submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Jumat, 21 November 2008

APAKAH NATAL ITU KRISTIANI?

Kitab Suci diam saja

Tidak ada perintah dalam Kitab Suci untuk menghormati Natal. Tidak ada hari untuk dihormati selain Hari Tuhan. Berikut ini beberapa penemuan yang dapat menolong anda membuat keputusan tentang Natal.

Gereja mula-mula tidak merayakan Natal

Natal tidak dirayakan oleh gereja yang didirikan mula-mula oleh Yesus. Ini tidak dirayakan selama beberapa abad pertama gereja. Paling lambat 245 M, Origen (Hom. 8 pada Imamat) menanggalkan gagasan merayakan kelahiran Kristus, "seolah-olah dia adalah raja Firaun."

"Kristen mula-mula tidak merayakan kelahiran Kristus. Ulang tahun diasosiasikan dengan pelaksanaan penyembahan berhala; Injil tidak berkata apa-apa tentang tanggal sesungguhnya kelahiran Kristus." [Golby and Perdue. The Making of the Modern Christmas (Pembuatan Natal Modern)]

Apakah "Natal" adalah penemuan Katolik Roma?
Konsep Misa melekat dalam istilah Inggris Natal, asal kata-nya dilacak dari bahasa Inggris Lama, kata Kristuses maesse, berarti misa atau perayaan Kristus. [Compact Edition of the Oxford English Dictionary Oxford: Oxford University Press, 1971. Vol. 1, hal 408.]
"Dalam Gereja Katolik Roma, dikatakan bahwa tiga misa melambangkan kelahiran Kristus secara kekal dalam dada Bapa, dari rahim Maria dan secara mistis di dalam jiwa setiap orang percaya." [Taylor, James. The New International Dictionary of the Christtiab Church. Grand Rapids: Zondervan, 1974. hal 223.]

Apakah tanggal Natal adalah penemuan Katolik Roma?
New Catholic Encyclopedia mengatakan : "kelahiran Kristus ditetapkan pada tanggal titik balik matahari musim dingin (25 Desember dalam penanggalan Julian, 6 Januari di Mesir) karena pada hari ini, ketika matahari mulai kembali ke langit utara, penyembah berhala Mithra merayakan dies natalis Solis Invicti (kelahiran matahari yang tidak tertandingi)."

Sinkretisme dengan penyembahan berhala sebagai strategi pengabaran Injil dinyatakan dengan jelas dalam Instruksi Paus Gregory I kepada pengabar Injil, pada 601 M: "Karena mereka [penyembahan berhala] biasa untuk mengorbankan lembu jantan kepada setan, beberapa perayaan seharusnya diberikan sebagai gantinya. . . mereka seharusnya merayakan perayaan agama dan menyembah Tuhan dengan perayaan mereka, sehingga masih meneruskan kesenangan dari luar, mereka akan lebih siap menerima sukacita rohani." [Bede. "Ecclesiastical History of the English Nation." (Sejarah Gerejawi Bangsa Inggris) Encyclopedia Britannica, 1961. 5:643.]

Apakah 25 Desember adalah bentuk penyembahan berhala?
"Perayaan kelahiran Kristus pada 25 Desember, segera setelah Saturnalia, pertama-tama dihubungkan dalam penanggalan Philocalus pada 336 M, dan hari itu dipilih untuk menentang perayaan yang diadakan pada hari untuk menghormati Sol Invictus, yang Baitnya didedikasikan pada 274 SM oleh Aurelian." [Scullard, H. H. Festivals and Ceremonies of the Ancient Roman Republic (Perayaan dan Upacara Republik Romawi Kuno). New York: Cornell University Press, 1981. hal 207.]

"Di daerah Barat, perayaan ini [Natal] dirayakan pada 25 Des sejak 336 M, sebagian untuk menggantikan penyembahan matahari umat non-Kristen pada tanggal yang sama." [MacMillan Compact Encyclopedia. Toronto: MacMillan, 1995. hal 122.]
"25 Desember, kelahiran Mithra, dewa terang bangsa Iran dan. . . hari yang didedikasikan kepada matahari yang tidak tertandingi, juga adalah hari sesudah Saturnalia, diadopsi oleh gereja [Katolik Roma] sebagai Natal, kelahiran Kristus, untuk menetralkan efek dari perayaan ini." [The New Encyclopædia Britannica.]
"Praktek perayaan Natal pada tanggal 25 Desember dimulai di Gereja barat pada awal abad ke 4; Itu merupakan pengganti bagi umat Kristen dalam perayaan penyembahan berhala yang diselenggarakan pada tangal tersebut untuk memperingati kelahiran matahari yang tidak terkalahkan." [The Cambridge Encyclopedia. New York: Cambridge University Press, 990. hal 257.]

