submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Sabtu, 22 November 2008

APAKAH SIFAT DASAR DARI GEREJA PERJANJIAN BARU?

Oleh William Bekgaard

Pendahuluan

Ada 3 area studi yang tersedia bagi kita untuk menentukan jawaban pertanyaan ini. Kita memiliki bahasa dan struktur bahasa; kemudian, konsep gereja seperti yang disajikan di dalam Alkitab; dan terakhir, bukti sejarah extra-Alkitabiah. Setiap bukti ini seharusnya memberikan gambaran seragam akan gereja. Dalam hal-hal di mana mereka semua setuju, maka bukti ini dapat diterima sebagai bukti berwenang tentang poin-poin gereja.

Semua yang mencari kebenaran harus mengizinkan Firman Tuhan untuk berbicara kepada mereka dan tidak mencari-cari Alkitab untuk mendukung konsep praduga. Karena inilah kejujuran. Jika seseorang memiliki pikiran yang tertutup, maka setiap pembahasan doktrin Alkitabiah hanya membuang-buang waktu. Persoalannya adalah untuk mengizinkan Tuhan berbicara kepadakita melalui FirmanNya. Kita berada dalam bahaya jika kita mendekati Alkitab dengan memiliki pemikiran yang membatasi ..bahwa apa yang kita percaya harus sesuai dengan pendapat atau nilai moral pribadi.

Ada 3 pandangan umum tentang sifat dasar dari gereja. Mereka adalah:

1. Universal and Invisible (universal dan tidak tampak)
2. Universal and Visible (universal dan tampak)
3. Local and Visible (lokal dan tidak tampak)


Dengan setiap definisi yang ada, terdapat konflik teologi. Yakni, setiap pandangan ini berisi setiap sistem teologis untuk menafsirkan Alkitab. Jadi pertanyaan tentang sifat dasar gereja Perjanjian Baru gereja penting dan bukan salah satu pertentangan mudah dalam doktrin Perjanjian Baru.

Dipandang dari Sejarah

Saya akan membuka pembahasan ini dengan penyelidikan extra-Alkitabiah. Beberapa orang mungkin akan keberatan bahwa ini bukanlah poin yang sah untuk pertanyaan ini, karena sejarah bukanlah diinspirasi; sejarah adalah catatan masa lalu yang tidak diinspirasi oleh manusia. Telah disetujui bahwa kegiatan manusia tidak selalu selaras dengan Firman Tuhan. Tetapi, dapat dijelaskan bahwa pencarian historikal subyek ini dibutuhkan. Penelitian akan 3 pandangan ini dengan pemunculan mereka dalam sejarah dapat menambah bobot legitimasi bukti ini. Harus diakui bahwa yang terdekat (secara waktu) dengan penulisan asli Kitab Perjanjian Baru akan memiliki pengertian paling jelas akan makna tulisan ini. Jika tidak, tentu saja, akan diasumsikan bahwa hampir segera setelah kenaikan Kristus ke surga, para rasul dan murid-murid mula-mula tercerai berai tentang ajaran gereja. Tetapi kita tidak memiliki alasan yang baik untuk membuat asumsi ini, karena hal ini akan menghancurkan Divine Inspiration (Inspirasi Ilahi) Perjanjian Baru. Apa yang Yesus lakukan selama hidupNya, dikonfirmasi oleh Roh Kudus dalam pekerjaan inspirasionalNya, dan dilaksanakan oleh gereja mula-mula tanpa ragu-ragu akan menjadi konsisten.

Pandangan Protestan

Apakah ada perkembangan historikal akan definisi gereja? Ya. Sejarah membuktikan bahwa ini adalah benar.

Pandangan bahwa gereja adalah Universal and Invisible (Universal dan Tidak Tampak) didokumentasikan dengan munculnya gerakan "Protestan". Pandangan ini tidak dapat didukung untuk memiliki sejarah di luar masa itu. Tujuan dan “penyebab” dari "Protestan" adalah melepaskan diri dari gereja Katolik Roma yang termasuk mendefinisikan ulang doktrin "gereja." Banyak doktrin utama dan "sakramen" diberikan makna baru. Keimaman Perjamuan Tuhan, baptisan, keselamatan, dll dan sifat dasar gereja telah didefinisikan ulang. Banyak, tetapi tidak semua, ajaran dan kebiasaan berubah, seperti kaum awam memiliki jalan masuk ke Kitab Suci, penghapusan objek penyembahan, hierarki keimaman seiring dengan konsep “Paus”, surat penghapusan dosa, baptisan dimana kepalanya dituangi dengan air, dan perintah “misa."

