submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Kamis, 30 Oktober 2008

"TRAIL OF BLOOD" Bag. 5

PERIODE PERTAMA TAHUN 30-500 M

1. Dibawah kepemimpinan yang ganjil namun penuh dengan semangat Yohanes Pembaptis, lelaki lemah lembut dari hutan belantara, dan dibawah sentuhan penuh kasih dan kuasa mujizat Kristus sendiri, dan kotbah yang mengagumkan dari dua belas Rasul dan penerus-penerus mereka selanjutnya, agama kristen menyebar dengan sangat cepat selama periode lima ratus tahun pertama. Namun demikian, hal tersebut meninggalkan masa lalu yang penuh dengan pertumpahan darah dibelakangnya. Agama Yahudi dan para penyembah berhala menentang dengan keras setiap pergerakan kekristenan. Yohanes Pembaptis adalah yang pertama dari para pemimpin besar yang mengorbankan hidupnya. Kepalanya dipancung. Segera setelahnya adalah Sang Juru Selamat sendiri, pendiri dari agama Kristen ini. Dia mati di Kayu Salib, kekejaman dari Salib.

2. Mengikuti Juru Selamat banyak pahlawan iman yang menjadi martir : Stephen dirajam, Matius disembelih di Etiophia, Markus diseret melewati jalan-jalan hingga mati, Lukas digantung, Petrus dan Simeon disalibkan, Andreas disalibkan, Yakobus dipenggal, Philip disalibkan dan dirajam, Bartolomeus dikuliti hidup-hidup, Thomas ditusuk dengan tombak, Yakobus, sedikit ringan dilempar dari kuil dan dipukuli sampai mati, Yudas dipanah, Matias dirajam dan Paulus dipenggal.

3. Lebih dari seratus tahun berlalu sebelum semua ini terjadi. Penganiayaan yang berat oleh agama Yahudi dan para penyembah berhala berlangsung selama lebih dari dua abad. Namun demikian agama Kristen menyebar dengan cepat. Menyebar keseluruh Kekaisaran Roma, Eropa, Asia, Afrika, Inggris, Wales, dan hampir diseluruh tempat dimana ada peradaban manusia. Gereja-gereja bermultiplikasi dengan hebatnya dan jumlah murid-murid terus bertambah. Akan tetapi beberapa gereja masih terus berjalan ke arah yang salah.

4. Perubahan-perubahan pertama dari pengajaran-pengajaran Perjanjian Baru mencakup baik kebijaksanaan dan doktrin. Pada dua abad pertama gereja-gereja individu bermultiplikasi dengan pesatnya dan beberapa dari Gereja mula-mula, seperti Yerusalem, Antiokhia, Efesus, Korintus, dan sebagainya, bertumbuh menjadi sangat besar; Yerusalem, sebagai contoh, memiliki ribuan anggota (Kis 2:41; 4:4; 5:14), mungkin dua puluh lima ribu atau bahkan lima puluh ribu lebih. Kita dapat mengetahui Paulus memiliki tugas yang besar pada masanya dalam menjaga beberapa gereja berjalan dengan benar melalui pengamatan mendalam dari kitab Kisah Para Rasul dan surat-suratnya. Baca nubuatan Petrus dan Paulus tentang masa depan ( II Pet 2:12; Kis 20:29-31. Baca juga Wahyu pasal kedua dan ketiga).

Gereja-gereja besar ini memerlukan banyak pengkhotbah atau penatua (Kis 20:17). Beberapa dari Uskup atau pendeta mulai mengambil otoritas yang tidak diberikan kepada mereka pada Perjanjian baru. Mereka mulai menuntut otoritas atas yang lain dan gereja-gereja kecil. Mereka, dengan para penatua, mulai menguasai pusaka Tuhan (III Yoh 1:9). Disini dimulainya sebuah kesalahan yang berkembang dan bertambah menjadi kesalahan yang sungguh menyakitkan. Disini awal mula perbedaan golongan dalam pelayanan sampai kepada yang dipraktekkan sekarang ini oleh gereja-gereja lain seperti halnya Katolik. Disini dimulailah apa yang mengakibatkan perubahan yang menyeluruh dari kebijaksanaan demokratis original dan kepemimpinan dari Gereja mula-mula. Ketidakberesan ini dimulai dengan hal yang kecil, bahkan sebelum berakhirnya abad kedua. Hal ini mungkin permulaan pertama yang menguatirkan dari tatanan gereja Perjanjian Baru.

