submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Jumat, 21 November 2008

"NATAL – Kelahiran Mesias?"

Apakah anda tahu tentang asal Natal? Bagaimana dengan pohon Natal—Sinterklas—tanaman Natal mistletoe, ---rangkaian bunga dan tanaman berri Natal, -- batang kayu Natal, atau tradisi tukar-menukar kado? Apakah Natal benar-benar merayakan kelahiran Mesias? Apakah Ia lahir tanggal 25 Desember? Apakah gereja mula-mula Perjanjian Baru merayakan Natal?

Berhenti dan Pikirkanlah! Sangat sedikit yang tahu mengapa kita melakukan hal yang kita lakukan, atau dari mana tradisi kita berasal! Kita lahir ke dunia yang dipenuhi dengan tradisi. Kita bertumbuh dan mempraktekkannya, menerimanya sebagaimana adanya, tetapi tidak pernah bertanya mengapa!

Kita mengira Natal adalah kepala dari hari raya “Kristen”. Tanpa bertanya, kita dengan buta berpendapat bahwa perayaan ini harus menjadi salah satu dari pengajaran prinsip dan perintah Perjanjian Baru. Dunia mengira bahwa Mesias lahir tanggal 25 Desember dan bahwa Perjanjian Baru menetapkan hari ini sebagai perayaan utama. Kita mengira bahwa kita tukar-menukar kado karena orang Majus memberikan hadiah kepada anak yang baru lahir.

Kata "Natal" atau Christmas berarti "Misa dari Kristus (Mass of Christ)" atau, kemudian dipersingkat menjadi "Misa Kristus(Christ-Mass)" . Natal datang kepada kita sebagai misa Katolik Roma. Dan darimana mereka mendapatkannya? Dari perayaan penyembahan berhala tanggal 25 Desember, hari kelahiran Sol, Dewa Matahari! Sebenarnya, itu merupakan ritual kuno dari Baalisme, dimana Injil menganggapnya sebagai merupakan yang paling dibenci dari semua penyembahan berhala
Itu tidak pernah disebutkan dimana saja di dalam Perjanjian Baru. Rasul Paulus atau gereja mula-mula yang sebenarnya tidak pernah menjalankannya!!

Ide bahwa Yahshua lahir tanggal 25 Desember, adalah salah satu dongeng yang Paulus ramalkan (II Tim. 4:4) akan menyesatkan dunia hari-hari ini.
Kebenarannya adalah Natal bukan kelahiran Mesias sama sekali! Dan perayaan ini, sangatlah penting untuk dilihat sebagai penyembahan berhala- asal-Babylonian! Tetapi apakah itu membuat perbedaan? Apakah benar untuk meneruskannya dan menjalankannya? Apakah “semangat” Natal merupakan hal yang bagus dan luar biasa, terlepas dari bagaimana itu dimulai? Tidakkah sudah baik jika anda menyembah Juru Selamat di hatimu?

Yahshua bahkan tidak pernah lahir di musim dingin! Ketika Ia lahir, “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam “(Lukas 2:8). Hal ini tidak pernah terjadi di Palestina pada bulan Desember. Para gembala selalu membawa ternaknya dari sisi pegunungan dan padang rumput dan mengumpulkannya tidak lebih dari 15 Oktober, untuk melindungi mereka dari musim dingin yang mengikutinya setelah tanggal tersebut. Perhatikan bahwa Injil membuktikannya di Kidung Agung 2:11, dan Ezra 10:9, 13,bahwa musim dingin adalah musim hujan yang tidak mengizinkan para gembala untuk tinggal di padang terbuka pada waktu malam.

Kata Adam Clarke Commentary, Vol. 5., halaman 386. Itu merupakan tradisi kuno di antara Yahudi pada hari-hari tersebut untuk membawa kawanan ternak ke padang dan padang gurun sekitar Paskah (awal musim semi) dan membawa mereka kembali pada permulaan hujan pertama.

Selanjutnya, sumber ini menyatakan: "selama waktu mereka keluar, para gembala menjaga mereka siang dan malam. Ketika… hujan pertama mulai pada bulan Marchesvan, atau kira-kira bulan Oktober dan November penanggalan kita (mulai pertengahan Oktober), kita menemukan bawa kawanan ternak berada di padang terbuka selama musim panas. Dan sewaktu para gembala belum membawa pulang kembali ternak mereka, adalah suatu pendapat …. Bahwa Oktober belum dimulai dan sebagai akibatnya, Tuhan kita tidak lahir pada tanggal 25 Desember, ketika tidak ada ternak di padang, tidak juga IA lahir sesudah September, ketika ternak berada di padang sepanjang malam. Oleh sebab itu, kelahiran Kristus pada bulan Desember harus dihentikan. Memberi makan ternak pada waktu malam di padang rumput adalah sebuah fakta kronologis…... Lihat kutipan dari Talmudists in Lightfoot."

