submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Kamis, 30 Oktober 2008

"TRAIL OF BLOOD" Bag. 8

PEMBAHASAN KETIGA – 1400-1600

1. Ketiga abad ini, lima belas, enam belas dan tujuh belas, adalah abad terpenting dalam seluruh sejarah dunia dan dalam hal ini khususnya dalam sejarah Kekristenan. Tampak adanya revolusi yang berlangsung dalam Gereja Katolik—baik Roma maupun Yunani—mencari sebuah reformasi. Kebangkitan dari tidur berkepanjangan hati nurani dan kerinduan untuk reformasi yang sesungguhnya dimulai pada abad ketiga belas atau mungkin bahkan lebih awal dari abad ketiga belas. Sejarah pastinya mengindikasikan demikian.

2. Mari mundur sedikit. Gereja Katolik dengan banyak penyimpangannya dari pengajaran Perjanjian Baru, dengan hukum-hukumnya yang aneh dan kejam,dan penurunan moral, tangan dan pakaiannya berbau darah dari jutaan martir telah menjadi sangat menyebalkan dan menjijikan terhadap banyak pengikutnya, yang jauh lebih baik dari sistem dan hukum-hukum, pengajaran-pengajaran dan praktek-praktek mereka sendiri. Beberapa dari pastur-pastur Katolik yang paling berani, tebaik dan sangat rohani dan para pemimpin lainnya, satu demi satu mencari dengan sungguh-sungguh untuk mereformasi banyak dari hukum-hukum dan pengajaran-pengajaran yang sangat bertentangan dan kembali, setidaknya mendekati pengajaran Perjanjian Baru. Kami memberikan beberapa contoh yang mengejutkan. Perhatikan tidak hanya seberapa jauh dan di mana api reformasi dimulai tetapi juga para pemimpin dalam reformasi tersebut. Para pemimpin tadinya atau pernah menjadi pastur-pastur Katolik atau pengurus-pengurus sejenisnya. Disitu bahkan masih ada sedikit kebaikan dalam kejahatan yang banyak.Pada saat ini mungkin tidak ada satu pengajaran Perjanjian Baru yang bertahan dalam kemurniannya-namun - kini perhatikan beberapa pereformasi dan di mana mereka bekerja.

3. Penting untuk diperhatikan bahwa untuk beberapa abad sebelumnnya sampai kepada periode reformasi yang besar ini, ada sejumlah tokoh yang memberontak terhadap keekstiman Katolik—dan sungguh-sungguh ingin tetap setia kepada Kitab Suci—namun yang tertinggal hanyalah jejak darah mereka. Kini Kita mempelajari untuk sesaat periode yang sangat khusus ini—”Reformasi”

4. Dari tahun 1320 sampai 1384, di Inggris hidup seorang pria yang menarik seluruh perhatian dunia luas. Namanya John Wycliff . Dia adalah orang pertama yang memiliki keberanian untuk mencoba reformasi sesungguhnya di dalam Gereja Katolik. Dialah yang dalam banyak kesempatan disebut dalam sejarah sebagai Bintang Pagi Reformasi. Dia hidup bersahaja. Memerlukan beberapa jilid buku untuk memuat sebuah sejarah yang tepat tentang John Wycliff. Dia dibenci, sangat dibenci oleh para pemimpin dari Hirarki Katolik. Hidupnya dikejar terus-menerus. Dia akhirnya meninggal karena kelumpuhan. Namun beberapa tahun kemudian, sedemikian bencinya Katolik, tulang-tilangnya digali dan dibakar, dan abunya dibuang ke air.

5. Menyusul dalam rentang waktu yang dekat dengan Wycliff adalah John Huss, 1373-1415, seorang putra terkemuka dari Bohemia. Jiwanya telah telah merasakan dan meresponi pencerahan dari Si ”Bintang Pagi” Inggris.Dia seorang pemberani dan mengalami banyak kejadian namun pahit dan sangat singkat. Alih-alih membangkitkan mediasi diantara orang-orang Katolik untuk menyetujui reformasi sesunggguhnya, dia menimbulkan ketakutan dan kebencian dan perlawanan yang mengakibatkan dirinya dibakar ditiang-seorang martir diantara para pengikutnya sendiri. Namun dia mencari demi kebaikan mereka sendiri. Dia mengasihi Tuhannya dan para pengikutnya. Walau dia hanya satu dari sekian juta orang yang mengalami hingga mati.

6. Setelah John Huss dari Bohemia, muncul putra Italia yang luar biasa mengagumkan Savonarola, 1452-1498. Huss dibakar pada tahun 1415, Savonarola lahir tiga puluh tujuh tahun setelahnya. Dia, seperti Huss, walaupun seorang Katolik yang taat, menemukan para pemimpin dari pengikut-pengikutnya-rakyat Italia-seperti di Bohemia, menentang segala reformasi. Namun dia, dengan kecakapannya berorasi, berhasil membangkitkan hati nurani beberapa orang dan mendapatkan pengikut-pengikut setia. Tetapi, sebuah reformasi yang sesungguhnya dalam Hirarki berarti tumbangnya kekuasaan bagi para pemimpin dalam organisasi tersebut. Jadi Savonarola, seperti halnya Huss, harus mati. DIA JUGA DIBAKAR DITIANG. Dari semua orang yang cakap pada periode yang luar biasa tersebut, Savonarola mungkin melebihi mereka semua. Namun dia menentang sebuah organisasi yang kuat dan keberadaan organisasi tersebut mengharuskan untuk melawan reformasi, jadi Savonarola harus mati.

