berkat yang sama di Kolose 1:26-27 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Tuhan mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

Di sini rujukan akan bersemayamnya Kristus akan ditemukan berhubungan dengan Kristus berada “dalam” umatNya, dan mereka “dipenuhi dengan kepenuhan Tuhan”

Ef 2:22 Di dalam Dia kamu (anggota tubuh Kristus, gereja) juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Tuhan, di dalam Roh.

Dalam Yohanes 14:22-23 Yudas bertanya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia? Yesus menjawab dalam ayat 23: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Dalam Yohanes 14:20 kita membaca:
“Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu."
Siapa yang tidak dapat melihat bahwa Yesus membandingkan hubungan antara diriNya dan umat perjanjianNya dengan hubungan yang ada antara DiriNya dan BapaNya. Datangnya Roh akan memberikan pengetahuan akan hubungan yang dekat, diberkati dan mulia. Hanya melalui Roh dan kesadaran akan hadiratNya kita “menyalibkan manusia lama dan hidup dalam hidup baru." (bandingkan. Gal. 2:20)

Apa yang termasuk dalam "Janji Bapa”?

A. Janji Bapa mencakup pengurapan.

Ini adalah “pengurapan" rajani dan keimaman. Ini dengan maksud untuk pelayanan keimaman. Ini adalah supaya kita dapat memberikan “senantiasa korban ucapan syukur kepada Tuhan." (Ibr. 13:15; 1Pet 2:9). Pengurapan ini mengajar dan memperlengkapi. Dalam Kis 1:4 orang-orang kudus disuruh untuk “menantikan janji Bapa.” Dalam ayat 8 Dia berkata, "tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu." Dalam I Yoh 2:20,27 kita membaca:
Ayat 20: Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Ayat 27: Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta—dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. Bandingkan Yoh 6:45, 14:26; 16:12-15.

B. Janji Bapa menjadikan kita di dalam posisi anak melalui adopsi

Berdiamnya Roh Kudus digambarkan sebagai Roh yang menjadikan kita anak-anak Tuhan. Mereka yang telah ditebus oleh darah Kristus telah menerima adopsi melalui Roh Kudus yang berdiam.
Rom 8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Tuhan. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Yesus memperoleh (menebus) gerejaNya dengan darahNya sendiri.
Kis 20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Tuhan yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Gal 3:26-4:7 Sebab kamu semua adalah anak-anak Tuhan karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Tuhan. Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu; tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya. Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia. Tetapi setelah genap waktunya, maka Tuhan mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Tuhan telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Tuhan.

C. Janji Bapa dirancang untuk menciptakan kesatuan di dalam tubuh. Ini jelas terlihat dalam doa Tuhan untuk umatNya seperti yang ditemukan dalam Yohanes 17:18-23
Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran. 20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Ini tidak dapat digenapi tanpa datangnya Roh untuk “berdiam” di dalam mereka sehingga mereka dapat memiliki “pikiran Kristus” (1 Kor 2:9-16). Kesatuan yang diciptakan oleh bersemayam-nya Roh akan membawa kita kepada keserupaan dengan gambar Kristus. Ef. 4:13

D. Janji Bapa memberikan kemerdekaan kepada anak Tuhan.
Dalam II Kor. 3:17 Paulus mengajarkan bahwa, "dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan. Hanya melalui pengenalan akan “Anak” –lah manusia menjadi merdeka. Kemerdekaan ini sangat luas; kebebasan dari perbudakan, kematian dan kubur. Dalam konteks Gal 4 kita belajar bahwa mereka yang adalah keturunan Abraham (dibaptis ke dalam Kristus - Gal 3:27-29) bukan-lah anak-anak hamba perempuan (dilambangkan oleh Yerusalem masa kini) tetapi kita adalah anak-anak perempuan merdeka. Oleh karena itu, peringatan dalam Gal. 5:1 “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. “
Seseorang dapat memasuki kemerdekaan hanya melalui pengenalan akan Kristus dalam kematianNya. Hanya mereka yang telah mati dimerdekakan dari dosa, menurut Rom. 6:7. Dalam Rom. 7:4, Paulus memperingatkan orang Roma bahwa mereka "mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus.” Oleh sebab itu, mereka dimerdekakan dari kuk perhambaan sehingga mereka dapat dinikahkan dengan lainnya. Kemerdekaan ini bukanlah kemerdekaan untuk berdosa melainkan kemerdekaan untuk ditunangkan dengan Kristus.