Dalam Jesus and His Times (Yesus dan Masanya), oleh Reader’s Digest, halaman 24, kita membaca – "Selama the musim dingin (biasanya dari November sampai Paskah), ketika padang rumput menjadi tipis dan hujan dan udara dingin mulai menyerang, kawanan ternak tidak bisa lagi berada di luar dan harus ditempatkan dan disembunyikan. Karena Lukas menyebutkan bahwa para gembala berada “di padang rumput”, menjaga ternak mereka pada waktu malam, sangat jelas sekali bahwa tanggal tradisional Natal sangat tidak akurat.

Dan dalam The Bible As History (Alkitab sebagai Sejarah), oleh Werner Keller, halaman 354, kita menemukan– "Pada waktu Natal, Bethlehem dicengkeram cuaca beku/dingin, dan di Tanah Perjanjian, tidak ada ternak yang berada di padang pada suhu tersebut. Fakta ini lahir dengan tanda di Talmud, berakibat kawanan ternak berada di padang rumput pada bulan Maret dan dibawa masuk kembali pada awal November. Mereka tetap berada di luar selama hampir 8 bulan. Sekitar masa Natal sekarang, baik kawanan ternak dan para gembala bersembunyi di Palestina."
Jika Yahweh mengharapkan kita untuk menjalankan dan merayakan kelahiran anakNya, Ia tidak akan menyembunyikan tanggal tepatnya. Dan Ia akan memasukkannya ke dalam perintah untuk kita lakukan.

Tidak ada satu kata di Perjanjian Baru, ataupun di mana saja di Injil, yang menyatakan kita untuk menjalankan Natal. Gereja pada abad pertama, di bawah ilham pengajaran Petrus dan Paulus dan rasul lainnya, tidak pernah menjalankannya. Tidak ada sumber Injili untuk ibadat ini.

Kemudian dimana kita mendapat Natal?
Sejak Natal datang kepada kita melalui Gereja Katolik Roma, dan tidak ada sumbernya selain sumber dari Gereja Katolik Roma, marilah kita mempelajari - The Catholic Encyclopedia, diterbitkan oleh gereja tersebut. Di bawah judul halaman "Natal," anda akan menemukan:
"Natal bukanlah perayaan awal gereja.. . Bukti pertama perayaan ini adalah dari Mesir." "Adat penyembah berhala berkonsentrasi sekitar penanggalan Januari mendekati Natal."

Encyclopedia Britannica memiliki ini: "Natal ( Misa dari Kristus). Natal bukanlah di antara perayaan awal dari gereja. Itu bukanlah ditetapkan oleh Kristus atau para rasulnya, atau oleh Alkitab—itu diambil kemudian dari penyembahan berhala.”
(Dari The International Standard Bible Encyclopedia, vol. 1, halaman 24.) "25 December, dirayakan sebagai Natal sejak abad ke 4 Masehi, dipilih oleh pemimpin Kristen mula-mula untuk alasan praktis dan simbolis. Pada penyembahan berhala kekaisaran Roma, tanggal tersebut menjadi tanggal dari perjamuan awal tahun yang terkenal, Saturnalia, masa liburan liar yang ditinggalkan. Hal ini juga penting secara astrologi(ilmu nujum perbintangan), terjadi ketika musim dingin, matahari mulai mundur dari puncaknya pada langit musim panas. Itu adalah hari, dengan kata lain,ketika semua dapat melihat bahwa perputaran musim akan berlanjut dan bahwa hidup akan mulai kembali setelah kematian simbolis dan sebenarnya dari musim dingin."

Di The Bible As History (Alkitab sebagai Sejarah), halaman 353, Kita membaca– "Tanggal 25 Desember merujuk pada dokumen ketika hari Natal pada tahun 354 untuk pertama kalinya diadakan. Di bawah kekaisaran Roma Yustinus, tanggal tersebut dikenal sebagai hari libur resmi. Perayaan kuno Roma memerankan bagian penting di dalam pemilihan hari tersebut. 25 Desember di Roma kuno merupakan "Dies Natalis Invicti, “hari lahir dari yang tidak terkalahkan, hari titik balik matahari musim dingin dan pada saat yang sama, di Roma, hari terakhir Satumalia, yang telah merosot menjadi minggu perayaan yang tidak terkendalikan dan oleh sebab itu merupakan waktu ketika orang Kristen dapat merasa aman dari penyiksaan."

Juga, in Schaff-Herzog Religious Encyclopedia, halaman 93, kita menemukan – "Diakui oleh penulis yang terpelajar dan apa adanya dari segala partai bahwa di dalam gereja Kristen, tidak pernah terdengar perayaan seperti Natal sampai abad ke-3, dan tidak sampai abad ke 4 bahwa, didalam Gereja Kristen, tidak pernah ada perayaan seperti Natal terdengar sampai abad ke 3, dan bahwa barulah pada abad ke 4, perayaan ini mendapat banyak penghormatan .