5. Perubahan penting lainnya yang tampak dari sejarah dimulai sebelum berakhirnya abad kedua adalah doktrin besar Keselamatan itu sendiri. Orang Yahudi dan juga para penyembah berhala, selama beberapa generasi, telah dididik untuk menitikberatkan pada Liturgi. Mereka melihat lambang sebagai bukan lambang, bayangan sebagai substansi yang nyata, dan liturgi sebagai perantara keselamatan yang sesungguhnya. Dengan mudahnya hingga melihat kepada baptisan. Mereka beralasan demikian: Alkitab mengatakan banyak hal tentang baptisan. Yang dititikberatkan pada peraturan dan kewajiban seseorang mengenai hal tersebut. Pastinya hal itu berhubungan dengan keselamatan seseorang. Jadi pada periode inilah ide tentang ”Pembaptisan Kelahiran Baru” mulai dianut oleh beberapa gereja. (Shackelford, hal 57; Camp hal 47; Benedict, hal 286; Mosheim, Vol 1 hal 134; Christian, hal 28)

6. Kesalahan yang besar mulai masuk secara perlahan, dan tampaknya dari beberapa sejarahwan (tidak semuanya) dimulai pada abad yang sama dan mungkin dapat dikatakan akibat yang tak terelakan dari ide tentang ”Pembaptisan Kelahiran Baru”, adalan sebuah perubahan dalam seorang yang dibaptisan. Sejak baptisan dinyatakan sebagai sebuah perantara atau cara kepada keselamatan oleh beberapa gereja yang salah, lalu baptisan awal mendapat tempat yang lebih baik. Karena itu timbul “baptisan bayi” . Sebelumnya “para pemercaya” dan hanya “para pemercaya” saja, yang dianggap sebagai subyek yang tepat untuk baptisan. Tidak berkenaan dengan “Percik” dan “Selam” . Hal tersebut dibahas kemudian. Selama beberapa abad, bayi-bayi, sama seperti lainnya, mendapatkan baptisan selam. Katolik Yunani (cabang yang sangat besar dari gereja Katolik) sampai sekarang ini, tidak pernah merubah pola asli dari baptisan. Katolik Yunani mempraktekkan baptisan bayi tetapi tidak melakukan hal yang lainnya selain memberikan baptisan selam untuk anak-anak itu. (Perhatikan- Beberapa sejarahwan gereja menempatkan permulaan baptisan bayi dalam abad ini, tetapi Saya akan mengutip sebuah paragraf pendek dari Robinson’s Ecclesiastical Researches.)
”Selama tiga abad pertama, kongregasi di seluruh Timur hidup dalam gereja independen yang terpisah, tidak didukung oleh pemerintah dan maka dari itu tanpa adanya kekuasaan sekular apapun atas satu dengan lainnya. Selama ini kongregasilah yang menjadi gereja pembaptis, dan walaupun semua pendahulu dari empat tahun pertama, sampai kepada Jerome (370M), dari Yunani, Siria dan Afrika, dan walau gereja-gereja tersebut memberikan jumlah sejarah yang banyak tentang baptisan orang dewasa, namun tidak ada satupun baptisan anak sampai tahun 370.” (Compedium of Baptist History, Shackelford, hal 43; Vedder, hal 50; Christian, hal 31; Orchard, hal 50, dst.)

7. Harap diingat bahwa perubahan-perubahan seperti yang telah disebutkan ini tidak dibuat dalam satu hari, atau bahkan dalam satu tahun. Perubahan-perubahan tersebut datang perlahan dan tidak pernah dalam semua gereja. Beberapa gereja menolak mentah-mentah perubahan-perubahan tersebut. Itulah yang terjadi pada tahun 251M, gereja-gereja yang setia menyatakan tidak akan berhubungan dengan gereja-gereja tersebut yang menerima dan mempraktekkan kesalahan-kesalahan ini. Dan demikianlah terjadi pemisahan sesungguhnya diantara gereja-gereja.

