submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Kamis, 30 Oktober 2008

”THE TRAIL OF BLOOD” Bag. 10

18.Akan tetapi penganiayaan tidak kemudian berhenti. Para penganut Ana-Baptis yang dibenci (disebut Baptis kini), meskipun mengalami semua penganiayaan sebelumnya dan fakta yang mengerikan bahwa lima puluh juta orang telah mati sahid, masih ada dalam jumlah yang sangat banyak. Pada periode inilah, pada salah satu jalan besar di Eropa sepanjang tiga puluh mil jauhnya, tiang-tiang disiapkan setiap jarak beberapa kaki, ujung tiang diruncingkan dan pada setiap ujung tiang ditaruh sebuah kepala martir Ana-Baptis yang berlumuran darah. Imaginasi manusia sulit membayangkan sebuah pemandangan yang sangat mengerikan! Namun demikian hal tersebut dilakukan menurut sejarah yang dapat dipercaya oleh orang-orang yang menyebut diri mereka pengikut setia dari Yesus Kristus yang lembut dan rendah hati.

19.Harap diingat bahwa Katolik tidak menganggap Kitab Suci sebagai satu-satunya penuntun iman dan hidup. Pernyataan yang jelas tepat, tetapi ada dua hal lainnya yang sama ”Writings of the Fathers” dan dekrit dari Gereja (Gereja Katolik) atau deklarasi atas Kemutlakan Paus.
Karenanya tidak ada pembahasan yang memuaskan antara Katolik dan Prostestan atau antara Katolik dengan Baptis, karena mungkin tidak ada sebuah dasar kesepakatan akhir. Kitab suci sendiri tidak bisa menyelesaikan apapun, sejauh pemikiran Katolik.

20.Ambil sebuah contoh dari pertanyaan tentang ”Baptisan” dan kewenangan akhir untuk bertindak dan cara. Mereka menyatakan bahwa Kitab Suci tidak dapat disangsikan mengajarkan Baptisan dan caranya hanya dengan baptisan selam. Tetapi mereka menyatakan pada saat yang sama bahwa Gereja mereka yang tidak pernah menyimpang mempunyai hak sepenuhnya untuk merubah cara dari selam ke percik, tidak ada yang berhak atau berwenang kecuali kekuasaan kemutlakan Paus.

21.Kalian tentu saja akan memperhatikan dan mungkin terkejut, bahwa Saya mengutip sedikit sekali pada pembahasan ini. Saya sungguh-sungguh berusaha melakukan hal yang sulit, memberikan kepada orang-orang substansi pokok dari dua ribu tahun sejarah keagamaan dalam waktu enam jam.

22.Sangat baik untuk memperhatikan fakta-fakta yang berkaitan dengan Kitab Suci sepanjang abad-abad yang mengerikan ini. Ingat pada saat itu Kitab Suci belum dicetak dan tidak ada kertas apapun yang bisa digunakan bahkan jika pada saat itu mesin cetak telah ditemukan. Ataupun kertas untuk menulis. Perkamen, terbuat dari kulit kambing atau domba atau papirus (sejenis bubuk kayu), inilah benda-benda yang digunakan untuk ditulisi. Jadi sebuah kitab sebesar Kitab Suci yang sangat besar yang mungkin lebih besar daripada yang bisa dibawa oleh satu orang, semuanya ditulis dengan tangan dan mengunakan semacam jarum, bukan pena seperti yang sekarang kita gunakan.

Tidak pernah ada lebih dari tiga puluh Kitab Suci diselruh dunia. Banyak bagian atau kitab-kitab dari Kitab Suci seperti Matius, Markus, Lukas, Yohanes, atau Kisah Para Rasul atau beberapa dari salah satu Surat atau Wahyu atau beberapa dari kitab Perjanjian Lama. Salah satu dari keajaiban luar biasa dalam seluruh sejarah dunia-menurut pemikiran Saya-adalah kedekatan dengan apa yang telah diajarkan umat Tuhan dan dipercayai bersama pada pokok penting dari Kekristenan. Tentu saja Tuhan adalah satu-satunya solusi. Kini sebuah fakta yang paling mengagumkan bahwa setiap kita semua bisa memiliki semua kitab dari Kitab Suci dan dalam bahasa kita sendiri.

23.Baik juga bagi kita semua untuk melakukan pemikiran yang mendalam dan khusus pada fakta penting tentang Kitab Suci. Hal tersebut telah disebutkan secara singkat pada pembahasan sebelum ini, namun karena sangat penting maka cukup bijaksana jika menyinggung lagi hal tersebut. Tindakan yang diambil oleh Katolik pada Sidang Toulouse, diadakan pada tahun 1229 M, ketika mereka memutuskan untuk tidak memberikan Kitab Suci, Firman Tuhan kepada mayoritas pengikut mereka sendiri-”Jemaat” . Saya hanya menyatakan disini apa yang mereka nyatakan dalam Sidang mereka yang besar. Tetapi belakangan seorang Katolik secara pribadi mengatakan kepada Saya, ” Tujuan kami dalam hal itu adalah untuk mencegah penafsiran pribadi mereka atas Firman Tuhan.” Bukankah hal yang luar biasa bahwa Tuhan harus menulis sebuah buku untuk manusia dan kemudian tidak menghendaki manusia membacanya. Padahal menurut Kitab Suci manusia diperhadapkan pada hari penghakiman atas pengajaran Kitab Suci. Tidak mengherankan pernyataan di Kitab Suci ”Kamu menyelidiki Kitab-kitab suci, sebab kamu menyangka bahwa olehNya kamu mempunyai hidup kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.” Tanggung jawab menakutkan yang diasumsikan oleh Katolik!