"Orang-orang yang jujur berusaha membendung arus, tetapi terlepas dari semua usaha mereka ,kemurtadan ada sampai Gereja, dengan perkecualian sisa-sisa, berada dibawah tahayul perayaan penyembahan berhala …pendapat bahwa Natal berasal dari perayaan penyembahan berhala adalah tidak terbantahkan"

Sumber ini menunjukkan bahwa Natal tidak diteliti oleh orang Kristen pada 200 dan 300tahun yang pertama.. Itu masuk ke daerah barat, atau Gereja Roma pada abad ke 4 M. Tidak sampai abad ke 5, Gereja Roma memerintahkan tanggal itu untuk dirayakan sebagai perayaan resmi “Kristen”!

Lalu bagaimana tradisi penyembahan berhala ini bisa masuk ke dalam Kekristenan ?

New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge yang baru memberikan penjelasan dalam artikel tentang "Natal".

"Berapa banyak tanggal perayaan tergantung pada penyembahan berhala Brumalia (25 Desember) mengikuti Saturnalia (17-24 Desember), dan merayakan hari tersingkat tahun itu dan ‘matahari’ baru... tidak dapat ditetapkan dengan akurat. Penyembah berhala Saturnalia dan Brumalia telah lama berurat berakar dalam adat popular untuk dikesampingkan oleh pengaruh Kristen...Perayaan penyembahan berhala dengan segala keributan dan kegembiraan begitu populer sehingga Kekristenan begitu gembira dengan alasan untuk melanjutkan perayaan dengan sedikit perubahan dalam roh dan tindakan. Pengkhotbah Kristen dari Barat dan dekat Timur memprotes tindakan sembrono di mana kelahiran Kristus dirayakan, sedangkan umat Kristen di Mesopotamia MENUDUH SAUDARA-SAUDARA DARI BARAT AKAN PENYEMBAHAN BERHALA DAN PENYEMBAHAN MATAHARI KARENA MENGADOPSI PERAYAAN PENYEMBAHAN BERHALA INI KE DALAM KEKRISTENAN

The Customs of Mankind (Adat Umat Manusia) menghubungkan – "Natal merupakan perayaan titik matahari di musim dingin. Biasanya, untuk mengadakan perayaan besar ntk menghormati dewa-dewa. Guru Kristen mula-mula melarang perayaan ini karena tidak sesuai dengan karakter Kristus. Tetapi, simbol dan tradisi dari perayaan kuno diadopsi ke perayaan baru dan akibatnya, kita menemukan Natal dengan banyak tradisi yang berasal dari penyembahan berhala.

Halaman 14 of The Winter Solstice (Titik Balik Matahari Musim Dingin), oleh John Matthews mengatakan– "Api dan cahaya. Ini adalah kedua kutub sekitar perayaan pertengahan musim dingin berputar. Sejak zaman petani Neolithic pertama, melalui suku Celtic, dan akhirnya bangsa Roma yang menyerang tanah Inggris pada 43 M dan tetap hingga 436 M, pelaksanaan umum adalah perayaan matahari pertengahan musim dingin (dewa yang kekuasaannya memerintah). Jadi, upacara hampir selalu berdasarkan kebutuhan untuk menjaga cahaya dan untuk meyakinkan kembalinya matahari."
Dari halaman 23 dari sumber yang sama, kita menemukan- "Saturnalia sendiri dikembangkan dari ritual yang lebih kuno dari pertengahan musim dingin ke perkumpulan liar yang penuh dengan sukacita, tertawa, dan tukar menukar kado. Dari perayaan inilah kita mendapatkan ide tukar menukar kado saat Natal dan bukan dari orang Majus seperti yang kita kira."

Ditemukan pada halaman 964 dari Brewer’s Dictionary of Phrase and Fable, diperbarui oleh Ivor H. Evans, kita menemukan bahwa Saturnalia adalah – "Perayaan Roma kuno dari Saturnus, dirayakan pada 19 Desember dan akhirnya diperpanjang selama 7 hari, adalah waktu kebebasan dari ketegangan, sukacita dan sering juga pemberontakan dan pesta pora. Selama berlangsungnya perayaan ini, urusan bisnis ditunda, pengadilan dan sekolah tutup dan tidak ada penjahat yang dihukum."