Apakah Sinterklas adalah penemuan Katolik Roma juga?
Kamus saku Katolik tentang orang-orang kudus juga mengatakan sesuatu tentang si tua Nicholas: "Popularitasnya, yang sudah besar, meningkat dengan tajam di daerah Barat ketika relik-nya dibawa ke Bari pada 1087, dan kuil-nya adalah salah satu pusat ziarah abad pertengahan Eropa.

"Dia adalah pelindung dari pelaut yang terkena badai (karena menyelamatkan pelaut di Tanjung Lycia secara ajaib), dari yang dipenjara, dari anak-anak. . . yang membawa kebiasaan anak-anak memberi hadiah pada saat Natal dalam namanya dan metamorfosa namanya, menjadi Sint Klaes, atau Sinterklas (Santa Claus), oleh bangsa Belanda. Harus diperhatikan meskipun figur Sinterklas (Santa Claus) semestinya non-Kristen dan berdasarkan dewa bangsa Jerman, Thor, yang diasosiasikan dengan musim dingin dan Yule log dan mengendarai kereta yang ditarik oleh kambing-kambing bernama Cracker dan Gnasher." [The Catholic Pocket Dictionary of Saints (Kamus saku Katolik tentang orang-orang kudus).]

"12 Hari Natal" adalah penemuan Katolik Roma "Pada 529 M, adalah hari libur sipil, dan semua pekerjaan dan bisnis (kecuali masak-memasak, pembuat kue, atau apapun yang berhubungan dengan sukacita liburan) dilarang oleh Kaisar Justinian. Pada 563, Dewan Braga (the Council of Braga) melarang puasa pada Hari Natal, dan 4 tahun kemudian, Dewan Tours (the Council of Tours) menyatakan 12 hari mulai 25 Desember hingga Epiphany sebagai musim perayaan yang sakral." [Nicholas, Mike. "Midwinter Night's Eve: Yule." (Malam Pertengahan Musim Dingin: Natal)]

Apakah Natal berakar dari penyembahan berhala dan tahayul? Anda yang memutuskan.
"Natal adalah hari libur yang sangat tua. Natal dimulai sebagai perayaan melewati titik balik matahari musim dingin, dan awal kembalinya perjalanan matahari dari utara ke selatan. . . Bangsa Roma kuno menghormati masa ini dengan sebuah perayaan yang didedikasikan kepada Saturnus, dewa agrikultur, dan perayaan ini disebut Saturnalia . . . Ketika Kaisar Konstantin memutuskan Kekristenan sebagai iman baru kekaisaran Romawi, awal abad keempat, umat Kristen memberikan nama dan makna baru hari libur ini." [Gaer, Joseph. Holidays Around the World (Liburan di Seluruh Dunia). Boston: Little Brown, 1953. hal 133.]

"25 Desember adalah tanggal yang baik bagi perayaan Kristen merayakan hidup baru, karena ada beberapa perayaan penyembahan berhala yang melakukan kebanyakan hal yang sama. Bangsa Roma menghormati dewa Saturnus mereka antara 17 dan 23 Desember. Saturnalia adalah perayaan pada Masa Emas Roma, yang mereka semua harapkan akan kembali. Banyak pesta ria yang menjadi bagian Natal tradisional . . . Ketika Kekristenan menjadi agama resmi Kaisar Konstantin, pada awal abad keempat SM, perayaan penyembahan berhala tanggal 25 ini tetap menjadi bagian Natal." [Muir, Frank and Jamie. A Treasury of Christmas (Perbendaharaan Natal). Glasgow: William Collins, 1981. hal 14.]

