submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Kamis, 30 Oktober 2008

"TRAIL OF BLOOD" Bag. 6

PEMBAHASAN KEDUA 600-1300

1. Kita menutup pembahasan pertama dengan berakhirnya abad kelima. Dan namun beberapa hal bermula jauh sebelum abad tersebut yang bahkan tidak disebutkan pada pembahasan pertama.
Kita baru saja memasuki periode mengerikan yang dikenal dalam sejarah dunia sebagai ”Zaman Kegelapan”. Zaman yang gelap, penuh dengan darah dan mengerikan . Penganiayaan oleh gereja Katolik Roma sangat berat, kejam dan tidak berkesudahan Perang yang bertujuan untuk memusnahkan mengikuti secara terus menerus dan tak berkesudahan meluas ke berbagai daerah, orang-orang Kristen yang melarikan diri. ”Jejak Darah” adalah yang tertinggal hampir di berbagai tempat. Khususnya seluruh Inggris, Wales, Afrika, Armenia, dan Bulgaria. Dan di tempat-tempat lain orang-orang Kristen dapat ditemukan, yang berusaha dengan sepenuh hati untuk tetap setia kepada pengajaran Perjanjian Baru.

2. Sekarang kita memperhatikan sidang-sidang keagamaan yang disebut ”Ecumenical” atau seluruh kekaisaran. Harus diingat bahwa sidang-sidang ini dinyatakan berdasarkan atau meneladani Sidang yang dibentuk oleh para Rasul dan yang lainnya di Yerusalem (Baca Kej 15 : 1), namun mungkin menyandang nama yang sama bisa disamakan. Kita disini dan sekarang memperhatikan hanya delapan sidang,dan sidang-sidang ini dipimpin oleh Kaisar-kaisar yang berbeda,tidak satupun yang dipimpin oleh Paus. Dan semua sidang ini diadakan diantara Gereja-gereja Timur atau Gereja-gereja Yunani. Yang hadir,beberapa perwakilan. Alih-alih yang hadir perwakilan dari Gereja-gereja-gereja Barat atau Gereja-gereja Roma.

3. Sidang pertama dari Sidang-sidang ini diadakan di Nice atau Nicea, pada tahun 325 M. Dipimpin oleh Constantine yang Agung, dan dihadiri oleh tiga ratus delapan belas orang Uskup.

Sidang kedua diadakan di Constantinopel pada tahun 381 M, dan dipimpin oleh Theodosius yang Agung. Pada sidang tersebut hadir seratus lima puluh orang Uskup. (Pada abad-abad awal Uskup berarti pendeta dari gereja.)

Sidang ketiga dipimpin oleh Theodosius II dan Valentian III. Hadir dua ratus lima puluh orang Uskup dan diadakan di Efesus pada tahun 431 M.

Sidang keempat diadakan di Calcedon pada tahun 451 M dan dipimpin oleh Kaisar Marian, lima ratus atau enam ratus orang Uskup atau Metropolitan (Metropolitan adalah pendeta kota atau pendeta Gereja Pertama) hadir. Sepanjang sidang ini ajaran yang kini dikenal sebagai Mariolatry diumumkan secara resmi. Ini berarti pemujaan terhadap Maria, ibu Kristus. Ajaran baru ini pada awalnya cukup mengundang perdebatan, banyak yang berkeberatan. Namun pada akhirnya hal tersebut disetujui sebagai ajaran tetap Gereja Katolik.

Sidang kelima dari delapan sidang ini diadakan di Constantinopel (yang adalah kali kedua diadakan di sana). Sidang dipimpin oleh Justinian, tahun 553 M dan dihadiri oelh seratus enam puluh lima orang Uskup. Ini, tampaknya, diadakan hanya untuk mengkritik tulisan-tulisan tertentu.

Pada tahun 680 M diadakan Sidang yang keenam. Juga diadakan di Constantinopel dan dipimpin oleh Constantine Pegonator, untuk menghukum klenik. Selama sidang Paus honorius dicopot jabatannya dan dikucilkan. Sedangkan, pada saat ini kemutlakan belum dideklarasikan.

Sidang ketujuh diadakan di Nicea pada tahun 787 M. Ini kali kedua diadakan di tempat ini. Kaisar wanita Irene memimpin sidang ini. Disini disidang ini tampaknya menjadi awal mula dari baik ”Pemujaan Patung” maupun ”Pemujaan Orang-orang Kudus”. Kalian bisa melihat bahwa orang-orang ini menjadi lebih nyata menyembah berhala daripada menjadi Kristiani.