Funk and Wagnalls Standard Dictionary of Folklore, Mythology, and Legend, pada halaman 974, berkata – "Rutinitas ditunda selama Saturnalia: tidak ada penghukuman oleh pengadilan; sekolah-sekolah tutup; perang dihentikan; toga digantikan dengan pakaian dalam; pesta topeng dan pertukaran kostum antar jenis kelamin terjadi; perjudian, khususnya dengan dadu, disetujui secara penuh; perbedaan sosial tidak hanya tidak dihargai, tetapi juga dibalik, seperti majikan melayani hambanya; pidato dan tindakan (seperti pada acara perayaan kesuburan) menjadi tidak terkontrol. Keseluruhan perayaan ini dengan jelas menempatkan Saturnalia di antara ritual kesuburan; semuanya cenderung meningkatkan kesuburan alam dan manusia dalam meneruskan pergantian musim dengan menghormati pergantian matahari ke utara lagi. Pemberian buah imitasi rupanya ada hubungannya dengan peningkatan; lilin-lilin menandakan pembuatan adat pembuatan api baru pada masa titik balik matahari; boneka, seperti yang dicatat pada Varro, adalah sisa dari budaya pengorbanan manusia."

Ingatlah, dunia Roma telah menjadi penyembahan berhala. Sebelum abad 4, orang percaya jumlahnya sangat sedikit, walaupun bertambah banyak, dan dianiaya oleh pemerintah dan oleh penyembah berhala. Tetapi, dengan kedatangan Konstantin sebagai Kaisar, yang membuat pengakuan akan Kekristenan, pada abad ke 4, menempatkan Kekristenan sejajar dengan penyembahan berhala, bangsa Roma mulai menerima Kekristenan yang mulai terkenal.

Tetapi ingatlah, orang-orang ini bertumbuh dalam tradisi penyembahan berhala, puncaknya adalah perayaan penyembahan berhala pada 25 Desember. Itu merupakan perayaan bersukaria, dengan rohnya yang spesial. Mereka menikmatinya! Mereka tidak mau menghentikannya! Sekarang artikel yang sama dalam Schaff-Herzog Encyclopedia menjelaskan bagaimana pengakuan Konstantin akan hari Minggu, yang adalah hari penyembahan matahari, dan bagaimana pengaruh penyembahan berhala Manichaeism, yang mengenali Anak dari Bapa dengan matahari secara jasmani, memberikan penyembahan berhala pada abad keempat, sekarang menjadi "Kekristenan", alasan untuk menyebut tanggal perayaan penyembahan berhala 25 Desember (lahirnya dewa matahari), kelahiran sang Anak.

Dan itulah bagaimana “Natal” menjadi Kekristenan! Kita bisa saja menyebut Natal dengan nama lain, tetapi itu masih tetap perayan penyembahan berhala-matahari yang lama! Satu-satunya perubahan adalah perubahan pada sebutannya! Anda bisa menyebut seekor kelinci sebagai “singa”, tetapi kelinci tetaplah seekor kelinci, tetap sama.

Sekali lagi dari Britannica: "Beberap bangsa Latin, seawall-awalnya 354, telah memindahkan kelahiran dari 6 Januari menjadi to 25 Desember, yang adalah perayaan Mithraic, . . . atau kelahiran matahari yang tak terkalahkan. . . Bangsa Siria dan Armenia, yang berpegang pada 6 Januari, menuduh penyembahan berhala dan pemujaan matahari bangsa Roma, berpendapat bahwa perayaan 25 Desember, ditemukan oleh murid dari Cerinthus."

Apa yang dimaksud dengan perjamuan Mithraic? Apa hubungannya dengan Natal?
Ketika membaca the Funk and Wagnalls New Encyclopedia, vol. 16, halaman 368, kita menemukan bahwa Mithras adalah dewa terang ilahi bangsa Persia; penguasa dunia. Dia seharusnya membantai kerbau ilahi. Dari kerbau yang sekarat itu muncul segala tanaman dan binatang yang berguna bagi manusia. Ia menjadi dewa matahari pada abad ke 6 ; juga dikenal oleh Yunani sebagai Helios. Bajak laut Sisilia mengambil kisah ini dan menyembah ke Roma pada 68 SM. Pada dasarnya agama ini merupakan agama pria. Perempuan tidak boleh mengikuti ritual ini.

Pada abad ke 3 Masehi, Mithras menjadi musuh besar kekristenan di dunia Roma. Dalam banyak hal, hal ini mirip dengan Kekristenan: idealisme dari kerendahan hati and kasih persaudaraan, baptisan, komuni, air suci, pemujaan kehadiran para gembala pada kelahiran Mithras, Minggu, 25 Desember, keabadian jiwa, penghakiman terakhir dan kebangkitan.

Dari The Winter Solstice (Titik Balik Matahari Musim Dingin), halaman 53, kita menemukan – "Mithras merupakan keilahian matahari yang dikirim ke bumi oleh Dewa Terang untuk membantai kerbau besar yang darahnya adalah sumber dari segala kesuburan di bumi. Penyembahnya menjalani upacara baptisan dan pengorbanan diri yang benar-benar keras yang berakhir ketika mereka mencapai status semi-ilahi. Acara inti pemujaan adalah menyembelih kerbau, yang dilihat sebagai perumpamaan kosmik dari penciptaan dan penebusan.

