submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Kamis, 30 Oktober 2008

”THE TRAIL OF BLOOD”Bag 3

Atau

Menelusuri Kekristenan selama berabad-abad silam Dari Kristus sampai Sekarang

Atau untuk mengekspresikannya dengan berbeda, namun masih ekspresif –” Sebuah sejarah Doktrin-Doktrin yang diajarkan oleh Kristus, dan para Rasul dan orang-orang yang loyal kepada mereka.”

PEMBAHASAN PERTAMA

”Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perhatikanlan tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka mengatakannya kepadamu.” (Ulangan 32:7)

1. Apa yang kita ketahui sekarang sebagai ”Kekristenan” atau agama Kristen, dimulai dari Kristus,tahun 25-30 M pada hari-hari dan dalam lingkungan Kekaisaran Roma. Salah satu dari kekaisaran dunia yang terbesar yang ada dalam sejarah kekaisaran.

2. Kekaisaran ini pada periode tersebut menguasai hampir semua yang ada di dunia. Sang Kaisar adalah Tiberius.

3. Dalam keagamaan, kekaisaran Roma, pada masa itu, adalah menyembah berhala. Sebuah agama dengan banyak dewa. Beberapa dalam wujud patung dan beberapa lainnya dalam wujud imajinasi. Ada banyak penganut dan penyembah yang taat. Sebuah agama yang ada tidak hanya karena penganutnya tetapi juga mencerminkan kekaisaran itu sendiri. Penyembahan berhala adalah agama resmi. Ditetapkan dengan hukum dan didukung oleh pemerintah. (Mosheim, Vol 1, Pasal 1)

4. Orang Yahudi, pada masa tersebut, bukan lagi bangsa terpilih, terpencar diseluruh kekaisaran Roma. Mereka belum memiliki bait Allah di Yerusalem, namun orang Yahudi pergi ke sana untuk menyembah, dan mereka menjaga agama mereka. Hal tersebut, sama saja dengan menyembah berhala, telah lama menjadi formalitas dan hilang kuasanya. (Mosheim, Vol. 1, Pasal 2)

5. Agama Kristen menjadi agama yang bukan dari dunia ini, tidak mengangkat sosok pemimpin tertentu dan tidak ada kuasa duniawi. Tidak mencari ketetapan, dukungan pemerintah atau negara.Tidak mencari jalan menurunkan Kaisar dari tahtanya. Dikatakan oleh penulis,” Berikanlan kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Mat 22:19-22; Markus 12:17; Luk 20:20). Menjadi sebuah agama yang spiritual bukan menjadi lawan pemerintah. Penganut yang setia, bagaimanapun diajarkan untuk menghormati semua hukum sipil dan pemerintah. (Rom 13: 1-7; Titus 3:1; 1Pet 2: 13-16)

6. Saya ingin Anda memberi perhatian pada beberapa petunjuk atau ciri-ciri dari agama ini – Agama Kristen. Jikalau Anda dan saya menelusuri jauh ke dua puluh abad yang silam, dan khususnya ditengah kegelapan malam seribu dua ratus tahun yang lalu, kegelapan dari sungai dan laut darah para martir, maka kita perlu tahu dengan seksama tanda-tanda tersebut. Tanda-tanda itu pada banyak kesempatan akan dirusak dengan buruk sekali. Tetapi akan selalu ada beberapa tanda yang tidak dapat dihapuskan. Namun mari kita berhati-hati dan dengan sungguh-sungguh berdoa dalam kewaspadaan. Kita akan menghadapi banyak kepura-puraan dan khayalan. Jika mungkin, orang-orang terpilih akan dikhianati dan ditipu. Kita mau, jika mungkin, menelusurinya melalui sejarah yang dapat dipercaya, tetapi lebih khususnya melalui perkataan dan tanda-tanda Kebenaran hakiki yang sempurna dan akurat.

Beberapa tanda akurat, yang tidak dapat dihapuskan

Jika dalam penelusuran yang melewati jauh berabad-abad silam kita menemukan grup atau sekelompok orang yang menyangkali tanda-tanda khusus ini dan mengajarkan hal-hal lain sebagai pengajaran-pengajaran fundamental, hendaklah kita mewaspadainya.