“Selama Saturnalia, setiap orang berpesta dan bergembira, pekerjaan dan bisnis untuk sebulan ditunda, rumah-rumah dihiasi dengan kalung daun salam dan pohon yang selalu hijau, kunjungan-kunjungan dan tukar menukar hadiah, dan klien memberi hadiah kepada pelindungnya. Sepanjang musim penuh dengan sukacita dan niat baik, dan semua kesenangan dituruti." [Wheeler, J. M. Paganism in Christian Festivals (Penyembahan Berhala dalam Perayaan Kristen)]

"Bangsa Roma kuno mengadakan perayaan akhir tahun untuk menghormati Saturnus, dewa panen mereka; dan Mithras, dewa terang. Bermacam-macam orang di Eropa utara mengadakan perayaan pada pertengahan Desember untuk merayakan akhir musim panen. Sebagai bagian dari semua perayaan ini, orang-orang mempersiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan hijau-hijauan dan ikut dalam nyanyian dan tukar menukar kado. Semua adat ini akhirnya menjadi bagian dari perayaan Natal." [The World Book Encyclopedia. Chicago: World Book, 1995. halaman 528.]

"Meskipun sekarang perayaan ini merayakan kelahiran Kristus, Natal berakar dari hari besar yang lebih kuno dan memiliki jejak yang kuat akan perayaan penyembahan berhala digabungkan dengan Kekristenan yang tersebar di Eropa dan dunia." [The Mystical Year (Tahun Mistis). Alexandria, VA: Time-Life Books, tidak ada keterangan waktu, halaman 120.]

"Perayaan Roma akan titik balik matahari musim dingin dirayakan pada 25 Des. (dies natalis solis invictus). Bangsa Celtic dan suku Germanic mengadakan musim ini untuk sebagai pemujaan dari sejak awal dan bangsa Norsemen percaya bahwa keilahian mereka ada dan aktif di bumi sejak 25 Des. hingga 6 Jan." [Everymans Encyclopedia. Toronto: Ryerson Press, 1967. hal 1,672.]

Apakah Natal adalah kompromi dengan penyembahan berhala? Anda yang memutuskan.
"Kekristenan kemudian menggantikan hari besar penyembahan berhala dengan yang Kristiani, dan memelihara lambang yang sama – kelahiran Kristus sama dengan kelahiran tahun yang baru. Banyak adat penyembahan berhala menjadi bagian perayaan Natal." [New Standard Encyclopedia. Chicago: Standard Educational, 1991. hal C-320.]
"Adalah kebijakan dari gereja awal [Katolik Roma] untuk mengubah perayaan penyembahan berhala dan bukannya menghapuskannya, dan dengan memberikan kepentingan Kristiani pada pelaksanaan kuno ini, untuk memurnikan dan menjaga iman baru yang tidak berdosa dan masih menyukai hal yang lama. Pada dunia yang belum memeluk agama ini pada abad keempat, 25 Desember sudah menjadi hari sakral bagi ribuan orang melalui kekaisaran Romawi. Ini adalah Dies Invicti Solis, kelahiran Matahari yang tidak terkalahkan." [Hole, Kristusina. Christmas and its Customs (Natal dan Adat-adatnya) London: Richard Bell, 1942. hal 9.]
“Pada awal masa, hari ini (Natal) bukan termasuk salah satu perayaan gereja Kristen. Kenyataannya, bapa-bapa gereja tidak setuju akan perayaan kelahiran dan menganggap perayaan ini sebagai adat orang kafir” [The New Book of Knowledge (Buku Baru tentang Pengetahuan). New York: Grolier, 1979. hal 289.]
“Di hampir setiap negara di dunia, dari Cina hingga India, dari Amerika Selatan hingga Timur Tengah, mengadakan perayaan pada masa tahun ini … Pada abad keempat Paus Julius I menyatakan bahwa 25 Desember harus dirayakan sebagai kelahiran Yesus Kristus, dan Natal seperti yang kita tahu, telah dimulai. Kita sekarang merayakan Natal setiap tahun, dengan sedikit takhayul penyembahan berhala, batang kayu Norse Natal, lilin Druids, dan anggur dari Saturnalia, dan perayaan titik balik matahari musim dingin” [Brandreth, Gyles. The Christmas Book (Buku Natal). London: Robert Hale, 1984. hal 9.]


Apakah adat Natal adalah penyembahan berhala?
"Banyak adat Natal berakar dari upacara penyembahan berhala yang sudah tua dengan zaman pada abad 4 SM." [Hole,Christina. Christmas and its Customs (Natal dan Adat-adatnya). London: Richard Bell, 1942. hal 9.]