"Kelahiran Mithras dihadiri oleh para gembala, dan di akhir waktunya di dunia, ketika Mithras kembali ke bapanya,ia melaksanakan perjamuan terakhir dengan pengikutnya, kemudian dikenang oleh pengikutnya di dalam perjamuan roti dan anggur. Akhirnya, ia dianggap tidak mati, melainkan naik ke surga, darimana dipercayai bahwa ia akan kembali untuk membangkitkan yang mati dari kuburan untuk penghakiman terakhir.

Tetapi jika kita mendapatkan Natal dari Katolik Roma, dan mereka mendapatkannya dari penyembah berhala, dari mana penyembah berhala mendapatkannya? Di mana, kapan dan apakah asal-usulnya?

Adalah adat utama dari sistem bobrok yang disampaikan melalui semua nubuatan dan pengajaran alkitabiah di bawah nama Babilonia. Dan itu dimulai dan berasal dari pendiri Babilonia, Nimrod! Ya, itu bercabang dari akarnya yang awalnya merupakan segi air bah!

Nimrod, cucu dari Ham, anak laki-laki Nuh, adalah pendiri dari sistem Babilonia yang mencengkram dunia sejak saat itu—sistem dari kompetisi yang terorganisasi—akan pemerintahan dan kerajaan manusia, berdasarkan sistem ekonmi yang kompetitif dan mencari keuntungan. Nimrod membangun menara Babel, asal mula Babilonia, Niniwe, dan kota lain. Ia membangun kerajaan dunia pertama. Nama Nimrod, di Ibrani, mungkin diambil dari "Marad’ yang artinya, "ia memberontak." (Kej. 10:6,8-12)

Dari banyak tulisan kuno, banyak informasi yang dipelajari dari orang ini ,yang memulai kemurtadan duniawi terhadap Tuhan yang terorganisir yang telah mendominasi dunia sampai sekarang. Nimrod sangatlah jahat, dikatakan bahwa ia menikahi ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. Setelah kematian Nimrod yang terlalu cepat, ibu sekaligus istrinya, Semiramis, menyebarkan doktrin jahat tentang kelangsungan hidup Nimrod sebagai roh. Ia mengklaim bahwa pohon-pohon yang selalu hijau akan tumbuh dari tunggul yang mati, yang melambangkan kehidupan baru Nimrod. Di dalam setiap perayaan kelahiran putranya, ia menyatakan, Nimrod akan mengunjungi pohon yang selalu hijau dan meninggalkan hadiah di atasnya. 25 Desember adalah ulang tahun Nimrod. Ini adalah asal mula pohon Natal.

Melalui rencanan buruknya, Semiramis menjadi "Ratu Surga," Babilonia dan Nimrod, dengan berbagai nama, menjadi "anak surga ilahi." Melalui generasi ini, pada penyembahan berhala ini, Nimrod juga menjadi Mesias palsu, anak Baal dewa matahari. Di dalam sistem Babilonia yang sesat, "Ibu dan Anak ", (Semiramis dan Nimrod yang dilahirkan kembali);menjadi obyek utama penyembahan. Penyembahan “Ibu dan Anak” menyebar ke seluruh dunia. Nama penyembahan ini bervariasi di bermacam-macam Negara dan bahasa. Di Mesir, perayaan itu disebut Iris and Osiris. Di Asia, Cybele and Deoius. Dalam penyembah berhala Roma, Fortuna dan Jupiterpuer. Bahkan di Yunani, Cina, Jepang, dan Tibet ditemukan rekan imbangan Madonna, lama sebelum kelahiran Mesias!

Jadi, selama abad ke 4 dan 5, ketika penyembahan dari dunia Roma “menerima” “kekristenan” yang populer ini, membawa adat dan kepercayaan penyembah berhala yang lama bersama dengan mereka, dan menyelubunginya dengan nama yang berbau Kristen, Madonna dan ide "Ibu dan Anak " menjadi terkenal, terutama pada waktu Natal. Setiap musim Natal, anda akan mendengar nyanyian dan and menyanyikan berkali-kali himne "Malam Kudus, Sunyi senyap" dengan tema yang familiar“ Ibu dan Anak”. Kita, yang telah lahir di dunia babilonia ini, dikelilingi dan dipenuhi akan hal-hal seperti ini dalam kehidupan kita, telah diajarkan untuk menghormati hal-hal ini sebagai sesuatu yang kudus dan sakral. Kita tidak pernah menanyakan darimana itu berasal.

Yahweh memerintahkan pelayan setiaNya, "Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!

