submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Kamis, 30 Oktober 2008

”THE TRAIL OF BLOOD” Bag. 7

17. Saya ingin perhatian kalian kembali kepada mereka yang teraniaya. Jika lima puluh juta orang mati karena penganiayaan selama seribu dua ratus tahun yang disebut sebagai ”Zaman Kegelapan”, seperti yang diajarkan oleh sejarah, maka mereka yang mati lebih cepat dar rata-rata empat juta orang setiap seratus tahun. Hal tersbut tampaknya hamppir melampaui batas dari bayangan manusia. Seperti yang disebutkan sebelumnya, tangan besi ini, penuh dengan darah martir, dialami oleh para pengikut Paulician, Arnold, Henri, Petro Brussian, Albigen, Walden dan Ana-Baptis—tentu saja yang lebih berat menimpa beberapa dari yang lainnya. Tetapi bagian yang mengerikan dari kisah kami ini akan kita lalui dengan cepat.

18. Sekarang sampai kepada periode lain yang cukup panjang dari Sidang-sidang Ecumenial, tentu saja tidak secara terus-menerus atau berurutan. Pada periode-periode tersebut selama sepanjang sepanjang tahun banyak sidang yang tidak bersifat ecumenial atau ”seluruh kekaisaran”. Sidang-sidang ini sebagian besar badan-bada legislatif bagi perundang-undangan atau amandemen hukum-hukum keperdataan atau keagamaan (?), yang semuanya, baik pembuatan undang-undang dan hukum-hukum sangat bertentangan dengan Perjanjian Baru. Ingat hal ini adalah tindakan dari sebuah gereja resmi—sebuah gereja yang menikah dengan kepemerintahan yang tidak mengenal Tuhan. Dan gereja ini telah menjadi jauh tidak mengenal Tuhan daripada kepemerintahan yang menjadi Kristiani.

19. Ketika seseorang meninggalkan Perjanjian Baru sebagai cakupan dari seluruh hukum yang penting bagi kehidupan Kristiani, baik secara individu atau korporat, orang tersebut telah masuk ke dalam samudera tak bebatas.Setiap hukum yang salah, (dan setiap hukum yang ditambahkan pada Kitab Suci adalah salah) pasti akan dengan segera menuntut yang lain, begitu seterusnya tidak berkesudahan. Karena itulah Kristus tidak memberikan kepada gereja dan pendeta-pendetaNya kekuasaan legislatif. Dan lagi, secara khusus, itulah sebabnya Perjanjian Baru ditutup dengan Firman Tuhan yang penting,
''Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: Jika seseorang menambahakan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis didalam kitab ini. Dan jikalau seseorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari kitab kehidupan, dan dari Kota Kudus, dan dari hal-hal yang tertulis dalam kitab ini.'' Wahyu 22:18-19.
CATATAN: Kami memasukkan disini klausa sisipan, sebagai sebuah peringatan. Gereja-gereja Baptis harap mewaspadai displiner dan berbagai resolusi lainnya, yang kadang-kadang disampaikan dalam konferensi-konferensi gereja Baptis, resolusi-resolusi tersebut bisa ditafsirkan sebagai hukum atau peraturan dari kepemimpinan Gereja. Perjanjian Baru memiliki semua hukum dan peraturan penting.

20.Batasan ekstrim dari buku kecil ini menghalangi kemungkinan untuk membicarakan lebih banyak tentang sidang-sidang ini atau dewan pembuat undang-undang, namun beberapa hal penting untuk dikatakan.

21.Sidang lateran atau Barat yang pertama ini, dipimpin oleh Paus, dipimpin oleh Calixtus II, tahun 1123 M. Yang hadir sekitar tiga ratus Uskup. Pada pertemuan ini dideklarasikan bahwa pastur-pastur Roma tidak menikah. Ini disebut Selibat pastur. Kami tentu saja tidak mencoba untuk memberikan apapun dilakukan pada pertemuan ini.

22.Bertahun-tahun kemudian, tahun 1139 M, Paus Innocent II, memimpin kembali Sidang-sidang lainnya khusus untuk mengecam dua kelompok Kristen yang sangat taat, yaitu para pengikut Petro Brussian dan Arnold.

23.Alexander III memimpin sidang lainnya, tahun 1179, tepat empat puluh tahun setelah sidang terakhir. Pada sidang itu dikecamlah apa yang mereka sebut ”Kesalahan-kesalahan dan penghujatan-penghujatan” dari kelompok Walden dan Arnold.

