submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Minggu, 09 November 2008

NATAL

Oke! Jadi Natal adalah perayaan penyembah berhala! Tetapi bagaimana jika kita hanya menghormati Kristus dan tidak mengambil bagian dalam adat penyembah berhala ini??

Sebaiknya kita mengizinkan Kitab Suci berbicara untuk diri mereka sendiri...
“maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang Tuhan mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada Tuhan mereka? Akupun mau berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Tuhanmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi Tuhan mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi Tuhan mereka. ULANGAN 12-30-31

Ya Tuhanku, ingatlah bagaimana mereka mencemarkan jabatan imam serta perjanjian mengenai para imam dan orang-orang Lewi. Kutahirkan mereka dari segala sesuatu yang asing dan kutetapkan tugas-tugas untuk para imam dan orang-orang Lewi, masing-masing dalam bidang pekerjaannya, NEHEMIA 13:29-30
Kitab Suci berkata, “Tuhan itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."– YOHANES 4:24.
Menyembah Kristus dengan menghormati hari kelahiranNya pada hari yang bukan kelahiranNya, meminjam adat penyembah berhala ini, BUKANLAH menyembah Dia “dalam ROh dan Kebenaran "!!!
Kata "Natal"(Christmas) diambil dari "Misa dari Kristus"(Mass of Christ) atau "Misa Kristus"(Christ-Mass). Perayaan Natal datang kepada kaum Protestan dan dunia sekuler berasal dari gereja Katolik Roma. Tetapi, gereja Katolik Roma TIDAK mendapat Natal dari rasul-rasul yang semula. Natal ini juga tidak terdapat dalam Alkitab!!!
Marilah kita melihat apa yang Catholic Encyclopedia dan ensiklopedi sekuler katakan tentang Natal!!
"Natal bukan di antara perayaan mula-mula gereja... bukti pertama perayaan ini berasal dari Mesir."
"Adat penyembah berhala berkonsentrasi sekitar penanggalan Januari mendekati Natal."
"...Dalam Kitab Suci, tidak satupun dicatat mengadakan perayaan atau mengadakan banquet besar pada hari kelahiranNya [Yesus]. Hanya orang berdosa yang membuat sukacita besar pada hari mereka dilahirkan ke dalam dunia ini "
Catholic Encyclopedia, edisi 1911, diterbitkan Gereja Katolik Roma
"...Natal bukanlah perayaan mula-mula gereja...."

Encyclopedia Britannica, edisi 1946

"Natal... Ini adalah, menurut banyak pihak yang berwenang, tidak dirayakan pada abad pertama gereja Kristen, karena umat Kristen secara umum merayakan kematian seseorang yang luar biasa [contoh Komuni – kematian Kristus] daripada kelahiran mereka..."
"...Perayaan diadakan untuk memperingati momen ini [kelahiran Yesus] pada abad keempat. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan ini untuk dirayakan selamanya PADA HARI PERAYAAN KELAHIRAN SOL (MATAHARI) ROMA, karena tidak ada pengetahuan tertentu akan hari kelahiran Kristus ada." Encyclopedia Americana, Edisi 1944
Natal tidak dirayakan sebagai perayaan Kristen HINGGA ABAD KEEMPAT. Umat Kristen TIDAK merayakan Natal selama 300 tahun pertama – lebih lama daripada keseluruhan sejarah Amerika Serikat!!

Yesus tidak dilahirkan pada 25 Desember

Hari Natal – 25 Desember – hampir mendekati pertengahan musim dingin di bagian bumi Utara – termasuk daerah Palestina atau Yudea
Apakah Yesus lahir selama musim dingin? Marilah kita lihat apa yang Kitab Suci katakan...
" Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam." LUKAS 2:8
Para gembala TIDAK menjaga domba-dombanya di padang rumput selama Desember! Kawanan domba disembunyikan sebelum pertengahan Oktober untuk melindungi mereka dari musim hujan yang dingin yang akan mengikuti.
Dan ya, musim dingin di Yudea ADALAH masa yang ditandai dengan kondisi yang dingin, basah, dan penuh dengan hujan!!
Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. KIDUNG AGUNG 2:11