Kenyataan ini mengejutkan, mereka adalah kenyataan sejarah dan kitab suci.
Asal Natal kembali ke Babilonia kuno. Natal terikat oleh kemurtadan yang terorganisir dengan Setan yang telah mencengkeram dunia yang tertipu selama berabad-abad! Di Mesir, hal itu dipercayai bahwa anak Isis (Nama Mesir untuk "Ratu Surga") lahir 25 Desember. Penyembah berhala merayakan kelahiran terkenal ini di seluruh dunia selama berabad-abad sebelum kelahiran Yahshua.

25 Desember bukanlah hari kelahiran Yahshua, Mesias sejati! Para rasul dan orang percaya mula-mula tidak pernah merayakan kelahiranNya setiap waktu. Tidak ada perintah ataupun instruksi untuk merayakannya di dalam Injil.

Tidak ada di dalam Injil yang mengatakan pada kita untuk menyembah "Ibu dan Anak." Para rasul dan orang percaya mula-mula tidak pernah melakukannya.
Maria sangat diberkati oleh Yahweh, dan ini diketahui oleh seluruh generasi dari waktu ke waktu—tetapi ini tidak berarti bahwa ia harus dituhankan, disembah, diilahikan karena ia hanyalah manusia. Penyembahan Maria sebagai “Ibu dari Tuhan”, doktrin agama Katolik, yang menganggap Maria sebagai penghubung palsu antara manusia dengan Yahweh, adalah kelanjutan penyembahan berhala Babilonia kuno, dimulai dengan penipuan licik Semiramis, istri Nimrod! Benar-benar tidak terpisahkan dari ide "Natal"!

Jadi penyembahan kuno "Chaldean Mysteries" (Misteri Kaldea), didirikan oleh istri Nimrod, diturunkan melalui penyembahan berhala kepada Gereja Katolik di bawah nama berbau Kristen dan dari sana sampai ke denominasi Prostestan dan penganut Natal masa kini!

Sekarang, darimana tradisi tanaman Natal mistletoe berasal? Di antara penyembahan berhala kuno, tanaman Natal mistletoe digunakan pada perayaan titik balik matahari musim dingin karena itu dianggap keramat bagi matahari, karena kuasa penyembuhan ajaibnya. Adat penyembah berhala yaitu ciuman di bawah tanaman Natal mistletoe merupakan langkah awal malam pesta pora kemabukan dan kegaduhan—merayakan kematian “matahari lama” dan kelahiran matahari yang baru pada titik balik matahari musim dingin. Tanaman Natal mistletoe, keramat di dalam perayaan penyembahan berhala, adalah parasit!

Dari Christian Customs and Traditions: Their History and Significance (Adat dan Tradisi Natal: Sejarah dan Maknanya), oleh Clement A. Miles, halaman 731, sehubugan dengan tanaman Natal mistletoe,– "Tanaman ini dianggap misterius dan sakral sejak awal dari Mediterrania hingga Baltic, pemberi kehidupan dan kesuburan, perlindungan terhadap racun, obat untuk keperluan medis dan magis, allheal, zat perangsang."
Halaman 718 of Brewer’s Dictionary of Phrase and Fable berkata bahwa berciuman di bawah tanaman Natal mistletoe tradisi Natal Inggris pada awal abad ke 17. Tanaman Natal mistletoe digantung di atas kepala. Jika seorang wanita berdiri di bawahnya, pria harus mengambil buah berry dan mencium wanita itu. Ketika buah berry habis, ciuman itu harus berhenti. Berry juga dianggap sakral bagi dewa matahari.
Dari Funk and Wagnalls Standard Dictionary of Folklore, Mythology, and Legend, halaman 501, -- "Tanaman berri Natal adalah pohon yang selalu hijau atau semak dengan daun yang berduri, bunga putih dan beri merah. Penggunaan buah berry pada upacara religius dianggap barang kuno dari zaman Roma; mungkin penggunaannya sebagai dekorasi Natal diadopsi oleh Kristen Roman dari Saturnalia Roma."

Batang kayu Natal kenyataannya adalah "batang matahari". "Yule" berarti "roda:’ lambang penyembahan berhala dari matahari. Tetapi hari-hari ini umat Kristen mengakuinya sebagai "batang kayu Natal yang keramat!"

Dari The Winter Solstice (Titik Balik Matahari Musim Dingin), halaman 98, kita membaca– "Kata yule telah diterjemahkan bervariasi sebagai kata yang berasal dari kata Saxon hweal roda, merujuk dalam konteks ini, perputaran tahun dan pergerakan mengelilingi dari matahari.

"Batang kayu Natal adalah untuk mengingatkan pentingnya cahaya dalam dinginnya dan gelapnya pertengahan musim dingin."

Bahkan penyalaan api dan lilin sebagai upacara "Kristen” merupakan kelanjutan dari tradisi penyembahan berhala, mendukung pudarnya dewa matahari ketika mencapai tempat terendah di langit selatan!