8. Dengan demikian perlu diperhatikan bahwa selama tiga abad pertama tiga perubahan penting dan vital dari pengajaran Kristus dan para RasulNya dimulai. Dan satu peristiwa signifikan terjadi, perhatikan ringkasan dan rekapitulasi ini :

A. Perubahan dari pemikiran Perjanjian Baru tentang uskup dan kepemimpinan gereja. Hal ini berkembang dengan pesat, lebih digaungkan dan lengkap dan menyakitkan.

B. Perubahan dari pengajaran Perjanjian Baru mengenai Kelahiran Baru kepada ”Pembaptisan Kelahiran Baru”

C. Perubahan dari ”baptisan orang percaya” kepada ”baptisan bayi” (yang terakhir ini, bagaimanapun tidak menjadi hal yang umum ataupun bahkan sangat sering untuk lebih dari satu abad).

9. ”Pembaptisan Kelahiran Baru” dan ”Baptisan bayi”. Dua kesalahan ini, menurut kesaksian sejarah yang sangat dapat dipercaya, telah menyebabkan lebih banyak darah orang Kristen yang tertumpah selama berabad-abad lalu daripada semua kesalahan lain yang digabungkan, atau daripada semua peperangan yang mungkin terjadi, tidak berhubungan dengan penganiayaan, jika anda tidak memasukkan ”Perang Dunia” yang baru saja terjadi. Lebih dari lima puluh juta orang Kristen menjadi martir, sebagian besar karena penolakan mereka terhadap dua kesalahan ini selama periode zaman kegelapan sendiri - sekitar dua belas atau tiga belas abad.

10. Tiga fakta signifikan, bagi mayoritas sebagian besar gereja terlihat jelas ditunjukan oleh sejarah selama 3 abad pertama :

A. Pemisahan dan keindependenan dari gereja.
B. Karakter hamba dari uskup-uskup atau pendeta.
C. Hanya baptisan orang percaya.

Saya mengutip dari Mosheim – sejarahwan terkemuka dari seluruh gereja Lutheran vol. 1 Hal 71 dan 72 : ” Tetapi siapapun yang beranggapan bahwa uskup dari gereja zaman emas dapat disamakan dengan uskup dari abad selanjutnya pasti mencampur-adukkan karakter-karakter yang sangat berbeda, karena pada abad ini dan selanjutnya seorang uskup bertanggung jawab atas sebuah gereja tunggal, yang biasanya mungkin terdapat dalam rumah pribadi, namun bukan sebagai penguasa melainkan pada kenyataannya sebagai pelayan atau hamba....semua gereja pada masa awal merupakan gereja independen...atau tidak satupun dari gereja-gereja tersebut tunduk kepada yuridiksi dari yang lainnya. Karena walaupun gereja yang didirikan oleh para Rasul sendiri sering mendapat kehormatan sebagai tempat berkonsultasi dalam banyak kasus yang menimbulkan keraguan akan tetapi gereja itu tidak memiliki otoritas yudisial, kontrol, kekuasaan memberikan hukum. Sebaliknya, sangat jelas bahwa semua gereja Kristen memiliki hak sama, dan menghormati.

11. Sampai pada masa ini meskipun banyak penganiayaan berat, kekristenan memiliki pertumbuhan yang mengagumkan. Pertumbuhan tersebut meliputi bahkan melampaui kekaisaran Roma yang besar. Hampir semua orang telah mendengar Injil. Dan menurut beberapa sejarahwan gereja, banyak dari gereja-gereja awal yang dikelola oleh para Rasul masih utuh dan setia pada pengajaran Kerasulan. Bagaimanapun seperti yang ditunjukkan, sejumlah kesalahan yang digambarkan dan menyakitkan telah masuk dan menjadi pegangan permanen di antara beberapa gereja. Beberapa menjadi sangat tidak beraturan.

12. Penganiayaan menjadi semakin bertambah berat. Barangkali menjelang datangnya permulaan abad keempat terbit maklumat pemerintah yang pertama tentang penganiayaan. Pertumbuhan Kekristenan yang sangat bagus telah mengkhawatirkan para imam penyembahan berhala kekaisaran Roma. Karena itu Galerius, sang Kaisar, mengeluarkan sebuah maklumat langsung mengenai penganiayaan yang lebih kejam. Hal ini terjadi 24 Februari tahun 303 M. Sampai pada masa ini penyembahan berhala tampaknya telah bertujuan menganiaya tanpa adanya kepastian hukum yang jelas.

13. Tetapi maklumat ini gagal sama sekali dalam tujuannya menghentikan pertumbuhan Kekristenan, sehingga Kaisar yang sama ini, Galerius, hanya delapan tahun setelahnya (311M) mengeluarkan lagi maklumat yang lain menarik kembali yang pertama dan benar-benar memberikan toleransi – izin untuk menghidupkan agama Kristus Yesus. Ini mungkin hukum pertama yang menguntungkan Kekristenan.

14. Pada permulaan dari tahun 313M, Kekristenan telah memenangkan sebuah kemenangan besar atas penyembahan berhala. Seorang kaisar baru telah muncul dari kekaisaran Roma. Dia dengan jelas mengenali suatu kuasa misterius dari agama yang tetap berkembang meskipun ada penganiayaan. Sejarah mengatakan bahwa Kaisar baru ini yang tak lain adalah Constantine, memiliki sebuah visi realistis yang sangat bagus. Dia melihat di langit sebuah salib merah menyala dan pada salib tersebut tertulis kata-kata dalam huruf yang menyala ”Dengan ini engkau harus tunduk.” Dia menafsirkannya sebagai arti bahwa dia harus menjadi seorang Kristen. Dan bahwa dengan melepaskan penyembahan berhala dan menggabungkan kuasa spiritual agama Kristen pada kekuasaan duniawi kekaisaran Roma, dunia dapat dengan mudah ditaklukan. Demikianlah agama Kristen sesungguhnya akan menjadi agama seluruh dunia dan kekaisaran Roma sebuah kekaisaran seluruh dunia.

15. Jadi di bawah kepemimpinan Kaisar Constantine muncullah gencatan senjata, pacaran dan lamaran pernikahan. Kekaisaran Roma melalui sang kaisar mencari pernikahan dengan kekristenan. Berikan kami kekuasaan spiritualmu dan kami akan memberikan kekuasaan duniawi.

16. Dengan bertujuan menjadikan dan mewujudkan perpaduan yang tidak kudus ini, sebuah sidang diadakan. Pada tahun 313M, sebuah perintah bagi gereja-gereja Kristen atau para perwakilan gereja tersebut untuk datang berkumpul. Banyak tetapi tidak semua datang meresponi. Sebuah persekutuan terwujud. Sebuah Hirarki dibentuk. Dalam Hirarki organisasi tersebut, Kristus tidak lagi sebagai kepala dari gereja dan Kaisar Constantine lah (hanya sementara, bagaimanapun) sebagai kepala dari gereja.

17. Hirarki ini adalah permulaan mutlak dari perkembangan yang pada akhirnya mengakibatkan apa yang sekarang dikenal sebagai Katolik atau ”gereja universal”. Barangkali dapat dikatakan bahwa permulaan yang tak menentu menjelang penghujung abad kedua dan permulaan abad ketiga, ketika pemikiran baru mangenai uskup dan pendeta kepemimpinan gereja mulai mempunyai bentuk.

18. Harap diingat dengan baik bahwa ketika Constantine memerintahkan untuk mengadakan sidang, pada waktu itu banyak orang Kristen (Baptis) dan dari gereja lain yang menolak untuk meresponi. Mereka tidak menginginkan adanya penyatuan dengan negara dan pemerintahan centralisasi dan segala bentuk kepemimpinan gereja yang lebih tinggi daripada gereja itu sendiri. Tidak satupun dari orang-orang Kristen (Baptis) ini maupun gereja pada masa tersebut atau dikemudian hari, memasuki hirarki dari Denominasi Katolik.

19.Ketika hirarki ini terbentuk, Constantine, yang menjadi kepala, pada saat itu bukan seorang Kristen. Dia telah berjanji untuk menjadi seorang Kristen. Akan tetapi seiring dengan kesalahan atau ketidak beraturan gereja yang masuk bersamaan dengan dia ke dalam organisasi ini yang telah menganut kesalahan dari Pembaptisan Kelahiran Baru, sebuah pertanyaan serius muncul dalam benak Constantine. Jika saya diselamatkan dari dosa-dosa saya oleh baptisan, lalu bagaimana dengan dosa-dosa saya yang saya lakukan setelah saya dibaptis? Dia menanyakan sebuah pertanyaan yang telah membingungkan dunia pada semua tingkat generasi. Dapatkah baptisan menghapuskan dosa-dosa yang belum dilakukan? Atau apakah dosa-dosa yang dilakukan sebelum pembaptisan dihapuskan oleh satu cara (yaitu baptisan) dan dosa-dosa yang dilakukan setelah pembaptisan dihapuskan dengan cara yang lain?

20. Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan atas banyak pertanyaan yang bermunculan. Constantine akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan orang Kristen, namun menunda pembaptisannya sampai menjelang kematiannya sehingga semua dosa-dosanya dapat dihapuskan pada saat itu. Pemikiran ini diikutinya, karena itu dia tidak dibaptis sampai menjelang kematiannya.

21. Tindakan Constantine dalam menolak menyembah berhala, agama seluruh kekaisaran Roma dan menerima Kekristenan mendatangkan ketidaksenangan senat Roma. Mereka menolak atau setidaknya menentang tindakannya. Dan akhirnya perlawanan mereka mengakibatkan perpindahan kursi kekaisaran dari Roma ke Bizantium , sebuah kota kuno yang dibangun kembali dan dinamakan Constantinopel untuk Constantine. Sebagai akibatnya kekaisaran Roma mempunyai dua ibukota Roma dan Constantinopel. Kedua kota yang bersaing tersebut beberapa abad kemudian menjadi pusat pemerintahan dari gereja katolik yang terbagi Roma – Yunani.

22. Sampai kepada Hirarki organisasi dan penyatuan gereja dan negara, semua penganiayaan terhadap Kekristenan dilakukan oleh agama Yahudi atau penyembah berhala. Sekarang tiba sebuah perubahan yang mengkhawatirkan. Orang Kristen (secara nama) mulai menganiaya orang Kristen. Constantine berhasrat agama orang Kristen bergabung dengannya dalam pemikiran yang baru tentang negara agama dan banyak yang sungguh-sungguh menentang hal tersebut karena bertentangan dengan pengajaran Perjanjian Baru, dia mulai menggunakan kekuasaan pemerintah untuk memaksa, sehingga dimulailah hari-hari dan tahun-tahun bahkan berabad-abad penganiayaan yang hebat terhadap semua orang Kristen yang setia pada pengajaran Kristus dan Kerasulan yang sesungguhnya.

23. Ingat bahwa saat ini kita sedang memperhatikan peristiwa-peristiwa yang terjadi antara tahun 300M dan 500M. Hirarki yang dikelola di bawah kepemimpinan Constantine dengan cepat berkembang menjadi yang sekarang dikenal sebagai gereja Katolik. Gereja yang berkembang ini bergabung kepada kepemerintahan, tidak lagi hanya sebatas pelaksana dari keseluruhan hukum Perjanjian Baru, melainkan mulai bertindak sebagai legislatif, membuat atau membatalkan hukum lama atau membuat hukum baru yang sama sekali tidak dikenal dalam Perjanjian Baru.

24. Salah satu dari pembuatan undang-undang legislatif yang pertama, dan salah satu yang sangat subversif dalam hasilnya adalah pengesahan secara hukum ”baptisan bayi”. Dengan hukum yang baru ini, ”Baptisan Bayi” menjadi kewajiban. Hal ini diberlakukan pada tahun 416M. Bayi-bayi jarang dibaptis mungkin satu abad sebelum hal ini. Sepanjang undang-undang baru ini menjadi efektif, dua hukum Perjanjian Baru yang sangat penting dibatalkan ”Baptisan orang percaya” dan ”Ketaatan seseorang secara sukarela dalam baptisan”
25. Sebagai konsekuensi yang tak terelakkan dari ajaran dan hukum yang baru ini, gereja-gereja yang berbuat kekeliruan ini segera dipenuhi oleh orang-orang yang tidak bertobat. Sebenarnya, tidak membutuhkan waktu yang lama sampai mayoritas jemaat berubah menjadi substansi yang juga tidak bertobat. Jadi perkara spiritual terbesar dari kerajaan spiritual Allah yang Besar berada dikekuasaan duniawi yang fasik. Apa yang dapat diharapkan sekarang?