Terakhir apa yang disebut ”Sidang Timur” Sidang-sidang yang dipimpin oleh para Kaisar, diadakan di Constantinopel pada tahun 869 M. Sidang dipimipin oleh Basilius Maredo. Gereja Katolik telah masuk kedalam persoalan yang serius. Munculnya kontroversi atas kepemimpinan dua cabang dari Katolik—Timur dan Barat, Yunani dan Roma—Pontius Yunani di Constantinopel dan Nicolas Pertama di Roma. Demikian seriusnya persoalan mereka sehingga masing-masing saling mengucilkan. Jadi untuk beberapa saat lamanya Katolik sama sekali tidak mempunyai pemimpin. Sidang diadakan terutama untuk menyelesaikan, jikalau mungkin, persoalan ini. Perpecahan dalam Katolik tidak pernah, bahkan hingga kini, diselesaikan dengan memuaskan. Sejak saat itu, segala usaha untuk menyelesaikan perselisihan telah gagal. Kekuatan Lateran sejak saat itu mempengaruhi. Bukan para Kaisar,melainkan Paus Roma yang memimpin semua sidang. Sidang-sidang selanjutnya akan dibahas kemudian.

4. Ada satu ajaran baru yang tidak kita perhatikan namun sangat khusus yaitu ”Komuni Bayi”. Bayi-bayi tidak hanya dibaptis, tetapi diterima gereja dan menjadi jemaat, mereka berhak ikut dalam Perjamuan Kudus. Bagaimana memberikannya kepada mereka menjadi masalah tapi hal tersebut diselesaikan dengan cara mencelupkan roti kedalam anggur. Demikianlan hal tersebut dilakukan selama bertahun-tahun. Kemudian,ajaran baru lainnya ditambahkan kepada hal ini—bahwa hal tesebut adalah cara lain dari Keselamatan. Ada ajaran baru lainnya yang ditambahkan kemudian, Kita akan kembali membahasnya kemudian dalam pembahasan ini.

5. Sepanjang Abad kelima,pada Sidang Ecumenical yang keempat,diadakan di Chalcedon tahun 451,ajaran yang sama sekali baru ditambahkan pada daftar pertumbuhan yang pesat—ajaran yang disebut ”Mariolatry” atau pemujaan kepada Maria, Ibu Yesus. Sebuah penghubung baru tampaknya dibutuhkan. Jarak antara Tuhan dan manusia terlalu besar untuk hanya satu penghubung, walaupun penghubung itu adalah Kristus sendiri, Anak Allah, Manusia-Tuhan sesungguhanya. Maria dianggap dibutuhkan sebagai penghubung lainnya, dan doa-doa dipanjatkan kepada Maria. Dia harus membawa doa doa tersebut kepada Kristus.

6. Dua ajaran baru lain ditambahkan pada iman Katolik pada abad kedelapan. Dua ajaran tersebut diumumkan pada Sidang kedua yang diadakan di Nicea (Nice), pada tahun 787.
Ajaran yang pertama adalah yang disebut ”Pemujaan Patung, sebuah pelanggaran langsung terhadap salah satu hukum Tuhan.
”Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit atas,” (Kel 20:3-5). Tambahan lain dari penyembahan berhala. Kemudian diikuti ”Pemujaan Orang-orang Kudus”. Ajaran ini tidak dianjurkan di dalam Kitab Suci. Hanya satu contoh dari pemujaan Orang Kudus yang diberikan di dalam Kitab Suci dan itu diberikan untuk menunjukkan kebodohan—Si orang kaya yang mati berdoa kepada Abraham (Lukas 16:24-31). Ini beberapa dari banyak perubahan revolusioner ajaran-ajaran Perjanjian Baru, yang muncul sepanjang periode sejarah Gereja.

7. Sepanjang periode yang sekarang Kita lalui,orang-orang yang teraniaya dijuluki dengan banyak dan beragam julukan. Beberapa diantaranya adalah para pengikut Dona, Paterin, Cathari, Paulician dan Ana Baptis; kemudian Petro-Brussian, Arnold, Henri, Albigen dan Walden. Kadang-kadang salah satu kelompok ini tampak menonjol dari yang lain, beberapa dari kelompok-kelompok tersebut hampir selalu menonjol karena kegigihan dan penganiayaan yang mereka terima.