Americana berbicara: "Tanaman beri Natal, tanaman Natal mistletoe, batang kayu Natal. . . adalah relik masa pre-Kristen." Buku Answers to Questions (Jawaban-jawaban atas Pertanyaan-pertanyaan), dikompilasi oleh Frederick J. Haskins, ditemukan dalam perpustakaan umum berkata: "Penggunaan karangan bunga Natal dipercaya oleh sumber dapat dilacak hingga adat penyembah berhala dalam menghiasi bangunan dan tempat ibadah pada perayaan yang berlangsung pada saat yang sama dengan Natal.

Tetapi, mungkinkah Sinterklas adalah makhluk dari penyembahan berhala juga? Ya. Dan karakter sesungguhnya tidaklah sebaik dan sesuci seperti yang kita kira.

Nama Sinterklas atau "Santa Claus" adalah perubahan nama "St. Nicholas" uskup Katolik Roma yang tinggal pada abad ke 5. Lihat ke Encyclopedia Britannica, Vol. 19, halaman 648-9, edisi ke-11, di mana anda akan membaca: "St. Nicholas, uskup Myra, . . . santo yang dihormati oleh bangsa Yunani dan Latin pada 6 Desember. . . Legenda penganugerahan sembunyi-sembunyi mas kawin pada 3 anak wanita dari penduduk yang miskin. . . dikatakan berasal dari adat lama memberikan hadiah secara diam-diam pada perayaan St. Nicholas [6 Des]. Sesudah itu dipindahkan ke Hari Natal. Oleh karena itu, asosiasi Natal dengan Sinterklas."

Sepanjang tahun, orang tua menghukum anak-anaknya karena menceritakan kebohongan. Kemudian, pada waktu Natal, mereka sendiri menceritakan kepada anak-anak mereka kebohongan “Sinterklas”! Tidak mengejutkan jika nanti mereka bertumbuh dan belajar kebenaran, mereka mulai meyakini bahwa Yahweh adalah mitos, juga?

Apakah "Kristen" mengajarkan mitos dan kebohongan kepada anak-anak? Yahweh berkata, "Jangan mengucapkan saksi dusta!" Itu mungkin terlihat benar, dan dibenarkan oleh akal manusia, tetapi Yahweh berkata, "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut!" "Si Tua Nick" juga istilah untuk setan! Apakah ada hubungannya? Setan muncul sebagai “malaikat terang :’untuk menipu!
Kitab Suci tidak mengatakan apa-apa untuk menghormati Natal, atau mencatat penghormatan oleh para rasul atau gereja mula-mula, tetapi mengucapkan sesuatu tentang pohon Natal!

Yeremia 10: 1-6 berkata: Beginilah firman TUHAN: Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa …. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.
Ada penjelasan yang sempurna tentang pohon Natal, disebut oleh Yahweh sebagai "jalan orang kafir—adat mereka." Kita diperintahkan untuk tidak mempelajarinya atau mengikutinya! Ini juga dilihat dalam bacaan ini sebagai penyembahan berhala. Ayat kelima menunjukkan bahwa pohon ini tidak dapat berbicara—tidak dapat berjalan—harus dibawa. " Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat."" Mereka bukan dewa untuk ditakuti. Beberapa orang salah tafsir tentang hal ini dengan menganggap tidak berbahaya untuk memiliki pohon Natal, tetapi tidaklah demikian.

Tetapi ketika sampai kepada bagian terpenting penghormatan Natal—musim belanja Natal—pembelanjaan dan tuar menukar hadiah—banyak yang mengklaim dengan penuh kemenangan, "Ya, paling tidak Kitab Suci mengatakan agar kita melakukannya! Tidakkan orang Majus memberi hadiah ketika Mesias lahir?"

Pertama, marilah kita melihat asal-usul tradisi tukar-menukar kado,kemudian kita lihat secara tepat apa yang Injil katakan tentang itu.

Dari the Bibliotheca Sacra, Vol. 12. Halaman 153- 155, kita mengutip "Tukar menukar kado di antara sahabat sangat mirip dengan karakteristik Natal dan Saturnalia, dan PASTILAH DIADOPSI OLEH UMAT KRISTEN DARI PENYEMBAHAN BERHALA, seperti yang ditunjukkan keputusan Tertullian."

Kenyataannya adalah, adat dipercepat dengan orang-orang yang menukar kado di antara sahabat dan kerabat pada musim Natal tidak memiliki jejak "Kekristenan" tentang hal ini! Adat ini tidak merayakan kelahiran Mesias atau menghormatiNya! Bayangkan jika ini adalah hari ulang tahun ses eorang yang anda sayangi . Anda ingin menghormatinya pada hari ulang tahunya. Apakah anda akan membelikan hadian untuk orang lain, saling menukar kado dengan teman lain tetapi melupakan memberikan hadiah ualng tahun orang yang anda sayangi? Kelihatan aneh bukan?