24.Hanya tiga puluh enam tahun setelah sidang yang terakhir, kembali sidang yang lain dipimpin oleh Paus Innocent III. Sidang diadakan tahun 1215 M, dan tampaknya menjadi yang paling banyak dihadiri dari sidang-sidang besar yang ada. Menurut catatan sejarah dari pertemuan ini, ”hadir empat ratus dua belas orang Uskup, delapan ratus orang kepala biara dan pemimpin kepala biara, para wakil dari Istana Bizantium, dan sejumlah besar pangeran dang bangsawan” Melalui susunan dewan ini, kalian bisa mengetahui bahwa kerohanian penting, setidaknya betul-betul dipertimbangkan.
Pada saat itu diumukan pengajaran baru ”Transubstansi” perubahan yang diharapkan dari roti dan anggur Perjamuan Kudus menjadi tubuh dan darah Kristus sesungguhnya, setelah doa yang dipanjatkan oleh pastus. Pengajaran ini dianatara pengajaran-pengajaran lain, berhubungan dengan pro-kontra para pemimpin reformasi beberapa abad kemudain. Pangajaran ini tentu saja mengajarkan bahwa mereka yang mengambil bagian dalam perjamuan sesungguhnya memakan tubuh dan meminum darah Kristus.
Pengakuan dosa secara pribadi—pengakuan dosa seseorang ke telinga seorang pastur-adalah pengajaran baru lain yang rupa-rupanya berawal dari pertemuan ini. Namun mungkin hal yang paling kejam dan berdarah yang pernah dibawa kepada semua orang dalam seluruh sejarah dunia adalah apa yang dikenal sebagai ”Inquisisi” dan pengadilan lainnya yang menyerupai inquisisi, dibuat untuk menghukum klenik
Seluruh dunia tampaknya dipenuhi dengan tulisan-tulisan yang penuh penghukuman atas kekejaman ekstrim tersebut, walau hal tersebut berawal dan digaungkan oleh orang-orang yang menyatakan dipimpin oleh Tuhan. Karena kebiadaban yang sesungguhnya tampaknya tidak ada satupun, sama sekali tidak ada dalam semua sejarah yang akan melampaui hal tersebut. Saya bahkan tidak akan mencoba untuk menggambarkannya. Saya hanya akan menunjukkan kepada para pembaca saya beberapa tulisan dari sekian banyak tulisan mengenai ”Inquisisi” dan membairkan mereka membaca dan mempelajarinya sendiri. Masih ada hal lain yang dilakukan pada pertemuan ini, seakan-akan tidak cukup apa yang telah dilakukan yaitu secara jelas diputuskan untuk membunuh semua ”bidat”. Sungguh sebuah halaman yang kelam. Banyak halaman-halaman kelam ditulis kedalam sejarah dunia oleh keputusan-keputusan yang mengerikan ini.

25.Pada tahun 1229 M, hanya emapt belas tahun setelah pertemuan mengerikan yang terakhir, pertemuan lainnya masih diadakan. (Ini tampaknya bukan ecumenial) Sidang diadakan di Toulouse. Mungkin salah satu hal yang sangat penting dalam keseluruhan sejarah Katolik diumumkan pada pertemuan ini. Pada pertemuan ini dinyatakan Kitab Suci, Kitab Tuhan, harus disangkali oleh seluruh jemaat, semua jemaat Gereja Katolik selain dari pastur-pastur atau pengurus-pengurus yang lebih tinggi. Betapa anehnya sebuah hukum dalam pandangan yang sangat jelas dari Firman Tuhan ”Kamu menyelidiki kitab-kitab suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup kekal, tetapi walaupun kitab-kitab suci itu memberi kesaksian tentang Aku.” ( Yoh 5:39)

26.Masih Sidang lainnya diadakan di Lyon. Sidang ini dipimpin oleh Paus Innocent IV, pada tahun 1245 M. Sidang inin tampaknya sebagian besar bertujuan mengucilkan dan menurunkan Kaisar jerman Frederick I dari tahtanya. Gereja, pengantinj yang berzinah dengan Negara tahun 313 pada masa Constantine Agung, telah menjadi kepala rumah tangga dan kini mendikte politik kepemerintahan negara, raja-raja dan ratu-ratu dijadikan atau tidak dijadikan sesuka hatinya.

27.Pada tahun 1274 M Sidang lainnya diadakan untuk membawa penyatuan kembali Roma dan Yunani dari Gereja Katolik yang besar. Sidang ini gagal sama sekali untuk mencapai tujuannya.