Lalu berhimpunlah semua orang laki-laki Yehuda dan Benyamin di Yerusalem dalam tiga hari itu, yakni dalam bulan kesembilan pada tanggal dua puluh bulan itu. Seluruh rakyat duduk di halaman rumah Tuhan, sambil menggigil karena perkara itu dan karena hujan lebat. EZRA 10:9
“Bulan kesembilan" secara kasar sama dengan Desember masa kini. Anda akan melihat bahwa pada masa itu ditandai dengan hujan musim dingin di Yudea. Kawanan domba tidak akan berasa di padang rumput pada masa itu!!
Ini adalah yang Adam Clarke Commentary (Vol 5, halaman 370, New York ed) katakan tentang tanggal kelahiran Kristus....
"Adalah adat kuno di antara bangsa Yahudi pada masa itu untuk mengirim kawanan domba mereka ke padang rumput dan gurun sekitar Paskah (awal musim semi), dan membawa mereka pulang pada dimulainya hujan awal..."
"Selama masa mereka di luar, para gembala mengawasi mereka siang dan malam. Ketika...hujan awal mulai di awal bulan Marchesvan, yang merupakan bulan Oktober dan November kita, kita melihat bahwa kawanan domba dibawa keluar ke udara terbuka sepanjang musim panas. Dan, saat para gembala ini belum membawa pulang kawanan domba itu, adalah anggapan bahwa Oktober belum mulai, dan bahwa, sebagai akibatnya, Tuhan kita tidak dilahirkan pada 25 Desember, ketika tidak ada kawanan domba di luar padang; tidak mungkin juga Dia dilahirkan setelah September, karena kawanan domba masih berada di luar pada waktu malam. Karena hal ini, ide kelahiran Yesus pada bulan Desember harus dihentikan. Pemberian makan kawanan domba pada waktu malam di padang rumput adalah fakta kronologis..."
Tanggal pasti kelahiran Yesus tidak diketahui, walaupun jelas Dia dilahirkan pada suatu waktu selama September, enam bulan sesudah Paskah.
Jika Tuhan menghendaki kita untuk merayakan kelahiran Yesus, mengapa Dia tidak menyatakan kepada kita tanggal pasti Kitab Suci???

Bagaimana Natal masuk ke dalam gereja

Jadi bagaimana Natal masuk ke dalam gereja Kristen??
New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge yang baru memberikan penjelasan dalam artikel tentang "Natal".

"Berapa banyak tanggal perayaan tergantung pada penyembahan berhala Brumalia (25 Desember) mengikuti Saturnalia (17-24 Desember), dan merayakan hari tersingkat tahun itu dan ‘matahari’ baru... tidak dapat ditetapkan dengan akurat. Penyembah berhala Saturnalia dan Brumalia telah lama berurat berakar dalam adat popular untuk dikesampingkan oleh pengaruh Kristen...Perayaan penyembahan berhala dengan segala keributan dan kegembiraan begitu populer sehingga Kekristenan begitu gembira dengan alasan untuk melanjutkan perayaan dengan sedikit perubahan dalam roh dan tindakan. Pengkhotbah Kristen dari Barat dan dekat Timur memprotes tindakan sembrono di mana kelahiran Kristus dirayakan, sedangkan umat Kristen di Mesopotamia MENUDUH SAUDARA-SAUDARA DARI BARAT AKAN PENYEMBAHAN BERHALA DAN PENYEMBAHAN MATAHARI KARENA MENGADOPSI PERAYAAN PENYEMBAHAN BERHALA INI KE DALAM KEKRISTENAN

Kekaisaran Roma telah menjadi penyembah berhala, dan sebelum abad keempat, jumlah umat Kristen berkurang dan dianiaya oleh pemerintah dan penyembah berhala. Kemudian, Kaisar Konstantin mengakui Kekristenan, menempatkannya selevel dengan penyembahan berhala. Tiba-tiba kekristenan menjadi terkenal.