Tetapi inilah yang dilakukan orang di seluruh dunia!Mereka menghormati hari yang bukanlah kelahiran Mesias dengan menghabiskan uang untuk membeli hadiah dalam acara tukar menukar kado di antara teman dan keluarga.

Sekarang pertimbangkan apa yang Kitab Suci katakan tentang memberi hadiah ketika Mesias lahir. Dalam Matius 2:1-11. Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?... Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur."

Perhatikan, mereka bertanya akan sang Anak, yang lahir sebagai raja bangsa Yahudi! Sekarang mengapa mereka mempersembahkan hadiah kepadaNya? Apakah itu adalah hari kelahiranNya? Tidak sama sekali, karena mereka datang beberapa hari sesudah kelahirannya!! Apakah ini dibuat sebagai contoh bagi kita, masa kini, untuk menukar kado di antara kita sendiri? Tidak, perhatikan baik-baik! Mereka tidak tukar-menukar kado di antara mereka sendiri, tetapi “mereka mempersembahkan hadiah kepadaNya.” Mereka memberikan hadiah mereka kepada Anak, bukan kepada teman mereka, keluarga atau satu sama lain!

Mengapa? Biarkan saya mengutip dari the Adam Clarke Commentary Vol. 5, halaman 46: "Ayat 11 (Mereka mempersembahkan persembahan) Orang dari Timur tidak menemui raja dan orang-orang besar, tanpa hadiah di tangan mereka. Adat ini sering muncul dalam Perjanjian Lama, dan masih ada di Timur, dan di beberapa pulau Laut Selatan (South Sea) yang baru ditemukan."

Mereka tidak membuat adat baru tukar menukar kado dengan teman untuk menghormati kelahiran Mesias. Mereka mengikuti adat Timur yang kuno dan tua akan memberikan persembahan kepada raja ketika mereka datang ke hadapanNya. Mereka mendekati Dia, terlahir sebagai raja bangsa Yahudi sebagai manusia. Oleh karena itu, adat mengharuskan mereka untuk mempersembahkan hadiah—seperti Ratu Syeba membawa hadiah kepada Salomo—sama seperti banyak banyak orang hari-hari ini membawa hadiah ketika mengunjungi Gedung Putih untuk pertemuan dengan Presiden.

Tidak, tradisi tukar menukar kado tidak berakar dari Injil sama sekali, tetapi lebih kepada kelanjutan adat penyembahan berhala kuno seperti yang dikutip dari sejarah di atas.

Natal telah menjadi musim komersil. Natal ini disponsori, dibuat menjadi hidup, oleh kampanye iklan besar-besaran tahun itu. Anda akan melihat Sinterklas yang memakai topeng di banyak toko. Iklan-iklan membuat kita tertipu dan terpedayakan akan "roh Natal yang indah." Koran-koran, yang mengiklankan, mencetak edisi indah yang meninggikan dan memuliakan musim penyembahan berhala ini, dan “roh”nya. Orang yang mudah tertipu akan menjadi begitu terdoktrin, banyak yang akan menyerang ketika Kebenaran diberitahukan! Tetapi "roh Natal" diciptakan setiap tahun, bukan untuk menghormati Mesias, tetapi menjual barang dagangan! Seperti semua tipu daya setan, nampaknya "malaikat terang" membuatnya nampak indah. Milyaran dolar dihabiskan dalam pelesir barang dagangan setiap tahun. Ini adalah bagian sistem ekonomi Babilonia!

Kita adalah umat Israel Yahweh! Ya, kita berada di Babilonia, seperti yang Kitab Suci nubuatkan dan kita tidak mengetahuinya! "Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. —adalah peringatan Wahyu. 18:4.

Yahshua, the Messiah, tidak mungkin lahir pada bulan Desember, seperti yang kita lihat. Tidak disebutkan di Injil tentang orang yang menghormati kelahiranNYA. Yahweh membuat daftar bagi kita, dalam Imamat 23, hari-hari yang harus kita hormati. Natal, dan hari besar lainnya yang dunia hormati, tidak termasuk di sana. Haruskah kita mengormati hari-hari besar ini? Dalam Ulangan 4:2, Yahweh berkata, "Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Tuhanmu, yang kusampaikan kepadamu."
Apakah anda berpikir bahwa menghormati Natal bukan sebuah masalah? Apakah karena anda berkata bahwa anda menyembah Juru Selamat anda, bukannya dewa-dewa dan ritual? Maka mungkin lebih baik anda mempertimbangkan perkataan Yahweh.

Ulangan 12:29 " "Apabila TUHAN, Tuhanmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya, Ulangan 12:30 maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang Tuhan mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada Tuhan mereka? Akupun mau berlaku begitu. Ulangan 12:31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Tuhanmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi Tuhan mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi Tuhan mereka. Ulangan 12:32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya."