submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Minggu, 09 November 2008

MENGAPA GEREJA TUHAN YESUS KRISTUS TIDAK DIMULAI PADA PENTAKOSTA?

Mereka yang memegang doktrin teologi Protestan mengklaim bahwa gereja mula-mula dimulai pada hari Pentakosta seperti dicatat di Kis 2. Tetapi, penyelidikan murni ke dalam Alkitab akan cukup membuktikan bahwa Yesus memulai gereja pertamaNya segera setelah Ia memulai pelayanan pribadiNya di bumi.

1. Yesus berkata bahwa Ia akan memulai gerejaNya – Mat 16:18, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku” Jika gereja dimulai pada hari Pentakosta dengan baptisan Roh Kudus, maka Roh Kudus adalah pendiri gereja – bukan Yesus. Tidak ada jalan keluar dari kesimpulan ini.

2. Alkitab berkata bahwa rasul-rasul ditambahkan ke dalam gereja – 1Kor 12:28, “Dan Tuhan telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar….” Hal ini dicatat dengan tidak terbantah di dalam Luk 6:12-16 (Mrk 3:13-19; Mat 10:1-8). (Baca juga Ef 2:20.)

3. Sehubungan dengan kabar perpecahan di antara saudara-saudara di gerejaNya, Yesus mengajarkan murid-muridNya tentang masalah disiplin gereja di dalam Mat 18:17.
“sampaikanlah soalnya kepada jemaat … “

Bagaimana mereka dapat berkata “sampaikan soalnya” kepada gereja jika gereja belum ada? Jika gereja dimulai pada hari Pentakosta, maka ‘Amanat Agung’ di dalam Mat 28:18-20 bukan lagi amanat gereja. Selain itu, jika ‘Amanat Agung’ hanya diberikan secara ekslusif untuk 11 murid Yesus yang tersisa (Mat 28:16), maka tanggung jawab ‘ Amanat Agung’ telah sudah lama berhenti ketika murid terakhir meninggal. Maka tidak perlu lagi kebutuhan hari ini untuk terlibat di dalam mandat Amanat Agung, dan gereja Tuhan hari ini ditinggalkan tanpa amanat apapun.

Mengasumsikan bahwa Amanat Agung yang Yesus berikan untuk siapa saja, baik di dalam maupun di luar gereja, selama mereka diselamatkan dari neraka, berarti merendahkan mandat wajib Kristus menjadi aplikasi yang sangat umum. Sangatlah jelas bahwa Kristus memberi ‘Amanat Agung; kepada”gerejaNya,” secara institusional di dalam kapasitas institusi dan bukannya kepada murid-muridNya dalam kapasitas individu. Ketika mengeluarkan ‘Amanat Agung’ ke gerejaNya, Yesus juga menjanjikan hadiratNya kepada mereka akhir zaman. “… Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." – Mat 28:20

Untuk alasan inilah, Kristus berjanji untuk memperlengkapi gerejaNya untuk pekerjaan Amanat Agung melalui Roh Kudus, yakni Roh Kristus. Janji akan Roh Kudus ini, yakni janji Bapa, diberikan sebagai penggenapan janjiNya atas gerejaNya (Yoh 14:16-18,26; 15:26; 16:7,13; Luk 24:49-53; Kis 1:1-5,8; 2:33).
5. Teori bahwa gereja yang pertama dimulai pada hari Pentakosta menghancurkan doktrin dua peraturan, baptisan dan Perjamuan kudus Tuhan sebagai “peraturan gereja lokal”.

Baptisan

Yohanes Pembaptis menerima otoritas ilahi untuk memuridkan dan membaptis murid-murid –Maleakhi 3:1-3; Yohanes 1:6; Matius 21:23-27. Tidak lama setelah baptisanNya oleh Yohanes Pembaptis, Yesus menyusun gereja mula-mula dari apa yang ada (murid-murid yang dibaptis) yang Yohanes persiapkan (Yoh 1:35-51). Yesus sendiri tidak pernah membaptis siapapun, tetapi kepada murid-murid gereja mula-mulaNya, Yesus memberi otoritas untuk memuridkan dan membaptis murid-murid yang lain (Yohanes 4:1,2). Pertama-tama, kita melihat bahwa baptisan dilaksanakan kepada pribadi dengan maksud untuk membentuk mereka sebagai kelompok murid menjadi ekklesia (gereja) – seperti pelayanan Yohanes Pembaptis ketika ia mempersiapkan (memuridkan dan membaptis) apa yang ada (murid-murid) untuk Yesus untuk membentuk gereja pertama. Kedua, oleh pimpinan Roh Kudus, baptisan dilaksanakan oleh pemimpin gereja lokal yang ditunjuk, dengan maksud untuk menambahkan jumlah murid ke dalam gereja lokal yang ada –Kis 2:41,47; 5:14; 1Kor 12:13,18. [Perhatikan bahwa Yohanes Pembaptis hanya memiliki otoritas untuk memuridkan dan membaptis murid-murid, tetapi tidak memiliki otoritas untuk memberikan kepada siapapun otoritas untuk memuridkan dan membaptis. Hanya Yesus yang memiliki dan memberikan gerejaNya (secara institutional) dengan otoritas untuk memuridkan dan membaptis– Mat 28:18,19.]

Perjamuan Tuhan

Yesus mengambil bagian Perjamuan pertama tidak dengan siapapun kecuali dengan murid-murid gerejaNya - Mat 26:26-29. Jika dikatakan tidak ada gereja pada saat itu, maka ‘murid-murid’ yang mengambil bagian dalam Perjamuan dengan Yesus adalah hanya pribadi di luar gereja. Anggapan yang ceroboh berakhir dengan ajaran tidak ketat oleh banyak denominasi hari-hari ini, di mana Perjamuan ini terbuka bagi siapa saja yang berada di dalam perkumpulan, tanpa memandang apakah mereka anggota gereja lokal.

Rasul Paulus menerima doktrin Perjamuan Tuhan dari Tuhan Yesus (1Kor 11:2,23) dan ia memperingatkan gereja salah di Korintus supaya tidak melaksanakan peraturan ini dengan cara yang tepat (1Kor 11:17-22). Perjamuan Tuhan adalah peraturan gereja lokal yang anggotanya saling mengenal dan datang bersama “di dalam gereja” (1Kor 11:18), dan ke dalam “satu tempat” (1Kor 11:20,33,34). Tidakkah Yesus berkumpul dengan murid-murid gerejaNya “di suatu tempat,” di dalam ruangan yang sudah disediakan pemilik rumah (Mrk 14:12-26), dan mengambil bagian dalam Perjamuan dengan mereka? Tidakkah semua bukti Alkitabiah dengan konsisten memberitahukan bahwa Perjamuan Tuhan yang pertama dengan murid-muridNya adalah peraturan gereja?
Siapapun yang membuka hatinya, setelah penyelidikan seksama Alkitab, akan setuju dengan sungguh-sungguh bahwa kedua the peraturan baptisan dan Perjamuan Tuhan adalah peraturan gereja lokal.

Jika demikian, tidakkah Yesus telah mendapati gerejaNya berdiri dan tersusun selama pelayananNya di bumi dan BUKAN pada hari Pentakosta dalam Kisah Para Rasul pasal 2?