Tetapi, kebanyakan "pengikut agama baru" dibesarkan dalam adat penyembahan berhala, puncaknya adalah 25 Desember. Mereka menikmati perayaan yang penuh sukacita dan kegembiraan dan mereka tidak mau menghentikannya!!

Penyembahan berhala Manichaeism mengidentifikasikan ANAK TUHAN dengan MATAHARI secara fisik, memberikan "pengikut agama baru" alasan untuk menyebut 25 Desember (kelahiran kembali MATAHARI) sebagai hari kelahiran ANAK TUHAN.

Menurut Encyclopedia Britannica, beberapa bangsa Latin, seawal-awalnya 354 SM, mungkin memindahkan kelahiran Kristus dari 6 Januari ke 25 Desember, yang adalah perayaan Mithraic atau kelahiran MATAHARI yang tak terkalahkan. Bangsa Siria dan Armenia yang tetap percaya akan 6 Januari menuduh penyembahan dewa matahari Roma, mengklaim bahwa perayaan 25 Desember ditemukan oleh pengikut Cerinthus.

Asal Mula Natal Yang Sesungguhnya

Jadi di manakah hal ini bermula??
Konsep Natal bermula di Mesir Kuno pada masa Raja Osiris dan Ratu Isis sekitar 3000 SM – jauh sebelum iman Kristen terpikirkan!!

Setelah kematian Raja Osiris yang terlalu cepat, istrinya, Isis, menyebarkan doktrin setan tentang kelanjutan hidup Osiris sebagai roh. Dia mengklaim bahwa pohon yang selalu hijau yang bertumbuh penuh dalam semalam dari tunggul yang sudah mati melambangkan kehidupan baru roh Osiris dari kematian. Pada setiap perayaan kelahiran Osiris, yang adalah 25 Desember, Isis akan meninggalkan hadiah di sekitar pohon ini.
Isis menjadi "Ratu Surga ", dan Osiris menjadi "anak ilahi surga " yang dilahirkan kembali. Osiris kemudian menjadi Baal, dewa matahari, melalui Phoenicans. "Ibu dan anak " menjadi objek utama penyembahan oleh bangsa Babilonia, yang darinya tersebar di seluruh dunia dengan berbagai macam nama, seperti Cybel & Deoius di Asia, Fortuna & Jupiter di penyembahan berhala Roma.

Kemudian selama abad keempat dan kelima, bangsa Roma di bawah kekristenan baru yang terkenal mempopulerkan konsep "ibu dan anak" khususnya sekitar masa Natal – yang darinya kita mendapat banyak lagu Natal seperti "Malam Kudus Sunyi Senyap" dengan tema yang familiar "ibu dan anak".

Asal Mula Pagan Pohon Natal

Konsep Natal bermula di Mesir Kuno pada masa Raja Osiris dan Ratu Isis sekitar 3000 SM.

Setelah kematian Raja Osiris yang teralalu cepat, istrinya, Isis, menyebarkan doktrin setan tentang kelanjutan hidup Osiris sebagai roh. Dia mengklaim bahwa pohon yang selalu hijau yang bertumbuh penuh dalam semalam dari tunggul yang sudah mati melambangkan kehidupan baru roh Osiris dari kematian. Pada setiap perayaan kelahiran Osiris, yang adalah 25 Desember, Isis akan meninggalkan hadiah di sekitar pohon ini.
Selama Masa Pertengahan, bangsa Jerman percaya bahwa pohon yang selalu hijau dikaruniai dengan kehidupan karena mereka tetap hijau sepanjang musim dingin. Tumbuh-tumbuhan hijau tetap penting dalam perayaan musim dingin penyembahan berhala untuk menghormati roh pohon atau roh kesuburan.

Bangsa Roma menghiasi pohon ini dengan perhiasan kecil dan mainan pada waktu itu. Bangsa Druids mengikatkan apel sepuhan ke ranting pohon. Bagi banyak orang, pohon yang dihiasi dengan bola dan benda seperti buah-buahan melambangkan pohon kehidupan di Taman Eden.