Definisi Katolik akan gereja HARUS berubah supaya umat Protestan dapat mempertahankan legitimasi reformasi yang benar. Jika mereka tetap mempertahankan definisi Katolik, maka dari segala sudut mereka tidak memiliki dasar untuk menantang Gereja Katolik, yang mempertahankan bahwa hanya mereka yang memegang kebenaran Kitab Suci. Melalui teologi yang dikembangkan oleh umat Katolik, definisi gereja yang mereka punya "kunci ke Kerajaan Surga," membuat mereka menjadi otoritas ynag tidak tertandingi di atas segala hal rohani. Jadi jika definisi Katolik dipertahankan, maka Protestan tidak memiliki hak untuk mencelanya. Oleh karena itu, doktrin gereja Invisible dan Universal dilahirkan. Ini adalah solusi nyaman sejak doktrin ini tidak mengecualikan siapapun dari keanggotaan dengan gereja dan doktrin ini memberi otoritas kepada mereka untuk membenarkan tindakan mereka. Oleh karena itu, ini adalah motif di balik munculnya pandangan ini. Selanjutnya, pandangan ini tidak dapat disusun sebelum adanya Bapa Protestan (Luther, Zwingli, Kalvin, dll). Ini akan menempatkan asal usul dogma ini pada abad 15.

Pandangan Katolik

Sejarah doktrin gereja Universal and Visible (Universal dan tampak) adalah murni Katolik. Pada pertengahan abad ketiga, lahirlah pembagian yang merupakan bencana besar di antara gereja Kristen. Ini dimulai di Roma. Sekitar waktu ini, datang masa pengangkatan pemimpin gereja dengan Uskup memimpin golongan lain. Uskup-uskup ini mulai merebutkan kekuasaan dan tingkat otoritas yang lebih dan lebih. Untuk menutupi perebutan kekuasaan ini, mereka menyusun doktrin baru sehubungan dengan sifat dasar gereja dan martabat otoritas espiscole (keimaman). Yang dikorbankan adalah kedaulatan gereja lokal dan kebebasan beragama secara pribadi.

Gereja yang memonopoli di Roma mulai menelan lebih banyak gereja sekitarnya, dan mendominasi mereka. Sebelum ini, pemisahan di dalam gereja Roma telah terjadi. Kornelius dipilih sebagai pendeta Gereja di Roma pada 251 Masehi dan Novatian memisahkan dirinya dan banyak yang mengikutinya. Semua gereja yang mempertimbangkan Koalisi Gereja Roma sebagai "tidak Alkitabiah" menolak baptisan mereka. Oleh karena itu, mereka "membaptis ulang" semua yang datang kepada mereka dari kelompok ini. Maka, lahirlah sebutan "anabaptis" yang kadangkala disebut Separatis. Tidaklah hingga masa gereja Roma, pada 251 Masehi, kita melihat istilah "Katolik" digunakan.

Nama ini berarti "universal" dan ini akhirnya datang mencakup kebanyakan gereja pada masa itu. Dalam rangka menghukum gereja "anabaptis", gereja Roma menyatakan bahwa hanya merekalah gereja yang sesungguhnya atau yang sejati. Sifat dasar gereja Roma bukanlah asosiasi atau persetujuan banyak gereja. Ini menyatakan bahwa semua gereja harus bergabung menjadi satu dan yang satu itu adalah kepala yang berwenang, gereja Roma. Oleh karena itu, Gereja Katolik Roma, adalah, satu-satunya Gereja Universal. Gereja ini tidak pernah disusun sebagai apapun tetapi tampak (visible). Hingga masa kini, posisi gereja Katolik adalah mendunia dan tampak (visible).

