submitgooglesitemap.com Sitemap Generator

Kamis, 30 Oktober 2008

"TRAIL OF BLOOD" Bag. 11

PEMBAHASAN KEEMPAT ABAD KETUJUH BELAS,
DELAPAN BELAS, SEMBILAN BELAS


1. Pembahasan ini dimulai pada awal abad ketujuh belas (tahun 1601 M). Kita telah melalui dengan sangat terburu-buru terhadap sejarah Kekristenan yang sangat penting, namun keadaan memaksanya demikian.

2. Tiga periode abad ini dimulai denan munculnya sebuah denominasi baru. Benar untuk dinyatakan bahwa beberapa sejarahwan memberikan tahun permulaan dari Gereja Kongregasional (pada awalnya disebut Independen) tahun 1602, sedangkan Schaff-Herzogg, dalam Ensiklopedia mereka, menempatkan permulaannya jauh pada abad keenam belas, membuatnya sejaman dengan Lutheran dan Presbiterian. Pada gelombang reformasi yang besar banyak yang meninggalkan Gereja Katolik tidak puas dengan reformasi yang dipimpin oleh Luther dan Calvin. Mereka juga memutuskan untuk tidak mengakui peraturan pendeta dan ide pemerintah atas gereja-gereja dan kembali kepada ide demokratis Perjanjian Baru seperti yang telah dipegang selama lima belas abad sebelumnya oleh mereka yang menolak Hirarki Constantine.

3. Perdebatan yang kuat dari organisasi ini terhadap perubahan khusus itu menyebabkan penganiayaan dari Katolik, Lutheran, Presbiterian dan para pengikut setia Gereja Inggris—semua gereja resmi. Namun demikian organisasi tersebut mempertahankan banyak penyimpangan yang dilakukan oleh Katolik, sebagai contoh baptisan bayi, pembasuhan kepala atau percikan untuk baptisan, dan kemudian mengambil dan mempraktekkan ide gereja dan negara pada tingkat ekstrim. Dan, setelah mengungsi ke Amerika, mereka sendiripun, menjadi penganiaya-penganiaya yang kejam.

4. Nama ”Independent” atau kini disebut ”Kongregasionalis”, berasal dari model kepemimpinan gereja mereka. Beberapa prinsip khusus dari Kongregasionalis Inggris seperti yang dipaparkan dalam Ensiklopedia Schaff-Herzogg berikut ini :

A. Bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Kepala Gereja dan Firman Tuhan adalah satu-satunya Kitab Hukum.
B. Bahwa gereja-gereja yang kelihatan merupakan kumpulan nyata dari umat Tuhan di seluruh dunia dengan tujuan religi semata-mata dan tidak untuk berbaur dengan dunia.
C. Bahwa gereja-gereja yang terpisah ini memiliki kekuasaan penuh untuk memilih sendiri pengurus-pengurus gereja dan menegakkan disiplin.
D. Bahwa dalam menghormati pengaturan internal setiap gereja tidak bergantung pada gereja lainnya dan bebas dari kendali negara.

5. Betapa berbedanya prinsip-prinsip ini dari Katolik, atau bahkan Lutheran atau Presbiterian atau Gereja Episcopal Inggris. Betapa menyerupai Baptis kini dan masa lalu dan pengajaran asli Kristus dan para RasulNya.

6. Pada tahun 1611, Kitab Suci versi King James terbit. Sebelumnya Kitab Suci tidak pernah diberikan secara luas kepada orang-orang. Sejak awal penyebaran Firman Tuhan dimulailah penolakan terhadap kekuasaan kepausan dengan pesat dan awal untuk setidaknya berabad-abad, ide atas ”kebebasan beragama”.

7. Pada tahun 1678 muncul ”Perdamaian Westphalia” Beberapa hal yang diakibatkan dari pakta perdamaian adalah perjanjian antara tiga denominasi besar –Katolik, Lutheran dan Presbiterian, untuk tidak lagi saling menganiaya. Penganiayaan diantara tiga denominasi ini berarti perang terhadap pemerintah yang mendukung mereka. Namun, semua penganut Kristen lain, khususnya para penganut Ana-Baptis, terus menerima perlakuan kasar, penganiayaan yang sama dari denominasi-denominasi tersebut.

8. Sepanjang keseluruhan abad ketujuh belas, penganiayaan atas para pengikut Walden, Ana-Baptis,dan Baptis (di beberapa tempat ”Ana” tidak lagi digunakan) terus berlangsung dengan berat; di Inggris oleh Gereja Inggris, seperti yang bisa disaksikan oleh John Bunyan dan banyak lagi lainnya; di Jerman oleh Lutheran; di Scotlandia oleh Gereja Scotlandia (Presbiterian); di Italia, Perancis, dan di setiap tempat lain dimana kepausan berkuasa, oleh Katolik. Kini tidak ada kedamaian dimana punbagi mereka yang tidak setuju dengan gereja-gereja negara, atau salah satu dari gerja-gereja tersebut.