Asal Mula Tukar Menukar Kado pada Natal

Tradisi luar biasa tukar menukar kado selama Natal. Kegembiraan untuk melihat apa yang dibeli orang tercinta untuk kita untuk Natal. Tentu saja, adalah "Kristen" untuk saling memberi satu sama lain.... tetapi apakah demikian??

Marilah kita lihat yang dikatakan Bibliotheca Sacra (vol 12 hal 153-155) tentang tukar menukar kado pada Natal...

"Tukar menukar kado di antara sahabat sangat mirip dengan karakteristik Natal dan Saturnalia, dan PASTILAH DIADOPSI OLEH UMAT KRISTEN DARI PENYEMBAHAN BERHALA, seperti yang ditunjukkan keputusan Tertullian."

Tukar menukar kado tidak memuliakan Kristus sama sekali. Bayangkan jika ini adalah hari ulang tahun ANDA dan pada saat pesta, teman-teman dan kerabat anda saling menukar kado di antara mereka dan hampir mengabaikan anda!! Ini adalah yang terjadi saat Natal – kita saling menukar kado di antara kita sendiri, tetapi tidak mempunyai uang yang cukup untuk memberi gereja kita!! Tanyalah setiap pendeta!! Pemberian kepada gereja biasanya tidak kembali seperti biasanya hingga Maret tahun berikutnya!! Dalam segala kesempatan, ini bukanlah ulang tahun Yesus!! – KelahiranNya paling memungkinkan pada September dan tanggal pasti-nya tidak diketahui.

BAGAIMANA DENGAN PEMBERIAN KEPADA BAYI YESUS OLEH ORANG MAJUS??

Pertimbangkan apa yang Kitab Suci katakan....
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. . Matius 2:1-2,11

Perhatikan.... orang Majus memberi hadiah kepada Yesus karena Dia adalah Raja orang Yahudi – bukan karena itu adalah hari kelahiranNya. Sudah menjadi kebiasaan untuk memberi hadiah kepada seseorang yang adalah Raja, sama seperti dalam banyak kebudayaan masa kini. Juga, orang Majus tidak memberikan hadiah hingga jauh setelah kelahiranNya.

"Ayat 11 (Mereka mempersembahkan persembahan) Orang dari Timur tidak menemui raja dan orang-orang besar, tanpa hadiah di tangan mereka. Adat ini sering muncul dalam Perjanjian Lama, dan masih ada di Timur, dan di beberapa pulau Laut Selatan (South Sea) yang baru ditemukan."
Adam Clarke Commentary, vol 5, halaman 46
Tukar menukar kado di antara sahabat dan kerabat tidak ditemukan di dalam Kitab Suci, namun diambil dari penyembahan berhala.

Perhatikan orang miskin di antara kita yang tidak mampu membeli hadiah pada saat Natal? Mengapa banyak percekcokan dan penyiksaan meningkat sekitar masa Natal? Perpecahan keluarga, pembunuhan, bunuh diri meningkat sekitar masa Natal! Banyak dari kaum miskin di antara kita berbicara tentang siksaan akan ketidakmampuan membeli hadiah untuk yang lainnya pada saat Natal, membuat banyak keputusasaan dan bunuh diri. Banyak yang mengatakan bahwa Natal adalah "masa kesedihan dan patah hati ". Banyak yang berkata "yang penting adalah idenya", tetapi kenyataannya adalah, kita dihujani oleh dan dikelilingi oleh pesan komersial akan efek "besar kasih anda ditentukan oleh jumlah uang yang anda belanjakan sebagai kado mereka ".

Kenyataan pahitnya adalah.... jika Natal adalah perayaan Kristen, maka tidak akan banyak kesedihan dan patah hati di antara orang miskin dan melarat di antara kita!! Yesus membawa SUKACITA dan KEHIDUPAN kepada yang miskin, bukan KESEDIHAN dan patah hati!!!