8. Jangan dianggap bahwa mereka yang dianiaya ini selalu setia kepada pengajaran Perjanjian Baru secara keseluruhan. Pada pokoknya kelompok-kelompok tersebut memang setia. Beberapa dari kelompok-kelompok tersebut, menimbang sekeliling mereka, luar biasa mengagumkan. Ingat bahwa banyak dari kelompok-kelompok tersebut pada masa lalu hanya memiliki beberapa bagian dari Perjanjian baru atau Perjanjian Lama. Kitab Suci belum dicetak. Kitab suci ditulis dalam naskah pada perkamen atau kulit atau semacamnya dan ukurannya sangat besar. Hanya sedikit, jikalau ada, keluarga-keluarga atau gereja-gereja kecil yang memiliki salinan lengkap dari keseluruhan Kitab Suci. Sebelum berakhirnya Canon (akhir abad keempat) mungkin ada sangat sedikit naskah sederhana dari keseluruhan Perjanjian Baru. Dari seribu manuskrip yang diketahui hanya sekitar tiga puluh salinan yang termasuk dalam keseluruhan kitab-kitab.

9. Selanjutnya, selama periode ”Zaman Kegelapan” dan penganiayaan, upaya-upaya yang kuat dibuat untuk memusnahkan bahkan naskah-naskah Kitab suci yang dimiliki oleh orang-orang yang dianiaya. Sebab itu dalam banyak hal orang-orang ini hanya memiliki sebagian kecil dari Kitab Suci.

10. Penting juga untuk diperhatikan bahwa untuk mencegah penyebaran atas berbagai macam pandangan,bertentangan dengan rencana-rencana dan ukuran-ukuran yang sangat ekstrim yang dipakai Katolik. Pertama, semua tulisan apapun, selain tulisan-tilisan Katolik, dikumpulkan dan dibakar. Khususnya kitab-kitab yang asli. Selama beberapa abad rencana-rencana dan ukuran-ukuran ini diikuti dengan ketat secara terus-menerus. Hal itu, menurut sejarah, alasan utama mengapa sangat sulit menyimpan sejarah yang akurat. Tentang semua penulis dan pendeta juga mati sahid. Ini adalah periode yang berdarah. Semua kelompok bidat yang gigih (demikian disebut) yang dibedakan dengan julukan apapun, di manapun mereka berada, dianiaya dengan kejam. Para pengikut Donatist dan Paulician, sangat menonjol diantara kelompok-kelompok yang terdahulu. Katolik, sangat mengherankan, menuduh semua yang menolak untuk berpaling dari iman mereka –percaya seperti mereka—menuduh mereka menjadi bidat dan kemudian mengutuki mereka. Orang-orang yang disebut Katolik menjdadi sepenuhnya lebih seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan penuh dengan adat istiadat daripada menjadi Kristiani, dan lebih dipengaruhi oleh kekuasaan masyarakat daripada oleh kekuasaan religi. Mereka membuat lebih banyak huku-hukum baru daripada meneliti hukum-hukum lama.

11. Yang berikut adalah beberapa variasi baru yang muncul dalam pengajaran Perjanjian Baru selama abad ini. Ajaran-ajaran ini mungkin tidak selalu diberikan secara berurutan sesuai dengan penyebarannya. Bahkan kadang-kadang sangat mustahil untuk mendapatkan tanggal yang sesungguhnya dari perubahan-perubahan ini. Pengajaran-pengajaran tersebut tampak sama dengan keseluruhan sistem Katolik. Bertumbuh dalam perkembangannya. Khususnya pada masa-masa awal, pengajaran-pengajaran tersebut mudah berubah –dengan penambahan atau pembagian atau penggantian atau pembatalan. Gereja Katolik bukan lagi, bahkan kalau pernah,sebagai Gereja Perjanjian Baru sesungguhnya. Gereja Katolik bukan lagi hanya semata-mata badan pelaksana,menjalankan hukum-hukum tuhan yang sudah ada, namun telah menjadi badan legislatif yang secara aktif, membuat hukum-hukum baru, merubah atau membatalkan yang lama sewaktu-waktu.

12. Salah satu pengajaran Katolik yang baru atau deklarasi pada saat ini adalah ”Tidak ada keselamatan diluar Geraja”- Gereja Katolik, tentu saja, seperti yang mereka nyatakan tidak ada yang lain-menjadi seorang Katolik atau terhilang. Tidak ada pilihan lainnya.