9. Sebuah fakta signifikan terbentuk dalam sejarah bahwa jauh pada abad keempat mereka yang menolak masuk ke dalam Hirarki dan menerima baptisan atau mereka yang dibaptis ketika bayi dan menolak untuk menerima pengajaran ”Pembaptisan Kelahiran Baru” dan menuntut pembaptisan ulang bagi semua yang datang kepada mereka dari Hirarki tersebut disebut Ana-Baptis. Apapun julukan yang kemudian mereka sandang, mereka selalu dikaitkan sebagai Ana-Baptis. Mende”Baptis”, dan berangsur-angsur julukan-julukan lainnya tidak digunakan. Jelaslah, jika Bunyan hidup pada periode lebih awal para pengikutnya akan disebut para pengikut ”Bunyan” atau ”Ana-Baptis”. Mungkin mereka akan dijuluki dengan dua julukan tersebut seperti yang lainnya sebelum Bunyan.

10. Nama ”Baptis” adalah sebuah julukan dan diberikan kepada mereka oleh musuh-musuh mereka (kecuali nama tersebut bisa menjadi hak sepenuhnya diasosiasikan dengan mereka seperti yang diberikan oleh Sang Juruselamat sendiri ketika Dia menyebut ”Yohanes Pembaptis” ). Sampai kini, julukan tersebut tidak pernah secara resmi digunakan oleh kelompok Bapris. Julukan tersebuttelah menjadi bagian yang tak terpisahkan dan diterima dengan bangga disandang. Pas sekali. Julukan itu menjadi nama khusus dari pelopor Kristus, yang pertama mengajarkan ajaran yang kini dianut Baptis.

11. Saya mengutip sebuah pernyataan yang signifikan dar Ensiklopedia Schaff-Herzogg, pada ”Sejarah Baptis di Eropa,” Vol. 1, hal. 210,”Para penganut Baptis muncul pertama kali di Swiss sekitar tahun 1523 dimana mereka dianiaya oleh Zwingle dan orang-orang Romawi. Mereka ditemukan di tahun-tahun berikutnya, 1525-1530, dengan gereja-gereja yang besar dan sangat terorganisir, di Jerman Selatan, Tyroll dan di Jerman Tengah. Di semua tempat ini penganiayaan membuat hidup mereka sulit.”
(Catatan—semua ini sebelum berbirinya gereja-gereja Protestan—Lutheran, Episcopal atau Presbiterian.)
Kami melanjutkan kutipan —
”Moravia menjanjikan sebuah rumah dengan kebebsan yang lebih besar dan banyak pengikut Baptis berpindah kesitu hanya untuk menemukan harapan-harapan mereka ditipu. Setelah tahun 1534mereka sangat banyak di Jerman Utara, Belanda, Belgia,dan propinsi Walloon. Jumlah mereka meningkat bahkan selama kekuasaan Alva, di negara-negara miskin, dan mengembangkan sebuah semangat misionaris yang hebat. (Catatan—”Semangat Misionaris”. Dan beberapa orang mengatakan bahwa ”Hardshells” adalah Baptis primitif.)
Dari mana para penganut Baptis ini berasal? Mereka bukan keluar dari Katolik selama Reformasi. Mereka mempunyai gereja-gereja besar sebelum Reformasi.

12. Sebagai hal yang patut untuk diperhatikan, perubahan-perubahan religius di Inggris selama beberapa abad lalu:

Injil dibawa ke Inggris oleh para rasul dan tetap menjadi apostolik secara keagamaan sampai kepada organisasi Kehirarkian pada awal abad keempat, dan untuk lebih dari satu abad setelahnya. Injil lalu berada dibawah kekuasaan Hirarki yang kemudian dengan pesat berkembang menjadi Gereja Katolik. Lalu tetap menjadi Katolik-agama negara, sampai pemisahan pada tahun 1534-1535, selama pemerintahan Henry VIII. Kemudian disebut Gereja Inggris. Delapan Belas tahun kemudian 1553-1558, selama masa pemerintahan Ratu Mary (”Bloody Mary”) Inggris kembali menjadi Katolik dan ini adalah masa lima tahun penuh dengan darah. Lalu Elizabeth, adik tiri Mary, putri Anne Boleyn, naik tahta pada tahun 1558. Katolik kembali digulingkan dan Gereja Inggris kembali berkuasa. Demikianlah hal-hal tersebut tetap selama beberapa abad, ketika Gereja Presbiterian mulai berperngaruh untuk beberapa saat dan seakan-akan bisa menjadi Gereja Negara Inggris seperti halnya yang terjadi di Scotlandia. Namun, pada masa Oliver Cromwell, Gereja Inggris kembali memegang kendali dan tetap menjadi Gereja resmi Inggris sejak saat itu.