"Ketika Kekristenan tersebar ke utara, Kekristenan menghadapi perayaan penyembahan berhala yang mirip [dengan Saturnalia], yang juga diadakan pada titik balik matahari musim dingin, perayaan Yule yang besar dari Norsemen. Sekali lagi, Natal menyerap adat penyembahan berhala. Dari berbagai sumber datanglah masa Natal, pohon Natal, diperkenalkan ke Inggris dari Jerman dan pertama kali disebutkan pada 1789, penghiasan rumah dengan tanaman Natal mistletoe dan tanaman beri Natal dan gereja dengan pohon yang selalu hijau, khususnya tanaman beri Natal dan tanaman menjalar, serta perjamuan makan." [Chambers's Encyclopædia. London: International Learning Systems, 1973. hal 538.]

"Saturnalia, mulai 17 Desember hingga 24 Desember, adalah penghormatan masa lalu kepada dewa Saturn, yang namanya berarti banyak atau berlimpah. Ini adalah masa sukacita, keriangan dan kegembiraan .. Yang paling utama adalah semangat persaudaraan yang muncul pada musim tahun penyembahan berhala. Dan sentuhan kemanusiaan dibawa hingga Natal, penghormatan akan Kristen." [Foyle, Daniel J. The Christmas Tree (Pohon Natal). New York: Chilton, 1960. hal 17.]

"Perayaan Penyembahan berhala pada 25 Desember mencakup makan-makan, menari-nari, menyalakan api unggun, menghias rumah dengan warna hijau dan memberi hadiah. Jadi ketika hal ini menjadi perayaan Kristen, adat ini tetap berlangsung, tetapi dengan makna Kristiani masuk di dalamnya." [Encyclopedia international. USA: Lexicon, 1980. hal 414.]

"Masa ini ditandai dengan 'prosesi, menyanyi, menyalakan lilin, menghias rumah dengan kalung daun salam dan pohon hijau, memberi kado’ . . . ini adalah untuk keriangan dan memberikan kasih karunia pada masa Saturnalia, yang kebiasaannya kita pinjam untuk Natal ." [Hottes, Alfred Carl. 1,001 Natal Facts and Fancies (1001 Fakta dan Fantasi Natal). New York: A.T. De La Mare, 1954. hal 14.]

"Selama Saturnalia, kehidupan biasa menjadi terbalik. Perjudian dinyatakan sah, pengadilan ditutup, dan tidak seorangpun dapat dituduh melakukan kejahatan. . . . Umat Kristen mulai menyerap adat-adat lama ini dan memasukkan makna Kristiani untuk menyebarkan iman mereka." [The Glory and Pageantry of Christmas (Kemuliaan dan Pertunjukan Besar-besaran Natal). Maplewood, NJ: Time-Life Books, 1963. hal 114.]
Tanaman beri Natal dan tanaman menjalar
"Tradisi membawa tanaman beri Natal dan tanaman menjalar, atau pohon yang selalu hijau, ke dalam rumah adalah kebiasaan Natal yang lain yang berasal dari Roma." [Muir, Frank and Jamie. A Treasury of Christmas (Perbendaharaan Natal). Glasgow: William Collins, 1981. hal 62.]
"Natal menggabungkan banyak adat penyembahan berhala. Tanaman beri Natal dan tanaman menjalar, misalnya, keramat bagi dewa kuno Saturnus dan Dionisius, dipercaya memiliki kekuatan magis melawan setan." [The Mystical Year (Tahun Mistis). Alexandria, VA: Time-Life Books, tidak ada keterangan waktu, hal 121.]
"Banyak dekorasi Natal yang digunakan hari-hari ini dulunya lambang penyembahan berhala. Bangsa Roma menggunakan bunga dan cabang berdaun dalam ritual mereka. Catatan menunjukkan bahwa bangsa Saxons menggunakan tanaman beri Natal dan tanaman menjalar dan daun bay dalam ibadah agama mereka." [The New Book of Knowledge (Buku Baru tentang Pengetahuan). New York: Grolier, 1979. hal 291.]

Pohon Natal

"Beberapa sumber mempertahankan bahwa asal [dari pohon Natal] terletak pada pemujaan terhadap tumbuh-tumbuhan penyembah berhala." [Muir, Frank and Jamie. A Treasury of Natal (Perbendaharaan Natal). Glasgow: William Collins, 1981. hal 64.]
"Pohon Natal berasal dari masa kuno." [Webster's Unified Dictionary and Encyclopedia. New York: Webster's Unified, 1970. hal 361.]
"Bahkan pohon Natal, yang lazim digunakan hanya pada abad 19 di Jerman, mungkin adalah sesuatu yang memiliki ciri-ciri leluhur dari pohon besar dari mitologi Norse yang bernama Yggdrasil." [The Mystical Year (Tahun Mistis). Alexandria, VA: Time-Life Books, tidak ada keterangan waktu, hal 121.]
"Pohon Natal adalah lambang dari roh masa Natal dalam banyak rumah. Adat ini berasal dari Jerman dan mulai sejak orang primitif memuja sejenis pohon yang selalu hijau." [The New Book of Knowledge (Buku Baru Pengetahuan). New York: Grolier, 1979. hal 291.]

