submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Kamis, 30 Oktober 2008

”THE TRAIL OF BLOOD” Bag. 9

Sangat menyedihkan dan mengerikan penderitaan yang berkepanjangan para penganut Ana-Baptis ini. Dunia tidak menawarkan tempat untuk bersembunyi. Empat penganiaya yang kejam kini memburu keberadaan mereka. Jejak mereka sungguh sebuah ”Jejak Darah”.

13.Sepanjang periode yang sama, beberapa tahun lebih awal dari Presbiterian, muncul denominasi baru lainnya, bukan di benua Eropa, melainkan di Inggris. Namun, hal ini tidak berhubungan dengan Reformasi (walaupun secara jelas membuat reformasi lebih mudah) lebih kepada pemisahan atau divisi dalam kelompok Katolik. Lebih seperti pembagian pada tahun 869, ketika Katolik Timur berpisah dengan Katolik Barat, dan sejak saat itu, dalam sejarah dikenal sebagai Gereja Katolik Yunani dan Gereja Katolik Roma. Pembagian baru ini ada karena timbulnya perkara seperti ini:
Raja Inggris, Henry VIII telah menikan dengan Catherine dari Spanyol, sayangnya setelah beberapa waktu lamanya, dia jatuh cinta kepada Anne Boleyn. Jadi dia ingin menceraikan Catherine dan menikahi Anne. Bercerai pada masa lalu bukan perkara mudah. Hanya Paus yang bisa mengabulkannya dan dalam persoalan Henry ini karena beberapa alasan khusus, Paus menolak mengabulkannya. Henry sangat sedih. Sebagai raja, seharusnya dia berhak melakukan apapun yang dia inginkan. Perdana Menterinya (pada waktu itu Thomas Cromwell) agak mengolok-olok Raja. Kenapa engkau tunduk pada kekuasaaan Paus dalam masalah seperti itu? Henry mengikuti sarannya, melepaskan diri dari kekuasaan kepausan dan menjadikan dirinya kepala atas Gereja Inggris. Hal ini terwujud pada tahun 1534 atau 1535. Pada saat itu tidak ada perubahan dalam pengajaran hanya penolakan atas kekuasaan Paus. Henry tidak pernah menjadi seorang Protestan. Dia meninggal dalam iman Katolik.

14.Tetapi pemisahan ini mengakibatkan beberapa perubahan atau reformasi pada akhirnya. Sementara sebuah reformasi dalam Gereja Katolik dan dibawah kekuasaan kepausan, seperti halnya Lutheran dan yang lainnya, adalah mustahil, reformasi menjadi mungkin setelah pembagian. Cranmer, Latimer, Ridley dan yang lainnya memimpin dalam bebrapa perubahan. Meskipun demikian mereka dan banyak lainnnya membayar dengan mahal beberapa perubahan ketika beberapa tahun kemudian, Mary ”Bloody Mary”, seorang putri dari janda cerai Catherine, menduduki tahta Inggris dan membawa Gereja yang baru tersebut kembali dibawah kekuasaan kepausan. Reaksi yang menakutkan dan dahsyat ini diakhiri dengan sukar dan penuh dengan darah dalam lima tahun kekuasaan Mary. Mary juga mati dipancung seperti orang-orang yang dipancung atas perintahnya. Orang-orang mendapatkan sedikit kebebasan sehingga ketika Elizabeth, putri dari Anne Boleyn (yang karenanya Catherine diceraikan), menjadi Ratu, Gereja Inggris kembalu berkuasa, menggulingkan kekuasaan kepausan dan kembali berdiri.

15.Demikianlah, sebelum berakhirnya abad keenam belas, ada lima Gereja resmi-gereja-gereja yang didukung penuh oleh pemerintah sipil—Gereja Katolik Roma dan Yunani dihitung menjadi dua; lalu Gereja Inggris, Lutheran atau Gereja Jerman; Gereja Scotlandia, kini dikenal sebagai Gereja Presbiterian. Semuanya sangat keras dalam kebencian dan penganiayaan mereka terhadap para penganut Ana-Baptis, Walden dan semua gereja yang bukan gereja resmi, gereja-gereja yang tidak pernah dalam hal apapun berhubungan dengan Katolik. Bantuan besar gereja-gereja tersebut bagi perjuangan reformasi telah dilupakan atau kini diabaikan sama sekali. Beribu-ribu orang, termasuk didalamnya para wanita dan anak-anak terus menerus binasa setiap hari dalam penganiayaan yang tiada akhir. Harapan besar yang timbul dan terinspirasi oleh reformasi ternyata hanayalah sebuah khayalan yang menakutkan. Mereka yang kini tersisa menemukan sebuah tempat perlindungan yang tidak pasti di pegunungan Alpen yang bersahabat dan tempat-tempat lainnya diseluruh dunia.

16.Tiga organisasi baru ini, terpisah dari, atau keluar dari Katolik, mempertahankan banyak kesalahan mereka yang menyakitkan, seperti yang berikut:

A. Kepemimpinan pendeta gereja (berbeda-beda dalam bentuk)
B. Gereja Resmi ( Penggabungan Gereja dan Negara)
C. Baptisan Bayi
D. Percikan atau pembasuhan kepala sebagai baptisan.
E. Pembaptisan Kelahiran Baru ( beberapa setidaknya, dan yang lainnya, jika banyak dari sejarah tentang itu diakui).
F. Menganiaya yang lainnya (setidaknya selama berabad-abad)

17.Pada awalnya semua Gereja resmi ini saling menganiaya satu dengan lainnya sama seperti semua orang, tetapi sebuah sidang diadakan di Augsburg pada tahun 1555, sebuah perjanjian perdamaian, dikenal sebagai ”Perdamaian Augsburg” ditandatangani antara ”Katolik” disatu pihak, dan ”Lutheran” dipihak lainnya, bersepakat untuk tidak saling menganiaya. Kau biarkan kami sendiri, dan kami akan membiarkan kau sendiri. Bagi Katolik melawan Lutheran berarti perang dengan Jerman, dan bagi Lutheran melawan atau menganiaya Katolik berarti perang dengan semua negara dimana Katolik mendominasi.