13. Catatan tahapan masalah-masalah religi di Inggris dan penganiayaan-penganiayaan yang keras dan pahit dari gereja-gereja resmi selama lebih dari satu abad.

A. Undang-undang toleransi pertama terbit pada tahun 1688, seratus lima puluh tahun setelah berdirinya Gereja Inggris. Undang-undang ini mengizinkan penyembahan seluruh denominasi di Inggris kecuali dua denominasi—Katolik dan Unitarian.
B. Undang-undang toleransi kedua terbit pada tahun 1778, delapah puluh sembilan tahun kemudian. Undang-undang ini memasukkan Katolik, namun masih melarang Unitarian.
C. Undang-undang toleransi ketiga terbit pada tahun 1813, tiga puluh lima tahun kemudian. Undang-undang ini memasukkan Unitarian.
D. Pada tahun 1828-1829 muncul apa yang dikenal sebagai ”Test Act” yang memberikan “dissenters” (para penganut agama yang tidak sejalan dengan Gereja Inggris) mengakses fasilitas umum, bahkan parlemen.
E. Pada tahun 1836-37 dan 1844 terbit Undang-undang ”Registrasi” dan ”Pernikahan”. Dua Undang-undang ini membuat baptisan dan pernikahan resmi dilakukan oleh ”dissenters”.
F. Rancangan Undang-undang perubahan terbit pada tahun 1854. Rancangan Undang-undang ini memperbolehkan universitas Oxford dan Cambridge menolak calon mahasiswa. Sampai saat ini tidak ada keturunan dari seorang ”dissenters” bisa memasuki salah satu institusi pendidikan ini.

14. Demikianlah pergerakan kemajuan di Inggris terhadap ”Kebebasan Beragama”. Sebenarnya, mungkin bisa dikatakan kebebasan beragama yang sesungguhnya tidak pernah bisa ada di negara yang mempunyai gereja resmi. Yang terbaik hanya sebatas toleransi, yang pastinya jauh dari kebebasan beragama sebenarnya. Selama satu denominasi diantara yang lainnya di negara manapun didukung oleh pemerintah secara ekslusif terhadap yang lainnya, tindakan pilih kasih ini menghalangi kemungkinan kebebasan beragama dan persamaan yang mutlak.

15. Sangat dekat dengan awal abad kedelapan belas, lahir tiga anak laki-laki di Inggris yang ditakdirkan memberikan dunia sebuah kesan yang mendalam. Mereka adalah John dan Charles Wesley, dan George Whitfield.

John dan Charles Wesley lahir di Epworth (dan dari sini datang usulan nama bagi liga Epworth), 28 Juni 1703 dan 29 Maret 1708. George Whitfield lahir di Gloucester, 27 Desember 1714. Kisah hidup ketiga anak laki-laki ini tidak bisa diceritakan disini tetapi mereka layak untuk disebutkan, lagi dan lagi. Ketiga anak laki-laki ini menjadi bapak-bapak dan pendiri dari Metodis. Mereka sema adalah jemaat Gereja Inggris dan sedang mempersiapkan diri untuk pelayanan,saat itu tidak satupun dari mereka yang berpindah agama (yang pada masa itu, tidak lazim dilakukan dikalangan kependetaan Inggris. Ingat, bagaimanapun pada saat itu, orang tua cukup sering memutuskan profesi atau jurusan atau kehidupan yang harus dijalani oleh anak laki-laki). Ketiga anak laki-kai ini pada akhirnya berpindah agama.

16. Para laki-laki ini tampaknya tidak mempunyai hasrat menjadi pendiri dari sebuah denominasi baru namun mereka berhasrat dan sungguh-sungguhberjuang bagi sebuah kebangunan rohani dan reformasi spriritual dalam Gereja Inggris. Hal ini mereka usakan baik di Inggris maupun Amerika. Pintu gereja mereka sendiripun tertutup bagi mereka. Pelayanan-pelayanan mereka sering diadakan di alam terbuka atau rumah pribadi atau pada kasus Whitfield, di rumah pertemuan dari denominasi lain. Kefasihan Whitfield menarik perhatian kemana pun dia pergi.