Rangkaian daun-daunan yang selalu hijau
"Penggunaan pohon yang selalu hijau untuk menghiasi rumah pada waktu Natal berasal dari pre-Kristen." [Colliers' Encyclopedia. New York: P. F. Collier, 1991. hal 404.]
"Dalam bangsa Roma kuno, orang-orang menggunakan rangkaian dekoratif sebagai tanda kemenangan dan perayaan. Adat menggantungkan rangkaian Natal di pintu depan rumah mungkin datang dari kebiasaan ini." [The World Book Encyclopedia. Chicago: World Book, 1995. hal 535.]
"Penggunaan pohon yang selalu hijau sangat diasosiasikan dengan karangan bunga hari penyembahan berhala yang dilarang oleh perayaan gereja mula-mula." [Hottes, Alfred Carl. 1,001 Christmas Facts and Fancies (1001 Fakta dan Fantasi Natal). New York: A.T. De La Mare, 1954. hal 15.]
"Gagasan menggunakan pohon yang selalu hijau pada waktu Natal juga datang dari Inggris dari kepercayaan pre-Kristen Eropa utara. Bangsa Celtic dan suku Teutonic menghormati tumbuh-tumbuhan ini pada perayaan titik balik matahari musim dingin sebagai lambang kehidupan kekal, dan bangsa Druids menganggap benda-benda magis berasal dari tanaman Natal mistletoe." [The Encyclopedia Americana International Edition. New York: Grolier, 1991. hal 666.]

Batang kayu Natal
"Upacara masa Natal, seperti kebanyakan tradisi tua Natal, pada dasarnya adalah penyembahan berhala." [Muir, Frank and Jamie. A Treasury of Christmas (Perbendaharaan Natal). Glasgow: William Collins, 1981. hal 59.]
"Batang kayu Natal adalah tradisi Natal lain yang berasal dari suku Germanic. Batang kayu ini dibakar selama perayaan titik balik matahari musim dingin, dan nama ini berasal dari jol, sebutan the Old Norse untuk perayaan penyembahan berhala mereka. Kata "Yule" menjadi sinonim Natal." [Merit Students Encyclopedia. New York: MacMillan, 1983. hal 470.]

Tanaman Natal mistletoe

"Tanaman Natal mistletoe diketahui memegang peranan penting dalam ritual bangsa Druids, dan akibatnya, tidak pernah diterima oleh gereja." [Muir, Frank and Jamie. A Treasury of Christmas (Perbendaharaan Natal). Glasgow: William Collins, 1981. hal 63.]

"Imam Celtic kuno menganggap tanaman ini [tanaman Natal mistletoe] keramat dan memberi rantingnya sebagai jimat. Adat menghiasi rumah dengan tanaman Natal mistletoe mungkin berasal dari penggunaan tanaman upacara oleh Eropa awal." [The World Book Encyclopedia. Chicago: World Book, 1995. hal 528.]

"Bangsa Druids memberi tradisi menggantung tanaman Natal mistletoe dalam rumah." [The New Book of Knowledge (Buku Baru Pengetahuan). New York: Grolier, 1979. hal 291.]

"Kebiasaan menghiasi rumah dan gereja pada dasarnya adalah penyembahan berhala, dan tanaman Natal mistletoe yang begitu banyak digunakan untuk tujuan ini adalah tanaman keramat bangsa Druids." [Everymans Encyclopedia. Toronto: Ryerson Press, 1967. hal 1,672.]

Memberi Hadiah
"Ide memberikan kado kembali pada Roma." [Muir, Frank and Jamie. (Perbendaharaan Natal). Glasgow: William Collins, 1981. hal 84.]