1. Kristus, pembuat dari agama ini, mengorganisasikan para pengikutNya atau murid-muridNya ke Gereja. Dan murid-murid harus mengorganisir gereja-gereja lainnya bersamaan dengan penyebaran agama ini dan ’lahirnya’ murid-murid yang baru. (Ray, Bapt, Succession, Revised Edition, Pasal Pertama.)

2. Organisasi ini atau gereja, menurut Alkitab dan menurut praktek dari para Rasul dan gereja mula-mula, diberikan dua jabatan dan hanya dua – pendeta dan diaken.
Pendeta disebut ”Uskup.” Keduanya, pendeta dan diaken dipilih oleh jemaat dan mejadi pelayan dari jemaat.

3. Gereja dalam kepemimpinan dan kedisiplinnya terpisah sama sekali dan berdiri sendiri, Yerusalem tidak mempunyai otoritas atas Antiokhia – ataupun Antiokhia atas Efesus; ataupun Efesus atas Korintus, dan seterusnya. Dan kepemimpinan bersifat kongregasi, demokratis. Kepemimpinan dari jemaat, oleh jemaat, dan untuk jemaat.

4. Kepada gereja diberikan dua ordonansi dan hanya dua – Baptisan dan Perjamuan Kudus. Hal-hal ini sebagai peringatan yang terus menerus dilakukan.

5. Hanya “orang berdosa yang sudah disesal dan dipercayai” yang diterima sebagai jemaat gereja (Kis 2:47). Mereka yang selamat, diselamatkan semata-mata oleh kasih karunia tanpa perbuatan dari hukum taurat (Ef 2:5, 8, 9). Mereka yang diselamatkan dan hanya mereka, dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mat 28:19). Dan dengan demikian hanya mereka yang menerima dan dibaptis, boleh turut mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus yang diadakan di gereja dalam ibadah.

6. Ayat-ayat yang menjadi inspirasi,sesungguhnya adalah Injil Perjanjian Baru dan hanya itu, yang menjadi peraturan dan bimbingan iman dan hidup, tidak hanya untuk gereja sebagai organisasi melainkan juga bagi setiap pribadi dari organisasi tersebut.

7. Kristus Yesus, pendiri dari organisasi ini dan Juru selamat dari anggotanya, harus menjadi satu-satunya Imam dan Raja, satu-satu Tuhan dan Penguasa, dan kepala dari gereja. Gereja hanya menjadi eksekutif yang menjalankan Kehendak Allah dan melengkapi hukum-hukum, bukan legislatif yang merubah atau mencabut hukum-hukum lama atau membuat yang baru.

8. Agama Kristen bersifat individual, pribadi, dan murni sukarela atau lewat ajakan. Tidak ada tindakan fisik atau paksaan kepemerintahan. Yang ada hanya pilihan pribadi dan individu yang berbeda. ”Pilihan Anda” adalah keputusan yang alkitabiah. Hal tersebut tidak bisa diterima atau ditolak atau diwakilkan atau dibawah paksaan.

9. Perhatikan dengan seksama! Bukan Kristus ataupun para rasulNya, yang pernah memberikan kepada para pengikutNya, yang sekarang dikenal sebagai nama denominasi, seperti ”Katolik,” ”Lutheran,” ”Presbiterian,” ”Episkopal’” dan seterusnya – kecuali nama yang diberikan Kristus untuk Yohanes yang memang dimaksudkan untuk itu, ”Pembaptis,” ”Yohanes Pembaptis” ( Mat 11:11 dan 10 atau 12 kali) Kristus menyebut pengikut individu ”murid.” Dua atau lebih disebut ”muris-murid.” Organisasi dari murid-murid, baik itu di Yerusalem atau Antiokhia atau tempat lainnya, disebut Gereja. Disebut Gereja-gereja bila terdapat lebih dari satu organisasi yang terpisah-pisah. Kata gereja dalam bentuk tunggal tidak pernah digunakan saat menjelaskan lebih dari satu organisasi-organisasi ini. Ataupun saat menjelaskan tentang semua organisasi tersebut.

10. Saya berusaha memberikan satu lagi tanda yang akurat. Kita menyebutnya—Pemisahan yang seutuhnya atas Gereja dan Negara. Tidak ada pengkombinasian, tidak ada penggabungan atas agama spiritual ini dengan kekuasaan duniawi. ”Kebebasan Beragama,” bagi semua orang.

Dan sekarang, sebelum melanjutkan dengan sejarah itu sendiri, mari kita perhatikan –