E. Janji Bapa memberikan jalan masuk ke Bapa - "di dalam nama Yesus "
Yohanes 16:24,26-27. Otoritas untuk menghampiri Bapa di dalam nama "Yesus" diberikan kepada kelompok yang sama yang berkumpul di ruang atas dan mengambil bagian di dalam perjamuan dengan Tuhan. Otoritas ini tidak pernah diberikan kepada semua yang diselamatkan tetapi hanya kepada yang menerima Roh yang berdiam. Otoritas "jalan masuk" diberikan oleh Yesus kepada gerejaNya. Dalam Ibr 10:21 & 4:14, Yesus dikatakan sebagai Imam Besar atas "rumah Tuhan ". Hanya “Imam Besar” di bawah Perjanjian Lama yang dapat masuk ke dalam Ruang Maha Kudus. Yesus adalah Imam Besar Rumah Perjanjian Baru-Nya. Di bawah Perjanjian Baru, mereka yang dibaptis kedalam Kristus diberikan jalan masuk melalui TubuhNya (atau daging) ke dalam hadirat Tuhan. bandingkan. Ibr 10:15-24; Ibr 4:14-16. Hari ini, sebagai sesama anggota Perjanjian Baru, kita dapat menghampiri Tuhan “di dalam nama Yesus”

Jadi, yang tercakup di dalam janji ini:
A. Pengurapan sebagai Raja dan imam, diperlengkapi untuk bersaksi, mengajar dan menyembah.
B. Menempatkan kita sebagai anak laki-laki dan wanita Tuhan.
C. Kesatuan, untuk membawa kita kepada keserupaan gambar Kristus.
D. Kemerdekaan, untuk dapat dinikahkan dengan lainnya bahkan Yesus Kristus.
E. Jalan masuk, yang mencakup otoritas untuk menghampiri Bapa di dalam nama Yesus. Yesus adalah Imam Besar kita dan melalui Dia, kita dapat datang dengan berani menghadap tahta Tuhan.

KESIMPULAN

Yesus memperingatkan jemaat Efesus tentang bahaya kehilangan janji yang diberkati. Kaki dian mereka akan diambil karena mereka telah meninggalkan kasih mereka yang semula. Wahyu 2:1-7. Kaki dian ini menandakan hadirat Roh yan berdiam. Ini berbicara tentang Kristus hidup dan berjalan di tengah umatNya. Hanya mereka yang mengasihi Kristus dan FirmanNya, di atas segalanya, adalah bagian dari umat perjanjianNya. RumahNya adalah dimana Roh berdiam dan hanya mereka yang berasal dari rumahNya dapat mengklaim janji Roh. Satu dari Firman yang paling menyedihkan di dalam Alkitab ditemukan dalam kitab Yehezkiel pasal 9 dan beberapa pasal berikutnya. Di sini, hadirat Tuhan nampaknya meninggalkan Rumah Tuhan. Mengapa? Karena, seperti yang Tuhan katakan dalam pasal 12 ayat. 2:

“mereka adalah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak. “
Hari ini, jemaat gereja Tuhan yang sesunguhnya harus “menghormati hadirat Tuhan”. Hadirat Tuhan-lah yang membuat perbedaan. Terkutuklah mereka, yang tidak menghormati hadiratNya, karena mereka bisa kehilangan hadirat Tuhan! Apakah anda bersama dengan hadirat Tuhan? Apakah anda berada di dalam perjanjian Tuhan dan dengan setia melayani di dalam gereja Alkitabiah-Nya yang sesungguhnya?