7. Tentu saja, dalam memberikan nama-nama pereformasi dari periode ini, banyak nama yang perlu dikesampingkan. Hanya nama-nama yang sangat sering dihubungkan dengan sejarah yang disebutkan disini. Setelah orator berlidah emas dari Italia, muncul seorang pria dari Swiss. Zwingle lahir sebelum Savonarola meninggal. Dia hidup dari tahun 1484 smapai 1531. Semangat reformasi kini mulai memenuhi seluruh negeri Api reformasi berkobar dengan cepatnya dan menyebar secara pesat dan menjadi sangat sulit untuk dikendalikan. Reformasi yang dikkobarkan oleh Zwingle tidak lebih dari sebagian reformasi yang ditahan sebelum reformasi lainnya, lebih serius dari semua yang ada, telah berkobar di Jerman. Zwingle wafat dalam perjuangan.

8. Martin Luther, mungkin yang paling terkenal dari semua pereformasi abad kelima belas dan enam belas, hidup dari tahun 1483 sampai tahun 1546, dan seperti yang bisa dilihat dari tahun, sezaman dengan Zwingle. Dia lahir satahun sebelumnya dan hidup lima belas tahun lebih lama. Lebih jauh lagi mungkin dari yang diungkapkan sejarah, para pendahulunya sebagina besar telah membuat perjuangannya yang sulit menjadi lebih mudah baginya. Selanjutnya, dia belajar dari pengalaman mereka yang berat dan kemudian sepenuhnya berasal dari dirinya, sebuah reformasi sesungguhnya dalam Gereja Katolik akan menjadi mustahil sama sekali. Terlalu banyak langkah penyatuan yang dibutuhkan yang satu akan menuntut yang lainnya dan begitu seterusnya.

9. Jadi Martin Luther, setelah banyak perselisihan dengan para pemimpin Katolik dan dibantu oleh Melancthon juga pemuka-pemuka Jerman yang lain, menajdi pendiri pada tahun 1530, atau sekitar tahun tersebut, dari sebuah organisasi Kristen yang sama sekali baru, kini dikenal sebagai Gereja Lutheran, yang segera menjadi Gereja Jerman. Gereja lutheran adalah gereja pertama yang terpisah sama sekali dengan Roma dan menolak semua tunduk kepada Gereja Ibu Katolik (demikian Gereja Roma disebut) dan terus berdiri sesudahnya.

10. Beralih sejenak, Gereja Inggris yang muncul setelah Lutheran, Kita akan megikuti sejenak Reformasi di benua Eropa. Dari tahun 1509 sampai 1564, disana hidup salah satu pereformasi yang luar biasa yaitu John Calvin, seorang Perancis, namun tampaknya pada saat itu hidup di Swiss. Dia sungguh seorang yang hebat. Dia adalah Martin Luther modern selama tiga puluh tahun dan berusia dua puluh dua tahun ketika zwingle wafat. Calvin diakui sebagai pendiri dari Gereja Presbiterian. Meskipun demikian beberapa sejarahwan memberikan pengakuan itu kepada Zwingle, namun bukti terkuat sepertinya berpihak kepada Calvin.

Tidak dapat disangsikan lagi, jerih payah Zwingle, sperti halnya Martin Luther, membaut jalan Calvin lebih mudah. Sehingga pada tahun 1541, hanya sebelas tahun (tampaknya pada tahun tersebut) stelah pendirian Gereja Lutheran oleh Luther, Gereja Presbiterian berdiri. Hal itu pun, sama seperti halnya Lutheran, dipimpin oleh pastur Katolik dari gerakan reformasi atau setidaknya pengurus. Keenam orang ini—Wycliff, Huss, Savonarola, Zwingle, Luther dan Calvin, para pemimpin besar dalam perjuangan mereka untuk reformasi, mendatangkan pukulan yang hebat bagi Katolik.

11. Pada tahun 1560, sembilan belas tahun setelah organisasi Calvin yang pertama di Jenewa, Swiss, John Knox, seorang murid Calvin, mendirikan Gereja Presbiterian yang pertama di Scotlandia, dan hanya tiga puluh dua tahun sesudahnya, tahun 1592, Presbiterian menjadi Gereja Negara dari Scotlandia.

12. Sepanjang perjuangan yang berat ini untuk Reformasi, bantuan berharga dan terus-menerus diberikan kepada para pereformasi, oleh banyak penganut Ana-Baptis, atau julukan apapun yang disandang oleh mereka. Berharap akan kelegaan dari penderitaan, mereka keluar dari tempat persembunyian dan berjuang dengan berani bersama pereformasi, tetapi mereka menemui kekecewaan yang besar. Mereka kini mempunyai dua tambahan musuh penganiaya. Keduanya Gereja Lutheran dan Presbiterian membawa banyak kejahatan dari Ibu Katolik, diantaranya adalah ide tentang Gereja Negara. Yang kemudian menjadi Gereja Resmi. Keduanya segera berada dalam hal penganiayaan, tidak jauh berbeda dari Ibu Katolik mereka.