"Adat memberi hadiah Natal kepada teman-teman pada saat Natal ada sejak masa Roma kuno." [Everymans Encyclopedia. Toronto: Ryerson Press, 1967. hal 1,672.]
"Adat tukar menukar kado pada saat Natal adalah hasil dari praktek Roma kuno. Selama Saturnalia bangsa Roma memberikan tanda keberuntungan kepada kaisar dan satu sama lain, yakni strenae." [Merit Students Encyclopedia. New York: MacMillan, 1983. hal 470.]

"Gereja mula-mula. . . dengan lihai memindahkan makna [pemberian kado penyembah berhala pada Saturnalia] menjadi ritual pemberian orang Majus." [Discovering Christmas Customs and Folklore (Menemukan Adat dan Dongeng Natal)]

"Pemberian kado pada masa itu telah menjadi adat yang akhirnya berlanjut sepanjang masa dari perayaan Saturnalia dan Kalends ketika rangkaian bunga, lilin, dan boneka diberikan sebagai lambang untuk membawa keberuntungan dan kemakmuran masa depan. Meskipun gereja Kristen mula-mula menolak ritual penyembahan berhala, anggota-anggotanya melihat bahwa mereka kehilangan pemberian hadiah dan memutuskan untuk mengadopsi hal ini sebagai peringatan hadiah yang dibawa kepada bayi Yesus oleh raja dan gembala." [Brandreth, Gyles. The Christmas Book (Buku Natal). London: Robert Hale, 1984. hal 100.]

"Karena pemberian kado sangatlah penting sebagai bagian perayaan penyembahan berhala [Saturnalia], gereja mula-mula sangat tidak setuju akan hal itu dan juga perayaan tahun baru yang lebih dipertanyakan." [Hole, Christina. Christmas and its Customs (Natal dan Adat-adatnya). London: Richard Bell, 1942. hal 25.]

“Kebiasaan tukar menukar kado pada Natal dimulai dari adat Romawi kuno, yakni Strenae. Selama Saturnalia, penduduk Romawi terbiasa memberi hadiah “keberuntungan” (strenae) yang terdiri dari buah-buahan, kue, kue kering atau emas, kepada teman mereka pada hari tahun baru." [Colliers' Encyclopedia. New York: P. F. Collier, 1991. hal 404.]

"Adat pemberian kado kepada kerabat dan sahabat pada hari khusus di musim dingin mungkin dimulai pada Roma kuno dan Eropa utara” [The World Book Encyclopedia. Chicago: World Book, 1995. hal 534.]
“Pengiriman hadiah berasal dari pemberian Natal negara Eropa utara dan Roma kuno." [Webster's Unified Dictionary and Encyclopedia. New York: Webster's Unified, 1970. hal 361.]

Penyihir masih merayakan musim yang Natal gantikan
"Mengingat bahwa kebanyakan adat Natal berdasarkan adat penyembahan berhala yang lama,masih berlangsung bagi penyembah berhala modern untuk mengklaim kembali tradisi mereka yang hilang. Dengan demikian, kita dapat memiliki adat yang sama dengan teman-teman Kristen kita, meskipun dengan penafsiran yang sedikit berbeda. Dan kita memiliki keindahan musim yang paling ajaib, ketika Ibu Dewa sekali lagi melahirkan bayi dewa matahari dan menjalankan roda lagi." Nicholas, Mike. "Midwinter Night's Eve: Yule.” (Malam Pertengahan Musim Dingin: Natal”]

"Para penyihir merayakan 8 perayaan utama atau sabbats setiap tahun. . . .Yang pertama adalah Yule, 20 atau 21 Desember." [Russell, Jeffrey B. A History of Witchcraft: Sorcerers, Heretics, and Pagans.(Sejarah Ilmu Sihir: Penyihir, Orang Bidah dan Penyembah Berhala) London: Thames and Hudson, 1980. hal 168.]
Tuhan memerintahkan Israel untuk menghancurkan semua berhala
Dari Schwertley, Brian. The Regulative Principle of Worship and Christmas (Prinsip Penyembahan dan Natal). Southfield Reformed Presbyterian Church. Southfield, MI.
Tuhan memiliki kebencian yang sangat kuat terhadap penyembahan berhala sehingga Israel tidak hanya diperintahkan untuk menghindari penyembahan berhala. Israel juga secara khusus diperintahkan untuk menghancurkan setiap hal yang berhubungan dengn penyembahan berhala.