17. Tahun pasti berdirinya Gereja Metodis sulit ditentukan. Tidak disangsikan gerakan Metodis lebih tua daripada Gereja Metodis. Tiga laki-laki muda dijuluki ”Metodis” sebelum mereka meninggalkan perguruan tinggi. Organisasi mereka yang pertama disebut ”Societies”. Konferensi tahunan pertama mereka di inggris diadakan pada tahun 1744. Gereja Metodis Episcopal secara resmi berdiri di Amerika,di kota Baltimore pada tahun 1784. Pertumbuhan gereja sangat luar biasa, namun ketika gereja tersebut melepaskan diri dari Gereja Inggris, atau Gereja Episcopal, gereja tersebut membawa sejumlah kesalahan dari gereja asal. Sebagai contoh, seperti kepemimpinan Uskup atau pendeta. Pada titik ini didalam tubuh gereja sendiri pun memiliki pertikaian internal dan antar bagian, tampaknya hal-hal lain menyusul. Baprisan bayi dan baptisan percik, dan lain-lain. Namun, ada satu hal besar yang gereja tersebut miliki, yang tidak dibawa bersama yaitu semangat kerohanian yang murni.

18. 12 September 1788, Lahir di Antrim, Irlandia, seorang anak yang ditakdirkan di tahun-tahun mendatang, mebuat kegemparan religi di beberapa tempat di dunia dan menjadi pendiri sebuah denominasi baru. Anak itu adalah Alexander Campbell. Ayahnya adalah seorang pelayan Presbiterian. Sang Ayah, Thomas Campbell datang ke Amerika pada tahun 1807. Alexander, anaknya pada saat itu di perguruan tinggi, datang kemudian. Karena perbedaan pandangan, mereka meninggalkan Presbiterian dan mengorganisir sebuah badan independen yang mereka sebut ”Asosiasi Kristen”, dikenal sebagai ”The Brush Run Church”. Pada tahun 1811, mereka mengadopsi baptisan selam dan berhasil membujuk seorang pendeta Baptis untuk membaptis mereka tapi dengan pemahaman perbedaan bahwa mereka tidak bergabung dengan Gereja Baptis. Ayah, Ibu dan Alexander dibaptis. Pada tahun 1813 gereja independen mereka bergabung dengan The Red Stone Baptist Association. Sepuluh tahun kemudian, karena kontroversi, mereka meninggalkan asosiasi tersebiut dan bergabung dengan yang lain. Boleh dikatakan bahwa mereka tidak pernah menjadi penganut Baptis ataupun mempunyai catatan sejauh yang bisa tunjukkan, yang pernah diakui demikian.

19. Tidak adil bagi sejarah Kekristenan dan khususnya terhapdap sejarah Baptis dengan tidak mengatakan apapun dalam pembahasan ini tentang John Bunyan. Salah satu dari pria terkenal dalam sejarah Inggris bahkan sejarah dunia. John Bunyan, seorang pendeta Baptis—John Bunyan, dua belas tahun di penjara Bedford—John Bunyan si pengarang dari buku terkenal dan tersebar secara luas di seluruh dunia setelah Kitab Suci ”Pilgrim’s Progress” ketika dikurung dalam penjara—John Bunyan, salah satu dari tokoh teladan dari kebencian penganiayaan Kristen.

Dan kisah Mary Bunyan, adik John Bunyan yang buuta, harus asa di setiap perpustakaan sekolah minggu. Selama bertahun-tahun tidak divetak ulang. Saya pikir sekarang dicetak kembali. Saya menantang setiap pria atau wanita, anak laki-laki atau perempuan untuk membacanya tanpa mengeluarkan air mata.

20. Hal lain yang harus dikatakan dalam pembahasan ini berkaitang dengan Wales dan Welch Baptis. Salah satu kisah yang sangat menawan hati dalam sejarah Kekristenan adalah kisah Welch Baptis. Para penganut Baptis di Amerika Serikat berhutang kepada Welch Baptis lebih dari yang kebanyakan kita sadari. Beberapa Gereja baptis sangat teroragnisir, telah berpindah dari Wales ke America Serikat. (Orchard, hal. 21-23; Ford, pasal 2)

21. Kisah permulaan karya Kekristenan di Wales sangat mengagumkan dan dari sejarah tampaknya merupakan kisah nyata. Sejarah itu bermula di Perjanjian Baru (Kis 28:30-31, II Tim 4:21) Kisah Claudia dan Puden—kunjungan mereka ke Roma—pertobatan mereka lewat khotbah Paulus dan membawa Injil ke Wales, tanah air mereka, luar biasa menarik. Paulus berkhotbah di Roma awal tahun 63 M, segera setelah itu Claudia dan Puden dan lainnya, dianatara mereka dua pendeta, membawa Injil yang sama ke Inggris dan khususnya wales. Betapa besar Welch Baptis bantuan bagi para penganut Baptis di Amerika tidak bisa diperkirakan.