13. Pengajaran pengampunan melalui sakramen tobat dan penjualan surat ampunan merupakan pengajaran yang sama sekali baru dan bertentangan dengan pengajaran Perjanjian Baru. Namun, untuk membuat pengajaran yang baru ini efektif, pengajaran baru lainnya dibutuhkan: Sebuah Rekening Kredit yang sangat besar harus dibuat-sebuah rekening kredit di surga,tapi bisa diakses di bumi. Jadi, setiap ”perbuatan baik” sebagai sebuah cara Keselamatan harus diajarkan, dan sebagai sebuah cara mengisi, menaruh sesuatu kedalam rekening kredit tersebut, yang dari sana dapat diambil. Jumlah besar pertama yang masuk ke rekening di surga tentu saja karya Yesus Tuhan. Karena Dia tidak berbuat dosa, tidak satu pun dari perbuatan baikNya dibutuhkan oleh Dia sendiri, jadi semua perbuatan baikNya bisa dan akan tentu saja masuk dalam rekening kredit. Dan sebagai tambahan, semua perbuatan baik yang melimpah ( sebagai tambahan yang mungkin dibutuhkan oleh setiap orang) dari para Rasul dan semua orang baik yang hidup sesudahnya, akan ditambahkan kedalam rekening kredit tersebut, menjadikan jumlahnya luar biasa banyak. Dan kemudian semua jumlah yang sangat banyak ini,ditempatkan pada rekening gereja—hanya gereja(?)! dan ijin diberikan kepada gereja untuk menggunakannya sesuai yang dibutuhkan bagi manusia berdosa yang malang dan membebankan rekening kredit tersebut sebanyak yang dianggap layak, karena setiap orang membutuhkan kredit surgawi. Sebab itulah muncul penjualan surat ampunan. Orang-orang dapat membeli bagi diri mereka sendiri atau teman-teman mereka bahkan teman-teman mereka yang sudah meninggal. Harga surat ampunan berbeda-beda menurut pelanggaran yang dilakukan – atau yang akan dilakukan. Hal ini terkadang membawa kepada keputus asaan yang mendalam, seperti yang diakui sendiri oleh Katolik. Beberapa sejarah atau Ensiklopedia memberikan daftar harga surat ampunan yang dijual berdasarkan dosa yang dilakukan.

14. Namun pengajaran baru lainnya dibutuhkan, memang penting sekali untuk membuat efektif secara menyeluruh dua pengajaran terakhir. Pengajaran baru tersebut di sebut Purgatory, tempat penyucian dosa, sebuah tempat perhentian antara surga dan neraka dimana semua orang harus berhenti untuk disucikan dari segala dosa yang memberatkan. Bahkan ”Orang-orang Kudus” harus melalui tempat penyucian dosa dan tinggal di sana sampai disucikan oleh api – kecuali mereka mendapatkan pertolongan melalui rekening kredit, yang hanya bisa didapatkan melalui doa-doa atau pembayaran surat ampunan oleh mereka yang hidup. Sebab itu penjualan surat ampunan, pengajaran yang menyimpang dari pengajaran Perjanjian Baru membawa kepada pengajaran lainnya yang bertentangan.

15. Mari Kita meluangkan waktu melihat perbedaan-perbedaan antara Katolik Roma dan Yunani :

A. Pada Kebangsaan : Orang-orang Yunani sebagian besar adalah orang-orang Slav, mencakup Yunani, Rusia, Bulgaria, Serbia dan lain-lain. Orang-orang Roma sebagian besar adalah orang-orang Latin, mencakup Italia, Perancis, Spanyol, Amerika Selatan dan Tengah, Mexico dan lain-lain.

B. Katolik Yunani meolak baptisan percik atau pembasuhan kepala. Katolik Roma menggunakan baptisan percik, menyatakan berhak merubah pola asli dar Kitab Suci, baptisan selam.

C. Katolik Yunani melanjutkan praktek komuni bayi. Katolik Roma telah meninggalkan hal tersebut walaupun pernah mengajarkannya sebagai cara lain dari Keselamatan.

D. Katolik Yunani dalam melaksanakan Perjamuan Kudus, memberikan anggur dan roti kepada jemaat. Katolik Roma hanya memberikan roti kepada jemaat – Pastur meminum anggurnya.

E. Katolik Yunani memperbolehkan pastur-pastur mereka menikah. Pastur-pastur Katolik Roma dilarang menikah.

F. Katolik Yunani menolak pengajaran kemutlakan Kepausan, Katolik Roma menerima dan bersikeras atas pengajaran tersebut. Hal-hal tersebut diatas setidaknya merupakan hal-hal pokok perbedaan mereka—jika tidak Gereja Katolik Roma dan Yunani tampaknya akan bersatu.

16. Melalui pembahasan-pembahasan kami, Kita baru saja melewati abad kesembilan. Sekarang Kita mulai dengan abad kesepuluh. Harap perhatikan grafik. Disitulah terjadi pemisahan antara Katolik Roma dan Katolik Yunani. Kalian akan segera melihat bersamaan dengan majunya zaman, hukum-hukum dan pengajaran-pengajaran baru lainnya—dan penganiayaan yang sangat pahit lainnya. (Schaff, Herzogg, En., Vol. 11, hal. 901.)