"Kamu harus memusnahkan sama sekali segala tempat, di mana bangsa-bangsa yang daerahnya kamu duduki itu beribadah kepada Tuhan mereka, yakni di gunung-gunung yang tinggi, di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon yang rimbun. Mezbah mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu bakar habis, patung-patung Tuhan mereka kamu hancurkan, dan nama mereka kamu hapuskan dari tempat itu.

Jangan kamu berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Tuhanmu…. maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang Tuhan mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada Tuhan mereka? Akupun mau berlaku begitu.

Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Tuhanmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi Tuhan mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi Tuhan mereka. (Ul. 12:2-4, 30-31).

Yakub mengasihi Tuhan dan membenci penyembahan berhala
Ketika Yakub mulai memurnikan kemahnya (misalnya rumah tangga dan seisi rumahnya) anting-anting disingkirkan demikian juga dewa-dewa asing-nya (Kej. 35:4), karena anting-anting mereka diasosiasikan dengan dewa-dewa palsu. Mereka adalah tanda-tanda takhayul.

Elia mengasihi Tuhan dan membenci penyembahan berhala
Ketika Elia pergi mempersembahkan korban, dalam pertarungan melawan nabi-nabi Baal, dia tidak menggunakan kuil penyembahan berhala. Dia tidak mengambil sesuatu yang dibuat untuk berhala (seperti Saturnalia) dan mencoba untuk menguduskan-nya untuk tujuan yang kudus (seperti Natal), tetapi dia malah membangun kembali altar Tuhan. Umat Kristen tidak seharusnya mengambil perayaan penyembahan berhala Yule atau Saturnalia dan memberi pakaian Kristen, melainkan seharusnya menguduskan hari Tuhan, seperti yang dilakukan para rasul.

Yehu mengasihi Tuhan dan membenci penyembahan berhala.
Ketika Yehu pergi melawan para penyembah Baal dan bait mereka, apakah ia menyelamatkan bait dan menggunakannya untuk penggunaan yang kudus? Tidak! Ia membantai para penyembah Baal tersebut: "Mereka merobohkan tugu berhala Baal itu, merobohkan juga rumah Baal, dan membuatnya menjadi jamban; begitulah sampai hari ini. (2 Raj. 10:27).

Yosia mengasihi Tuhan dan membenci penyembahan berhala
Terlebih lagi, kita memiliki contoh dari Yosia (2 Raj. 23), karena ia tidak hanya menghancurkan rumah-rumah dan bukit pengorbanan Baal, tetapi juga bejana dan tiang berhala dan altar-altarnya; Benar, kuda-kuda dan kereta-keretanya yang telah diberikan kepada matahari.

Manasye mengasihi Tuhan dan membenci penyembahan berhala

Kita juga memiliki contoh Manasye yang menyesal, yang tidak hanya merobohkan dewa-dewa asing, tetapi juga kuil-kuilnya (2 Taw. 23:15).

Apakah merayaan Natal menunjukkan ketidaksetiaan terhadap Kristus?
"Jika istrimu mempunyai pacar sebelum kamu menikahinya, apakah kamu akan merasa tersinggung jika ia mempunyai foto dari mantan pacarnya di lemarinya?Apakah itu akan mengganggu anda jika ia merayakan berbagai perayaan yang berhubungan dengan hubungan masa lalunya?Apakah anda akan merasa tersinggung jika ia menyimpan dan menghargai berbagai cincin, perhiasan dan kenang-kenangan yang diberikan padanya oleh mantan pacarnya?Tentu saja kamu akan merasa tersinggung! Tuhan Tuhan akan sangat jauh lebih cemburu akan kemuliaanNya daripada anda; IA adalah Tuhan pencemburu. Dapatkah Israel mengadakan hari perayaan kepada Baal, Asytoret, Dagon dan Molech dan mengubah mereka untuk membuat mereka berkenan kepada Tuhan? Tentu tidak!

"Ketika gereja memiliki sesuatu yang berhubungan dengan penyembahan dan agama secara umum dengan dunia penyembahan berhala yang tidak percaya, gereja, di area tersebut, terikat bersama-sama dengan mereka yang bukan orang percaya. Gereja tidak ada urusannya dalam merayakan hari besar penyembahan berhala dengan dunia penyembahan berhala. Benar-benar munafik! Benar-benar suatu kejahatan! Pertumbuhan gereja, persekutuan gereja Kristen, pragmatisme dan menjaga perdamaian telah lebih diutamakan daripada integritas pengajaran dan penyembahan yang murni. Semua ini adalah kesuam-suaman dan kompromi!"