Pandangan Historikal Anabaptis

Sebelum munculnya Katolik and definisi gereja Katolik, tidak ada bukti dilihat tentang doktrin gereja universal, entah tampak atau tidak tampak. Doktrin-doktrin tentang gereja universal/visible dan universal/invisible lahir karena kebutuhan dan dengan motivasi manusia. Ketika ada ajaran dan gereja sesat sebelum 251 Masehi, definisi gereja tidak pernah disebutkan sebagai bagian darinya. Ketika anabaptis menerima bekas-Katolik ke dalam gereja mereka, dua persoalan muncul; keselamatan pribadi dan baptisan sebelumnya..

Jika mereka memandang bahwa semua yang diselamatkan berarti ada di dalam gereja, maka mengapa perlu dibaptis ulang? Apakah alasannya jika semua yang ada di dalam gereja adalah oleh karena kebaikan dari keselamatan? Apakah alasan mereka? Pertama-tama, mereka memandang otoritas untuk membaptis hanya dipegang oleh gereja yang benar-benar gereja oleh ketaatan mereka kepada perintah Kristus. Banyak dari gereja anabaptis juga dikenal dengan istilah "Cathari" (murni) dan Puritan. Mereka juga menyimpulkan bahwa gereja Katolik Roma bukanlah gereja sama sekali, dan tidak memiliki hak untuk melakukan ketetapan gereja, baptisan dan perjamuan Tuhan. Kelompok korup ini "haram" bagi mereka. Tidak ada pertimbangan diberikan kepada pendapat lain selain gereja sebagai tubuh lokal dan tampak. Haruslah dihargai bahwa pada masa awal sangatlah banyak anggota gereja Katolik yang diselamatkan. Selain itu, jika kepercayaan semua yang diselamatkan ada di dalam gereja (universal) memang standar, mengapa perlu meninggalkan gereja Katolik? Bagaimanapun juga, masih akan dipertimbangkan sebagai perkumpulan lokal umat percaya yang dibaptis tinggal bersama, walaupun dengan kebiasaan yang tidak ortodoks (tidak biasa)

Poin penting lainnya adalah tentang baptisan. Jika seseorang memasuki gereja pada titik keselamatan, mengapa dibaptis? Apakah pentingnya ini? Katolik membaptis sebagai tahap awal masuknya persekutuan mereka. Anabaptist membaptis untuk proses memasuki persekutuan mereka dan pemuridan. Baptisan dipandang penting untuk persekutuan, demikian juga menjalankan perintah untuk membaptis. Jika diusulkan bahwa ada pada abad awal akan definisi dual gereja, maka haruslah dibuktikan tanpa ragu-ragu. Tidak ada indikasi bahwa gereja lokal secara fisik/tampak mata dan gereja universal rohani/tidak tampak mata muncul dalam pemikiran mereka. Hanya satu pandangan dipegang oleh mereka menurut semua yang dipelajari mereka. Bukannya kita tidak dapat mengetahui apa yang mereka percayai, kita tahu, karena dicatat oleh sejarah. Jadi jika dual sifat dasar gereja dipegang, diajarkan dan dilaksanakan, maka tentu saja sangat misterius bahwa buktinya tidak ditemukan.

Gereja Mula-mula

Mempertimbangkan komposisi etnis (Yahudi) gereja mula-mula di Yudea, maka akan menjadi luar biasa bagi mereka untuk memahami komunitas universal dan/atau tidak tampak (invisible) sehubungan dengan Kerajaan Tuhan. Semua sejarah berbicara tentang Israel keluarga Abraham yang Lokal dan Tampak(Visible). Ini berurat berakar dalam teologi mereka dan dengan alasan yang baik: ini adalah dasar dari Perjanjian Lama. Tentu saja, Tuhan akan mengerti bahwa kesimpulan ini akan dibawa oleh mereka ketika mempertimbangkan lembaga gereja. Tetapi tidak sekalipun Yesus membuat usaha untuk mengubah pandangan ini. Jika pandangan ini adalah salah, mengapa Dia diam saja? Dia tidak hanya mempertimbangkan gereja menjadi lokal dan tampak (visible) secara ekslusif, tetapi juga ekslusif untuk bangsa Yahudi. Baik Paulus dan Petrus terpanggil untuk pertanyaan ini ketika mereka membaptis bangsa non-Yahudi, proses membawa mereka ke dalam gereja dan menjadikan mereka ikut dalam Perjanjian Baru.