26. Orang Kristen dan gereja yang setia, tentu saja, menolak hukum yang baru ini. Baptisan orang percaya, tentu saja ”Baptisan Perjanjian Baru” adalah satu-satunya hukum bagi mereka. Mereka tidak hanya menolak untuk membaptis anak-anak mereka sendiri tetapi juga menolak pembaptisan yang dilakukan oleh dan di dalam gereja-gereja dari organisasi yang tidak alkitabiah tersebut karena hanya percaya pada baptisan orang percaya. Siapapun yang berasal dari gereja - organisasi yang baru ini,bila ingin bergabung dengan gereja yang telah menolak untuk bergabung dengan organisasi baru tersebut, orang Kristen itu harus dibaptis kembali.

27. Jalan yang diikuti oleh gereja yang setia, tentu saja, menimbulkan ketidaksenangan yang hebat dari pemuka-pemuka agama negara, kebanyakan dari mereka bukan orang Kristen sejati. Nama ”Kristen”, bagaimanapun dari saat ini dalam penyangkalan oleh gereja yang setia yang menolak untuk menerima kesalahan-kesalahan yang baru. Mereka tidak disebut Kristen tetapi disebut dengan banyak julukan-julukan lain, kadangkala dengan julukan yang satu dan kali berikutnya dengan julukan yang lainnya ”Montanis”, ”Tetullianis”, ”Novalionis”, ”Paterines”, dan beberapa paling tidak. Karena praktek pembaptisan ulang mereka yang sudah dibaptis pada masa kecil, disebut ”Ana-Baptis”.

28. Tahum 426M, tepat sepuluh tahun setelah pengesahan secara hukum baptisan bayi, periode mengerikan yang dikenal dengan ”zaman kegelapan” dimulai. Periode yang sangat menakutkan! Betapa gelap dan penuh dengan darah! Dari saat ini lebih dari sepuluh abad, jejak dari Kekristenan yang taat sebagian besar terhapus dalam darah itu sendiri. Perhatikan pada grafik beberapa dari banyak julukan yang berbeda dikarenakan oleh penganiayaan. Kadang kala julukan-julukan ini diberikan karena beberapa pemimpin khusus yang gagah berani dan kadang kala dari sebab-sebab yang lain dan sering nama-nama untuk orang-orang yang sama berbeda di negara-negara yang berbeda dan bahkan pada abad-abad yang berbeda.

29. Pada awal periode zaman kegelapanlah ketika kepausan yang sesungguhnya dimulai. Saat itu oleh Leo II tahun 440M-461M. Ini, bagaimanapun bukan kali pertama gelar tersebut digunakan. Gelar ini, sama seperti gereja Katolik itu sendiri adalah sebagian besar karena perkembangan. Nama tersebut muncul, seperti saat pertama digunakan untuk uskup Roma 296-304. Gelar tersebut secara resmi digunakan oleh Siricius, Uskup Roma 384-398. Lalu oleh Leo II, 440-461. Kemudian menjadi mendunia, 707. Lalu beberapa abad setelahnya diumumkan oleh Gregory VII menjadi hak tunggal kepausan.

30. Sekarang untuk mengumpulkan peristiwa-peristiwa yang sangat signifikan dari periode lima abad pertama :

A. Perubahan bertahap dari sebuah demokrasi kepada kepemimpinan pendeta gereja.
B. Perubahan dari keselamatan oleh kasih karunia kepada Baptisan Keselamatan.
C. Perubahan dari ”baptisan orang percaya” kepada ”baptisan bayi”.
D. Pengelolaan Hirarki, penyatuan gereja dan negara.
E. Kursi kekaisaran berpindah ke Constantinopel.
F. Baptisan bayi disahkan oleh hukum dan dijadikan kewajiban.
G. Orang Kristen mulai menganiaya orang Kristen.
H. Zaman kegelapan mulai 426.
I. Pedang dan obor bukannya injil yang menjadi kekuatan Tuhan(?) kepada keselamatan.
J. Semua persamaan ”Kebebasan beragama” mati dan dikuburkan dan tetap terkubur selama berabad-abad.
K. Gereja-gereja Perjanjian Baru yang setia yang disebut dengan nama apapun diburu dan dikejar sampai kepada batas sepenuhnya dari kekuasaan duniawi Katolik yang baru. Yang tersisa terpencar ke seluruh dunia menemukan tempar persembunyian yang tidak pasti di hutan-hutan dan gunung-gunung, lembah-lembah, gua-gua bumi.